CNI Nutrimoist Pertolongan Pertama untuk Luka Bakar .

<p>Kebakaran menjadi bencana yang paling sering terjadi di Indonesia. Di wilayah DKI Jakarta misalnya, begitu sering terjadi kebakaran. Korban akibat kebakaran ini juga banyak. Melihat hal ini, CNI meluncurkan CNI Nutrimoist, yang bisa menjadi pertolongan pertama untuk luka bakar.</p>

<p>Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) DKI Jakarta pada 2019, jumlah kebakaran terbanyak ada di Jakarta Timur dengan 103 kejadian. Sementara untuk di wilayah lain adalah Jakarta Selatan 97 kejadian, Jakarta Barat 85, Jakarta Utara 71, dan Jakarta Pusat 53.</p>

<p>Hal serupa juga terjadi di wilayah Aceh. Pada Januari 2020 dilaporkan terdapat 65 kejadian kebakaran dengan total kerugian sekitar Rp 16 miliar.</p>

<p>Akibat peristiwa ini, banyak korban luka bakar, sehingga butuh penanganan yang tepat dalam mengatasinya. Luka tersebut harus segera diobati lantaran kulit merupakan salah satu bagian tubuh paling vital bagi manusia.&nbsp;</p>

<p>Kulit memiliki tiga lapisan, yaitu epidermis yang merupakan lapisan kulit terluar yang dapat dilihat langsung oleh mata dan disentuh, serta pelindung tubuh paling luar. Kemudian dermis, yang menjadi lapisan di bawah epidermis dan terbagi dalam dua lapisan (area dangkal berbatasan dengan epidermis disebut papiler dan area dalam tebal dikenal sebagai dermis retikular). Terakhir,&nbsp;hipodermis yang adalah lapisan terdalam kulit, tempat menyimpan lemak, akar folikel rambut, dan terdapat pembuluh darah serta saraf.</p>

<p>Luka bakar adalah cedera yang dapat mengakibatkan kerusakan kulit secara permanen. Setelah terkena luka bakar, biasanya penderita mengalami masalah kulit seperti melepuh, nyeri, kulit terkelupas, kulit merah, syok, pembengkakan dan gosong.</p>

<p>Luka bakar memiliki tiga klasifikasi derajat. Luka bakar derajat 1 terjadi di permukaan kulit yang menimbulkan kemerahan pada kulit bagian atas (epidermis). Contohnya seperti terbakar matahari, yang membuat kulit kemungkinan akan memerah dan perih ketika disentuh tapi tidak menimbulkan<br />
lepuhan.</p>

<p>Luka bakar derajat 2 mencapai titik didih atau lebih tinggi sehingga menyebabkan kerusakan di lapisan kulit yang lebih dalam (dermis). Luka bakar derajat 2 ini ditandai dengan kulit memerah, bengkak, timbulnya lepuhan, kulit menjadi mengkilap dan basah dan sakit apabila terkena sentuhan.&nbsp;Selanjutnya luka bakar derajat 3 menyebabkan kerusakan pada seluruh jaringan kulit hingga mencapai lapisan lemak, serta merusak saraf dan pembuluh darah.</p>

<h3>Pertolongan Pertama pada Luka Bakar</h3>

<p>Sebagai pertolongan pertama, CNI Nutrimoist bisa menjadi solusi. Produk ini adalah krim multiguna untuk kulit yang diformulasikan dengan menggunakan kandungan herbal alami.</p>

<p>Ada empat bahan utama yang terdapat dalam CNI Nutrimoist yaitu Panax Ginseng yang bisa membantu mengeringkan luka basah, Polygonum Multiflori untuk meredakan nyeri akibat bisul dan luka serta berfungsi sebagai bahan antiseptik, Polygonum Cuspidatum Sieb yang bisa mengurangi rasa panas akibat luka bakar, dan Angelicae Sinensis yang bisa melancarkan aliran darah serta melembabkan kulit.</p>

<p>CNI Nutrimoist sebagai antiseptic agent yang akan membunuh kuman dan bakteri, sekaligus mencegah agar tidak berkembang biak. Kandungan nutrisinya membantu mempercepat regenerasi sel-sel kulit baru, sehingga proses penyembuhan bisa lebih cepat.</p>

<p>Manfaat CNI Nutrimoist dirasakan Muhaimin, salah seorang warga Pondok Gede, Jakarta Timur. Pada 2019, dia mengalami luka bakar akibat kompor meledak. &ldquo;Setiap hari saya selalu rutin mengaplikasikan Nutrimoist dan setelah 4 minggu, luka bakar saya sudah sembuh dengan bekas luka yang sangat minim,&rdquo; ucapnya, seperti keterangan yang diterima redaksi, Selasa (25/7).</p> .

<p>Kebakaran menjadi bencana yang paling sering terjadi di Indonesia. Di wilayah DKI Jakarta misalnya, begitu sering terjadi kebakaran. Korban akibat kebakaran ini juga banyak. Melihat hal ini, CNI meluncurkan CNI Nutrimoist, yang bisa menjadi pertolongan pertama untuk luka bakar.</p>

<p>Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) DKI Jakarta pada 2019, jumlah kebakaran terbanyak ada di Jakarta Timur dengan 103 kejadian. Sementara untuk di wilayah lain adalah Jakarta Selatan 97 kejadian, Jakarta Barat 85, Jakarta Utara 71, dan Jakarta Pusat 53.</p>

<p>Hal serupa juga terjadi di wilayah Aceh. Pada Januari 2020 dilaporkan terdapat 65 kejadian kebakaran dengan total kerugian sekitar Rp 16 miliar.</p>

<p>Akibat peristiwa ini, banyak korban luka bakar, sehingga butuh penanganan yang tepat dalam mengatasinya. Luka tersebut harus segera diobati lantaran kulit merupakan salah satu bagian tubuh paling vital bagi manusia.&nbsp;</p>

<p>Kulit memiliki tiga lapisan, yaitu epidermis yang merupakan lapisan kulit terluar yang dapat dilihat langsung oleh mata dan disentuh, serta pelindung tubuh paling luar. Kemudian dermis, yang menjadi lapisan di bawah epidermis dan terbagi dalam dua lapisan (area dangkal berbatasan dengan epidermis disebut papiler dan area dalam tebal dikenal sebagai dermis retikular). Terakhir,&nbsp;hipodermis yang adalah lapisan terdalam kulit, tempat menyimpan lemak, akar folikel rambut, dan terdapat pembuluh darah serta saraf.</p>

<p>Luka bakar adalah cedera yang dapat mengakibatkan kerusakan kulit secara permanen. Setelah terkena luka bakar, biasanya penderita mengalami masalah kulit seperti melepuh, nyeri, kulit terkelupas, kulit merah, syok, pembengkakan dan gosong.</p>

<p>Luka bakar memiliki tiga klasifikasi derajat. Luka bakar derajat 1 terjadi di permukaan kulit yang menimbulkan kemerahan pada kulit bagian atas (epidermis). Contohnya seperti terbakar matahari, yang membuat kulit kemungkinan akan memerah dan perih ketika disentuh tapi tidak menimbulkan<br />
lepuhan.</p>

<p>Luka bakar derajat 2 mencapai titik didih atau lebih tinggi sehingga menyebabkan kerusakan di lapisan kulit yang lebih dalam (dermis). Luka bakar derajat 2 ini ditandai dengan kulit memerah, bengkak, timbulnya lepuhan, kulit menjadi mengkilap dan basah dan sakit apabila terkena sentuhan.&nbsp;Selanjutnya luka bakar derajat 3 menyebabkan kerusakan pada seluruh jaringan kulit hingga mencapai lapisan lemak, serta merusak saraf dan pembuluh darah.</p>

<h3>Pertolongan Pertama pada Luka Bakar</h3>

<p>Sebagai pertolongan pertama, CNI Nutrimoist bisa menjadi solusi. Produk ini adalah krim multiguna untuk kulit yang diformulasikan dengan menggunakan kandungan herbal alami.</p>

<p>Ada empat bahan utama yang terdapat dalam CNI Nutrimoist yaitu Panax Ginseng yang bisa membantu mengeringkan luka basah, Polygonum Multiflori untuk meredakan nyeri akibat bisul dan luka serta berfungsi sebagai bahan antiseptik, Polygonum Cuspidatum Sieb yang bisa mengurangi rasa panas akibat luka bakar, dan Angelicae Sinensis yang bisa melancarkan aliran darah serta melembabkan kulit.</p>

<p>CNI Nutrimoist sebagai antiseptic agent yang akan membunuh kuman dan bakteri, sekaligus mencegah agar tidak berkembang biak. Kandungan nutrisinya membantu mempercepat regenerasi sel-sel kulit baru, sehingga proses penyembuhan bisa lebih cepat.</p>

<p>Manfaat CNI Nutrimoist dirasakan Muhaimin, salah seorang warga Pondok Gede, Jakarta Timur. Pada 2019, dia mengalami luka bakar akibat kompor meledak. &ldquo;Setiap hari saya selalu rutin mengaplikasikan Nutrimoist dan setelah 4 minggu, luka bakar saya sudah sembuh dengan bekas luka yang sangat minim,&rdquo; ucapnya, seperti keterangan yang diterima redaksi, Selasa (25/7).</p> .

Sumber : Berita Etalase Bisnis .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories