Citigroup Hengkang Dari Bisnis Ritel Banking Indonesia, Gimana Nasib Nasabah? .

Perusahaan raksasa keuangan asal Amerika Serikat (AS) Citigroup memutuskan untuk mencabut layanan bisnis retail bankingnya dari 13 negara, termasuk Indonesia.

Dalam sebuah pernyataan pers, Citigroup menyatakan akan berhenti memberikan layanan retail bankingnya di Australia, Bahrain, China, India, Indonesia, Korea Selatan, Malaysia, Filipina, Polandia, Rusia, Taiwan, Thailand dan Vietnam.

Kini, Perusahaan itu memilih fokus pada bisnis Global Consumer Bank di Asia dan EMEA pada empat global wealth center. Keputusan tersebut diumumkan CEO Citi Jane Fraser dalam keterangan resminya, Jumat (16/4).

Sehubungan dengan rencana tersebut, CEO Citi Indonesia, Batara Sianturi, menyatakan, penyegaran strategi oleh Citi ini akan menciptakan peluang besar bagi pihaknya, untuk menawarkan nilai proposisi yang berbeda dan unik kepada para klien.

“Saat kami memasuki fase baru pertumbuhan dan transformasi yang berfokus pada bisnis perbankan institusional kami,” ucapnya.

Dikatakan Batara, Citi Indonesia telah berada di Indonesia sejak 1968 dengan tim yang penuh dedikasi, dan basis klien kuat yang telah berkontribusi pada kesuksesan perusahaan.

Saat ini Citi Indonesia melayani 90 persen dari 20 perusahaan terbesar di Indonesia. Di mana pada tahun lalu perusahaan mengumpulkan dana sebesar lebih dari 10 miliar dolar AS untuk para klien Citi di Indonesia.

“Tidak akan ada perubahan langsung pada operasi kami di Indonesia, dan tidak ada dampak langsung terhadap para karyawan kami setelah pengumuman ini,” tegasnya.

Untuk saat ini, kata Batara, Citi Indonesia akan terus melayani klien dan nasabah dengan penuh perhatian, empati, dan dedikasi yang sama seperti yang dilakukan selama ini. [DWI]

]]> .
Perusahaan raksasa keuangan asal Amerika Serikat (AS) Citigroup memutuskan untuk mencabut layanan bisnis retail bankingnya dari 13 negara, termasuk Indonesia.

Dalam sebuah pernyataan pers, Citigroup menyatakan akan berhenti memberikan layanan retail bankingnya di Australia, Bahrain, China, India, Indonesia, Korea Selatan, Malaysia, Filipina, Polandia, Rusia, Taiwan, Thailand dan Vietnam.

Kini, Perusahaan itu memilih fokus pada bisnis Global Consumer Bank di Asia dan EMEA pada empat global wealth center. Keputusan tersebut diumumkan CEO Citi Jane Fraser dalam keterangan resminya, Jumat (16/4).

Sehubungan dengan rencana tersebut, CEO Citi Indonesia, Batara Sianturi, menyatakan, penyegaran strategi oleh Citi ini akan menciptakan peluang besar bagi pihaknya, untuk menawarkan nilai proposisi yang berbeda dan unik kepada para klien.

“Saat kami memasuki fase baru pertumbuhan dan transformasi yang berfokus pada bisnis perbankan institusional kami,” ucapnya.

Dikatakan Batara, Citi Indonesia telah berada di Indonesia sejak 1968 dengan tim yang penuh dedikasi, dan basis klien kuat yang telah berkontribusi pada kesuksesan perusahaan.

Saat ini Citi Indonesia melayani 90 persen dari 20 perusahaan terbesar di Indonesia. Di mana pada tahun lalu perusahaan mengumpulkan dana sebesar lebih dari 10 miliar dolar AS untuk para klien Citi di Indonesia.

“Tidak akan ada perubahan langsung pada operasi kami di Indonesia, dan tidak ada dampak langsung terhadap para karyawan kami setelah pengumuman ini,” tegasnya.

Untuk saat ini, kata Batara, Citi Indonesia akan terus melayani klien dan nasabah dengan penuh perhatian, empati, dan dedikasi yang sama seperti yang dilakukan selama ini. [DWI]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories