CMV, Biang Kerok Terbanyak Pada Pasien Probable Hepatitis Akut

Total kasus dugaan hepatitis akut kumulatif di Indonesia, kini berjumlah 70. Rinciannya, 16 kasus probable, 14 pending, dan 40 discarded atau sudah disingkirkan. Karena telah dipastikan, penyebabnya bukan virus hepatitis yang masuk dalam dugaan ini.

“Paling banyak ada di Jakarta, dengan 5 kasus probable, 2 kasus pending, dan 17 kasus discarded,” kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Mohammad Syahril, dalam konferensi pers virtual, Jumat (24/6).

Terhadap 16 kasus probable yang didominasi oleh jenis kelamin laki-laki serta kelompok usia anak dan remaja, pemerintah melakukan pemeriksaan tes PCR/RDT Antigen. Hasilnya, semua pasien probable negatif Covid-19.

Selain itu, pemerintah juga melakukan uji PCR dan metagenomik, untuk memastikan jenis patogen yang paling banyak menginfeksi. Terbukti, patogen jenis CMV atau cytomegalovirus adalah yang paling banyak ditemukan pada pasien probable.

Ini terdeteksi pada 4 dari 15 pasien, atau mencakup 25 persen kasus.

Hasil lainnya, 9 dari 16 pasien probable (56,25 persen) terdeteksi virus dari famili Herpesviridae (CMV, HSV1, HHV-6A, HHV1, EBV). Selain itu, 1 pasien dinyatakan positif Enterovirus dan 1 pasien positif Adenovirus berdasarkan hasil tes PCR swab rektal.

“Ini menjadi catatan bagi kita dalam menanti keputusan WHO, mengenai penyebab yang disepakati, untuk mengkonfirmasi kasus hepatitis akut misterius yang belum diketahui penyebabnya ini,” kata Syahril. ■

]]> Total kasus dugaan hepatitis akut kumulatif di Indonesia, kini berjumlah 70. Rinciannya, 16 kasus probable, 14 pending, dan 40 discarded atau sudah disingkirkan. Karena telah dipastikan, penyebabnya bukan virus hepatitis yang masuk dalam dugaan ini.

“Paling banyak ada di Jakarta, dengan 5 kasus probable, 2 kasus pending, dan 17 kasus discarded,” kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Mohammad Syahril, dalam konferensi pers virtual, Jumat (24/6).

Terhadap 16 kasus probable yang didominasi oleh jenis kelamin laki-laki serta kelompok usia anak dan remaja, pemerintah melakukan pemeriksaan tes PCR/RDT Antigen. Hasilnya, semua pasien probable negatif Covid-19.

Selain itu, pemerintah juga melakukan uji PCR dan metagenomik, untuk memastikan jenis patogen yang paling banyak menginfeksi. Terbukti, patogen jenis CMV atau cytomegalovirus adalah yang paling banyak ditemukan pada pasien probable.

Ini terdeteksi pada 4 dari 15 pasien, atau mencakup 25 persen kasus.

Hasil lainnya, 9 dari 16 pasien probable (56,25 persen) terdeteksi virus dari famili Herpesviridae (CMV, HSV1, HHV-6A, HHV1, EBV). Selain itu, 1 pasien dinyatakan positif Enterovirus dan 1 pasien positif Adenovirus berdasarkan hasil tes PCR swab rektal.

“Ini menjadi catatan bagi kita dalam menanti keputusan WHO, mengenai penyebab yang disepakati, untuk mengkonfirmasi kasus hepatitis akut misterius yang belum diketahui penyebabnya ini,” kata Syahril. ■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories