Corona Turun, Tapi… Subsidi Gaji Pegawai Dihapus, Santunan Kematian Dihapus, Listrik Gratis Jadi Diskon 50% Awalnya Mau Tersenyum, Rakyat Kembali Menangis

Penyebaran virus Corona sekarang ini mulai bikin lega. Kasus positif harian terus menunjukkan angka penurunan. Tapi, kabar baik ini justru dinodai oleh kabar yang kurang baik. Subsidi gaji bagi pegawai berpenghasilan di bawah Rp 5 juta per bulan dihapus, santunan kematian juga dihapus. Listrik bagi orang miskin yang selama ini gratis, sekarang hanya didiskon 50 persen. Akhirnya, rakyat yang tadinya mau tersenyum karena Corona turun, eh jadi mewek lagi mendengar berbagai kabar buruk itu.

Sudah sebulan ini, penyebaran virus asal Wuhan, China itu, terus alami penurunan. Angka penambahan kasus positifnya tidak seganas di awal Tahun Baru yang mencapai hingga 15 ribu per hari. Kemarin, kasus positif bertambah sebesar 6.389 orang dengan angka yang sembuh di atas 7 ribu.

Jubir Satgas COVID-19, Prof Wiku Adisasmito mengungkapkan, data penanganan pandemi corona di sejumlah provinsi prioritas. 4 provinsi besar mengalami penurunan kasus aktif 4 pekan berturut-turut. “DKI, Jatim, Bali dan Sumbar menunjukkan penurunan konsisten selama 4 minggu terakhir,” kata Prof Wiku dalam jumpa pers virtual, kemarin.

Ini tentu menjadi kabar baik. Sebab, salah satu standar WHO, pandemi di suatu wilayah terkendali adalah kasus turun 4 minggu berturut-turut. “Namun ada juga provinsi yang menunjukkan perkembangan kurang baik yaitu Kalsel, Papua, dan Aceh,” tutur dia.

Sayangnya, di waktu yang hampir bersamaan, ada kabar buruk bagi kalangan bawah yang selama ini paling terkena dampak dari penyebaran Corona. Apa itu? Teranyar adalah subsidi listrik bagi pelanggan golongan 450 volt ampere (VA). Sebelumnya, listrik yang dipakai golongan orang kecil itu digratiskan selama pandemi, tapi mulai bulan depan, hanya dapat insentif 50 persen saja.

“Dengan membaiknya perekonomian nasional, kemudian diputuskan bahwa pemberian diskon tarif yaitu untuk golongan rumah tangga dan industri serta bisnis yang kecil yang 450 VA akan diberikan sebesar 50 persen. Tidak lagi 100 persen, tetapi 50 persen,” ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Rida Mulyana, dalam konferensi pers virtual, kemarin.

Pemangkasan besaran diskon tarif juga diberlakukan bagi pelanggan golongan 900 VA subsidi. Pada periode-periode sebelumnya, golongan ini menerima diskon sebesar 50 persen, namun mulai April mendatang menjadi 25 persen. “Untuk triwulan II kita tetapkan diberikan 25 persennya saja. Itu untuk diskon,” ucapnya.

Sebelumnya, pemerintah memperpanjang pemberian stimulus diskon listrik bagi pelanggan golongan 450 volt ampere (VA) dan 900 VA subsidi. Stimulus yang sudah mulai dilaksanakan sejak April tahun lalu itu, akan diperpanjang hingga Juni 2021.

Selain soal listrik, santunan kematian bagi ahli waris pasien Covid-19 sudah lama dihapus oleh Kementerian Sosial (Kemensos). Padahal, di tahun 2020, keluarga korban Covid-19 mendapat santunan kematian dari pemerintah sebesar Rp 15 juta.

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menjelaskan alasan dihapusnya anggaran santunan untuk keluarga korban itu karena keuangan di Kemensos menipis akibat anggaran santunan dikeluarkan terlalu banyak di tahun 2020.

 

“Tidak terprediksi sebelumnya kalau jumlah korban Covid-19 terus meningkat, turut menguras keuangan Kemensos,” kata Risma (28/2).

Kabar buruk lainnya, yakni subsidi gaji Rp 600 ribu per bulan bagi pekerja resmi, dihapus. Kepastian ini disampaikan langsung Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziah, baru-baru ini. Ida memastikan, subsidi upah atau gaji bagi pegawai yang berpendapatan di bawah Rp 5 juta resmi distop.

Ida mengakui, program pemerintah berupa bantuan subsidi upah atau gaji (BSU) itu tidak dialokasikan di APBN 2021. Namun, menurut Menteri dari PKB itu, program itu telah dialihkan menjadi program kartu prakerja.

“Untuk sekarang, kami tidak menggunakan skema subsisdi upah, tapi program kartu prakerja yang di situ ada insentifnya tetap dilanjutkan,” kata Ida.

Namun, keputusan itu mendapat penolakan dari kalangan buruh. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal meminta BLT sebesar Rp 2,4 juta tersebut dimasukkan ke dalam APBN perubahan 2021. Sebab, kini situasinya para buruh dengan upah di bawah Rp 5 juta masih membutuhkan bantuan dari pemerintah.

“Karena itu, bapak presiden kami minta BSU tetap ada dan masukkan ke APBN perubahan 2021,” ujarnya.

Menurut dia, penyaluran BLT tersebut merupakan upaya yang baik dari pemerintah dalam menjaga daya beli buruh. “Karena dengan BSU meningkatkan daya beli. Setidaknya menjaga daya beli buruh,” katanya.

Keputusan penghapusan berbagai subsidi buat rakyat kecil bikin warga dunia maya bersedih. “Waduh bos itu Corona nya lebih ganas varian baru B117 bukannya tambahin bansos hadeuhh,” cuit akun @distributorpulsa.

“Mereka minta perketat protokol kesehatan, sedangkan mereka di atas sana bebas melanggar protokol itu sendiri! Sekarang rakyat kecil makin susah cari makan dengan aturan yang mereka buat,” kata akun @iyaDarius. ”Nasib rakyat kecil,” timpal akun @riantears. “Pengusaha disubsidi rakyat kecil, tapi gaji gak sesuai UMR. Enak banget,” kata akun @BangMam1200723. [QAR]

]]> Penyebaran virus Corona sekarang ini mulai bikin lega. Kasus positif harian terus menunjukkan angka penurunan. Tapi, kabar baik ini justru dinodai oleh kabar yang kurang baik. Subsidi gaji bagi pegawai berpenghasilan di bawah Rp 5 juta per bulan dihapus, santunan kematian juga dihapus. Listrik bagi orang miskin yang selama ini gratis, sekarang hanya didiskon 50 persen. Akhirnya, rakyat yang tadinya mau tersenyum karena Corona turun, eh jadi mewek lagi mendengar berbagai kabar buruk itu.

Sudah sebulan ini, penyebaran virus asal Wuhan, China itu, terus alami penurunan. Angka penambahan kasus positifnya tidak seganas di awal Tahun Baru yang mencapai hingga 15 ribu per hari. Kemarin, kasus positif bertambah sebesar 6.389 orang dengan angka yang sembuh di atas 7 ribu.

Jubir Satgas COVID-19, Prof Wiku Adisasmito mengungkapkan, data penanganan pandemi corona di sejumlah provinsi prioritas. 4 provinsi besar mengalami penurunan kasus aktif 4 pekan berturut-turut. “DKI, Jatim, Bali dan Sumbar menunjukkan penurunan konsisten selama 4 minggu terakhir,” kata Prof Wiku dalam jumpa pers virtual, kemarin.

Ini tentu menjadi kabar baik. Sebab, salah satu standar WHO, pandemi di suatu wilayah terkendali adalah kasus turun 4 minggu berturut-turut. “Namun ada juga provinsi yang menunjukkan perkembangan kurang baik yaitu Kalsel, Papua, dan Aceh,” tutur dia.

Sayangnya, di waktu yang hampir bersamaan, ada kabar buruk bagi kalangan bawah yang selama ini paling terkena dampak dari penyebaran Corona. Apa itu? Teranyar adalah subsidi listrik bagi pelanggan golongan 450 volt ampere (VA). Sebelumnya, listrik yang dipakai golongan orang kecil itu digratiskan selama pandemi, tapi mulai bulan depan, hanya dapat insentif 50 persen saja.

“Dengan membaiknya perekonomian nasional, kemudian diputuskan bahwa pemberian diskon tarif yaitu untuk golongan rumah tangga dan industri serta bisnis yang kecil yang 450 VA akan diberikan sebesar 50 persen. Tidak lagi 100 persen, tetapi 50 persen,” ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Rida Mulyana, dalam konferensi pers virtual, kemarin.

Pemangkasan besaran diskon tarif juga diberlakukan bagi pelanggan golongan 900 VA subsidi. Pada periode-periode sebelumnya, golongan ini menerima diskon sebesar 50 persen, namun mulai April mendatang menjadi 25 persen. “Untuk triwulan II kita tetapkan diberikan 25 persennya saja. Itu untuk diskon,” ucapnya.

Sebelumnya, pemerintah memperpanjang pemberian stimulus diskon listrik bagi pelanggan golongan 450 volt ampere (VA) dan 900 VA subsidi. Stimulus yang sudah mulai dilaksanakan sejak April tahun lalu itu, akan diperpanjang hingga Juni 2021.

Selain soal listrik, santunan kematian bagi ahli waris pasien Covid-19 sudah lama dihapus oleh Kementerian Sosial (Kemensos). Padahal, di tahun 2020, keluarga korban Covid-19 mendapat santunan kematian dari pemerintah sebesar Rp 15 juta.

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menjelaskan alasan dihapusnya anggaran santunan untuk keluarga korban itu karena keuangan di Kemensos menipis akibat anggaran santunan dikeluarkan terlalu banyak di tahun 2020.

 

“Tidak terprediksi sebelumnya kalau jumlah korban Covid-19 terus meningkat, turut menguras keuangan Kemensos,” kata Risma (28/2).

Kabar buruk lainnya, yakni subsidi gaji Rp 600 ribu per bulan bagi pekerja resmi, dihapus. Kepastian ini disampaikan langsung Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziah, baru-baru ini. Ida memastikan, subsidi upah atau gaji bagi pegawai yang berpendapatan di bawah Rp 5 juta resmi distop.

Ida mengakui, program pemerintah berupa bantuan subsidi upah atau gaji (BSU) itu tidak dialokasikan di APBN 2021. Namun, menurut Menteri dari PKB itu, program itu telah dialihkan menjadi program kartu prakerja.

“Untuk sekarang, kami tidak menggunakan skema subsisdi upah, tapi program kartu prakerja yang di situ ada insentifnya tetap dilanjutkan,” kata Ida.

Namun, keputusan itu mendapat penolakan dari kalangan buruh. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal meminta BLT sebesar Rp 2,4 juta tersebut dimasukkan ke dalam APBN perubahan 2021. Sebab, kini situasinya para buruh dengan upah di bawah Rp 5 juta masih membutuhkan bantuan dari pemerintah.

“Karena itu, bapak presiden kami minta BSU tetap ada dan masukkan ke APBN perubahan 2021,” ujarnya.

Menurut dia, penyaluran BLT tersebut merupakan upaya yang baik dari pemerintah dalam menjaga daya beli buruh. “Karena dengan BSU meningkatkan daya beli. Setidaknya menjaga daya beli buruh,” katanya.

Keputusan penghapusan berbagai subsidi buat rakyat kecil bikin warga dunia maya bersedih. “Waduh bos itu Corona nya lebih ganas varian baru B117 bukannya tambahin bansos hadeuhh,” cuit akun @distributorpulsa.

“Mereka minta perketat protokol kesehatan, sedangkan mereka di atas sana bebas melanggar protokol itu sendiri! Sekarang rakyat kecil makin susah cari makan dengan aturan yang mereka buat,” kata akun @iyaDarius. ”Nasib rakyat kecil,” timpal akun @riantears. “Pengusaha disubsidi rakyat kecil, tapi gaji gak sesuai UMR. Enak banget,” kata akun @BangMam1200723. [QAR]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories