Cristiano Ronaldo, Kebanggaan Sang Bunda

Maria Dolores dos Santos Aveiro, merasa beruntung dengan kecemerlangan karier anaknya, Cristiano Ronaldo. Ia bahkan bangga dengan kepedulian bintang Juventus tersebut terhadap sesamanya yang kurang mampu.

Kepada Daily Mail, Maria Dolares bercerita. Kepedulian CR7, julukan Cristiano Ronaldo, terhadap sesama sejatinya telah tumbuh saat masih masih meniti karier sebagai pesepakbola profesional. Ia begitu peduli terhadap keluarga dan teman-temannya.

“Momen yang paling bikin saya haru adalah ketika ia membantu kakaknya, Hugo Aveiro. Dia yang membayar seluruh biaya rehabilitasi narkoba Hugo sampai selesai. Padahal saat itu uangnya tidak banyak,” kata Maria Dolares.

Dia bercerita, tumbuhnya kebaikan hati Ronaldo kala itu tak lepas dari pengalaman pahit yang menimpa ayahnya, Jose Diniz Aveiro. Ayahnya meninggal pada 2005 akibat gangguan pada liver, yang disebabkan kecanduannya minuman keras.

Sedangkan dirinya tak mampu menanggung beban biaya rehabilitasi, karena gajinya yang sangat kecil dari pekerjaan- nya sebagai tukang bersih-bersih.

“Ronaldo saat itu masih berusia 16 tahun, tapi mampu menyelamatkan kakaknya yang berusia 10 tahun lebih tua dari narkoba. Saya begitu bangga padanya. Apalagi setelah tahu dia tumbuh jadi sosok yang peduli terhadap sesama,” ujarnya. [DNU]

]]> Maria Dolores dos Santos Aveiro, merasa beruntung dengan kecemerlangan karier anaknya, Cristiano Ronaldo. Ia bahkan bangga dengan kepedulian bintang Juventus tersebut terhadap sesamanya yang kurang mampu.

Kepada Daily Mail, Maria Dolares bercerita. Kepedulian CR7, julukan Cristiano Ronaldo, terhadap sesama sejatinya telah tumbuh saat masih masih meniti karier sebagai pesepakbola profesional. Ia begitu peduli terhadap keluarga dan teman-temannya.

“Momen yang paling bikin saya haru adalah ketika ia membantu kakaknya, Hugo Aveiro. Dia yang membayar seluruh biaya rehabilitasi narkoba Hugo sampai selesai. Padahal saat itu uangnya tidak banyak,” kata Maria Dolares.

Dia bercerita, tumbuhnya kebaikan hati Ronaldo kala itu tak lepas dari pengalaman pahit yang menimpa ayahnya, Jose Diniz Aveiro. Ayahnya meninggal pada 2005 akibat gangguan pada liver, yang disebabkan kecanduannya minuman keras.

Sedangkan dirinya tak mampu menanggung beban biaya rehabilitasi, karena gajinya yang sangat kecil dari pekerjaan- nya sebagai tukang bersih-bersih.

“Ronaldo saat itu masih berusia 16 tahun, tapi mampu menyelamatkan kakaknya yang berusia 10 tahun lebih tua dari narkoba. Saya begitu bangga padanya. Apalagi setelah tahu dia tumbuh jadi sosok yang peduli terhadap sesama,” ujarnya. [DNU]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories