Corona Naik Terus, Rupiah Loyo Lagi .

Jelang akhir pekan, nilai tukar rupiah dibuka lunglai lagi. Kali ini minus 0,04 persen di level Rp 14.019 per dolar AS dibandingkan perdagangan Kamis (4/2) sore di level Rp 14.015 per dolar AS.

Pagi ini, rupiah melemah bersama beberapa mata uang di kawasan Asia, seperti won Korea Selatan turun 0,41 persen, ringgit Malaysia melemah 0,34 persen, rupee India turun 0,07 persen, dolar Taiwan turun 0,02 persen, peso Filipina 0,02 persen.

Indeks dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya naik 0,5 persen menjadi 91,509, dan telah menguat 1,7 persen sejauh tahun ini di level tertinggi dalam dua bulan terakhir.

Sementara pergerakan mata uang Garuda terhadap euro berada di zona merah dengan minus 0,66 persen ke level Rp 16.778, terhadap dolar Australia melemah 0,60 persen ke level Rp 10.651, dan terhadap yuan China juga loyo 0,56 persen di level Rp 2.165.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, dalam hasil risetnya menuturkan, saat ini para pelaku pasar tertuju pada penyebaran Covid-19 di Indonesia yang terus meningkat.

“Data ini yang membuat pelaku pasar kembali pesimistis terhadap penanganan Covid-19 di Indonesia,” jelas Ibrahim, Jumat (5/2).

Menurutnya, walaupun pemerintah sudah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), dampak ekonomi dari pembatasan sosial tersebut begitu terasa terhadap pertumbuhan ekonomi domestik.

Sementara dari eksternal, para pelaku pasar optimistis terhadap kemajuan dalam melewati paket stimulus 1,9 triliun dolar AS melalui Kongres AS. Senat mulai memperdebatkan resolusi anggaran untuk tahun fiskal 2021, ini menjadi langkah pertama untuk mengesahkan paket yang diusulkan Presiden Joe Biden pada Januari.

“Untuk itu rupiah kemungkinan flukuatif dan ditutup menguat di rentang Rp 14 ribu hingga Rp 14.050 per dolar AS,” imbuhnya. [DWI]

]]> .
Jelang akhir pekan, nilai tukar rupiah dibuka lunglai lagi. Kali ini minus 0,04 persen di level Rp 14.019 per dolar AS dibandingkan perdagangan Kamis (4/2) sore di level Rp 14.015 per dolar AS.

Pagi ini, rupiah melemah bersama beberapa mata uang di kawasan Asia, seperti won Korea Selatan turun 0,41 persen, ringgit Malaysia melemah 0,34 persen, rupee India turun 0,07 persen, dolar Taiwan turun 0,02 persen, peso Filipina 0,02 persen.

Indeks dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya naik 0,5 persen menjadi 91,509, dan telah menguat 1,7 persen sejauh tahun ini di level tertinggi dalam dua bulan terakhir.

Sementara pergerakan mata uang Garuda terhadap euro berada di zona merah dengan minus 0,66 persen ke level Rp 16.778, terhadap dolar Australia melemah 0,60 persen ke level Rp 10.651, dan terhadap yuan China juga loyo 0,56 persen di level Rp 2.165.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, dalam hasil risetnya menuturkan, saat ini para pelaku pasar tertuju pada penyebaran Covid-19 di Indonesia yang terus meningkat.

“Data ini yang membuat pelaku pasar kembali pesimistis terhadap penanganan Covid-19 di Indonesia,” jelas Ibrahim, Jumat (5/2).

Menurutnya, walaupun pemerintah sudah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), dampak ekonomi dari pembatasan sosial tersebut begitu terasa terhadap pertumbuhan ekonomi domestik.

Sementara dari eksternal, para pelaku pasar optimistis terhadap kemajuan dalam melewati paket stimulus 1,9 triliun dolar AS melalui Kongres AS. Senat mulai memperdebatkan resolusi anggaran untuk tahun fiskal 2021, ini menjadi langkah pertama untuk mengesahkan paket yang diusulkan Presiden Joe Biden pada Januari.

“Untuk itu rupiah kemungkinan flukuatif dan ditutup menguat di rentang Rp 14 ribu hingga Rp 14.050 per dolar AS,” imbuhnya. [DWI]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories

Generated by Feedzy