Daftarkan Pengurus Demokrat Ke Yasonna Moeldoko Memilih Jalan Sunyi .

Moeldoko Cs memenuhi janjinya mendaftarkan susunan pengurus Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, ke Kemenkumham, kemarin. Namun, mereka tidak datang rame-rame. Tidak ngundang-ngundang wartawan. Moeldoko Cs memilih jalan sunyi.

Kabar ini disampaikan salah satu inisiator KLB, Ilal Ferhard. Mantan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta ini menyebut, penyerahan dilakukan setelah istirahat makan siang. Yang menyerahkannya juga bukan Moeldoko langsung, tapi perwakilan dari tim advokasi.

“Sudah diantar dan diterima di Kemenkumham. Di sana kan ada tim advokasi kita,” kata Ilal, di Mall Bellagio, Kuningan, Jakarta, kemarin. 

Ilal menjelaskan, pihaknya menyerahkan berbagai dokumen yang dibutuhkan untuk mendapat legalitas dari pemerintah. Seperti dokumen hasil KLB, struktur kepengurusan, hingga bukti-bukti lain sebagai pelengkap.

“Bila ada kurangnya, kita tambahkan sambil berjalan. Sekarang yang penting udah masuk dulu,” ucapnya. 

Ia optimis, Kemenkumham yang dipimpin Yasonna H Laoly akan menerima hasil kepengurusan Demokrat versi KLB Deli Serdang.

Namun, pengakuan Ilal ini dibantah Direktur Tata Negara Ditjen Administrasi Hukum Umum (AHU) Kemenkumham Baroto. Dia memastikan, Kemenkumham belum menerima dokumen dari Partai Demokrat versi KLB Deli Serdang. “Belum ada dokumen yang masuk,” kata Baroto, saat dihubungi wartawan, kemarin.

Deputi Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat, Kamhar Lakumani tak ambil pusing dengan hal ini. Pihaknya mengaku tidak masalah apakah kubu KLB Deli Serdang sudah menyerahkan berkas atau belum ke Kemenkumham. Sebab, dia yakin, Demokrat KLB Deli Serdang tetap tidak akan diakui pemerintah. Sebab, Demokrat yang sah adalah yang dipimpin AHY. 

Keyakinan Kamhar semakin kuat saat melihat enam kader Demokrat yang dipecat AHY dan menjadi motor KLB Deli Sedang mengajukan gugatan ke pengadilan. Mereka adalah Marzuki Alie, Darmizal, Tri Yulianto, Achmad Yahya, Yus Sudarso, dan Syofwatillah Mohzaib. Mereka mengajukan gugatan terhadap AHY, Teuku Riefky Harsya, dan Hinca Pandjaitan.

Dalam gugatan yang diserahkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Marzuki Alie Cs meminta hakim membatalkan pemecatan mereka. “Ini artinya mereka mengakui AHY sebagai Ketua Umum Demokrat dan tak mempercayai forum KLB yang mereka gagas,” kata Kamhar, kemarin. 

 

Menghadapi persoalan ini, Menkumham Yasonna H Laoly berjanji akan bersikap objektif dan profesional. Menteri asal PDIP ini menilai, gejolak yang ada di Demokrat adalah masalah internal partai. 

Dia pun minta kepada AHY dan SBY agar tidak menyerang dan menuduh pemerintah yang tidak-tidak. “Ini saya pesan kepada salah seorang pengurus Demokrat, tolong Pak SBY dan AHY jangan tuding-tuding pemerintah begini, pemerintah begini. Tulis saja, kita objektif kok. Jangan main serang-serang yang tidak ada dasarnya,” kata Yasonna, di Gedung DPR, kemarin.

Sementara itu, AHY terus bergerilya untuk menggalang dukungan. Kemarin, putra sulung SBY itu menyambangi kediaman mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie. Kepada Jimly, AHY meminta wejangan terkait kisruh Demokrat. 

Usai bertemu, AHY mengaku mendapatkan banyak masukan dari Jimly. Selain itu, Jimly juga turut memberi dukungan dan doa agar permasalahan di Demokrat segera usai.

Sebelumnya, Jimly menuliskan pendapatnya terkait polemik Demokrat. Ia menyarankan dua hal yang harus dilakukan pemerintah jika ingin bersikap netral. Yaitu, tidak mengesahkan pendaftaran pengurus KLB dan mengganti Moeldoko dari jabatan Kepala Staf Presiden. 

Jimly juga mengulas soal penyelesaian perselisihan menurut Undang-Undang Partai Politik (UU Parpol). Dia bilang, perselisihan partai harus diselesaikan dahulu di intern. Jika tidak selesai, dilanjutkan ke pengadilan. Setelah pengadilan memutus, baru Menkumham mengesahkan. 

“Ini prosedur umum dalam hukum administrasi. Tapi khusus pengesahan parpol, sudah tegas diatur sebagai lex specialis di Undang-Undang bahwa Menteri tidak dapat mengesahkan sampai konflik terselesaikan dulu secara internal atau via Pengadilan Negeri/Mahkamah Agung,” kicau @JimlyAs. [BCG]

]]> .
Moeldoko Cs memenuhi janjinya mendaftarkan susunan pengurus Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, ke Kemenkumham, kemarin. Namun, mereka tidak datang rame-rame. Tidak ngundang-ngundang wartawan. Moeldoko Cs memilih jalan sunyi.

Kabar ini disampaikan salah satu inisiator KLB, Ilal Ferhard. Mantan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta ini menyebut, penyerahan dilakukan setelah istirahat makan siang. Yang menyerahkannya juga bukan Moeldoko langsung, tapi perwakilan dari tim advokasi.

“Sudah diantar dan diterima di Kemenkumham. Di sana kan ada tim advokasi kita,” kata Ilal, di Mall Bellagio, Kuningan, Jakarta, kemarin. 

Ilal menjelaskan, pihaknya menyerahkan berbagai dokumen yang dibutuhkan untuk mendapat legalitas dari pemerintah. Seperti dokumen hasil KLB, struktur kepengurusan, hingga bukti-bukti lain sebagai pelengkap.

“Bila ada kurangnya, kita tambahkan sambil berjalan. Sekarang yang penting udah masuk dulu,” ucapnya. 

Ia optimis, Kemenkumham yang dipimpin Yasonna H Laoly akan menerima hasil kepengurusan Demokrat versi KLB Deli Serdang.

Namun, pengakuan Ilal ini dibantah Direktur Tata Negara Ditjen Administrasi Hukum Umum (AHU) Kemenkumham Baroto. Dia memastikan, Kemenkumham belum menerima dokumen dari Partai Demokrat versi KLB Deli Serdang. “Belum ada dokumen yang masuk,” kata Baroto, saat dihubungi wartawan, kemarin.

Deputi Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat, Kamhar Lakumani tak ambil pusing dengan hal ini. Pihaknya mengaku tidak masalah apakah kubu KLB Deli Serdang sudah menyerahkan berkas atau belum ke Kemenkumham. Sebab, dia yakin, Demokrat KLB Deli Serdang tetap tidak akan diakui pemerintah. Sebab, Demokrat yang sah adalah yang dipimpin AHY. 

Keyakinan Kamhar semakin kuat saat melihat enam kader Demokrat yang dipecat AHY dan menjadi motor KLB Deli Sedang mengajukan gugatan ke pengadilan. Mereka adalah Marzuki Alie, Darmizal, Tri Yulianto, Achmad Yahya, Yus Sudarso, dan Syofwatillah Mohzaib. Mereka mengajukan gugatan terhadap AHY, Teuku Riefky Harsya, dan Hinca Pandjaitan.

Dalam gugatan yang diserahkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Marzuki Alie Cs meminta hakim membatalkan pemecatan mereka. “Ini artinya mereka mengakui AHY sebagai Ketua Umum Demokrat dan tak mempercayai forum KLB yang mereka gagas,” kata Kamhar, kemarin. 

 

Menghadapi persoalan ini, Menkumham Yasonna H Laoly berjanji akan bersikap objektif dan profesional. Menteri asal PDIP ini menilai, gejolak yang ada di Demokrat adalah masalah internal partai. 

Dia pun minta kepada AHY dan SBY agar tidak menyerang dan menuduh pemerintah yang tidak-tidak. “Ini saya pesan kepada salah seorang pengurus Demokrat, tolong Pak SBY dan AHY jangan tuding-tuding pemerintah begini, pemerintah begini. Tulis saja, kita objektif kok. Jangan main serang-serang yang tidak ada dasarnya,” kata Yasonna, di Gedung DPR, kemarin.

Sementara itu, AHY terus bergerilya untuk menggalang dukungan. Kemarin, putra sulung SBY itu menyambangi kediaman mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie. Kepada Jimly, AHY meminta wejangan terkait kisruh Demokrat. 

Usai bertemu, AHY mengaku mendapatkan banyak masukan dari Jimly. Selain itu, Jimly juga turut memberi dukungan dan doa agar permasalahan di Demokrat segera usai.

Sebelumnya, Jimly menuliskan pendapatnya terkait polemik Demokrat. Ia menyarankan dua hal yang harus dilakukan pemerintah jika ingin bersikap netral. Yaitu, tidak mengesahkan pendaftaran pengurus KLB dan mengganti Moeldoko dari jabatan Kepala Staf Presiden. 

Jimly juga mengulas soal penyelesaian perselisihan menurut Undang-Undang Partai Politik (UU Parpol). Dia bilang, perselisihan partai harus diselesaikan dahulu di intern. Jika tidak selesai, dilanjutkan ke pengadilan. Setelah pengadilan memutus, baru Menkumham mengesahkan. 

“Ini prosedur umum dalam hukum administrasi. Tapi khusus pengesahan parpol, sudah tegas diatur sebagai lex specialis di Undang-Undang bahwa Menteri tidak dapat mengesahkan sampai konflik terselesaikan dulu secara internal atau via Pengadilan Negeri/Mahkamah Agung,” kicau @JimlyAs. [BCG]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories