Cipinang Melayu Banjir, Pangdam Jaya Dan Kapolda Metro Jaya Evakuasi 300 KK

Pangdam Jaya Mayjen TNI, Dudung Abdurachman melakukan mengevakuasi 300 kepala keluarga (KK) di RW 04 Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, akibat terendam banjir setinggi empat meter.

“Sudah 300 KK dievakuasi ke masjid selanjutnya proses evakuasi beserta Polda Metro, Basarnas dan Pemda. Ada Pak Camat dan Wali Kota juga hadir di sini,” ujar Dudung bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran dan Wali Kota Jakarta Timur, M Anwar saat meninjau banjir di RW 04 Cipinang Melayu, Sabtu (20/2).

Proses evakuasi dilakukan oleh unsur tiga pilar dari Polri, TNI dan Pemerintah daerah setempat menggunakan perahu karet bermesin dengan cara menyisir satu per satu rumah penduduk.

Sekitar 2.000 jiwa dari 300 kepala keluarga di RW 04 Cipinang Melayu, tersebut dievakuasi menuju pengungsian, sementara sebagian bertahan di lantai dua rumah. 

Petugas gabungan menghampiri rumah yang belum berlantai dua atau lebih untuk memastikan seluruh penghuninya telah dievakuasi.

Dudung menjelaskan, banjir di kawasan Cipinang Melayu terjadi akibat limpasan air dari Kali Sunter, serta intensitas hujan yang tinggi sejak Sabtu dini hari.

Korban banjir dievakuasi menuju sejumlah masjid, posko, hingga aula Universitas Borobudur Jakarta Timur. “Kodam Jaya dan Polda Metro juga memberi bantuan makanan, khususnya yang dibutuhkan warga dan obat-obatan, masker serta handsanitizer. Karena di kerumunan ini protokol kesehatan tetap kita lakukan. Jangan sampai jadi klaster baru,” ujar Dudung. [FIK]

]]> Pangdam Jaya Mayjen TNI, Dudung Abdurachman melakukan mengevakuasi 300 kepala keluarga (KK) di RW 04 Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, akibat terendam banjir setinggi empat meter.

“Sudah 300 KK dievakuasi ke masjid selanjutnya proses evakuasi beserta Polda Metro, Basarnas dan Pemda. Ada Pak Camat dan Wali Kota juga hadir di sini,” ujar Dudung bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran dan Wali Kota Jakarta Timur, M Anwar saat meninjau banjir di RW 04 Cipinang Melayu, Sabtu (20/2).

Proses evakuasi dilakukan oleh unsur tiga pilar dari Polri, TNI dan Pemerintah daerah setempat menggunakan perahu karet bermesin dengan cara menyisir satu per satu rumah penduduk.

Sekitar 2.000 jiwa dari 300 kepala keluarga di RW 04 Cipinang Melayu, tersebut dievakuasi menuju pengungsian, sementara sebagian bertahan di lantai dua rumah. 

Petugas gabungan menghampiri rumah yang belum berlantai dua atau lebih untuk memastikan seluruh penghuninya telah dievakuasi.

Dudung menjelaskan, banjir di kawasan Cipinang Melayu terjadi akibat limpasan air dari Kali Sunter, serta intensitas hujan yang tinggi sejak Sabtu dini hari.

Korban banjir dievakuasi menuju sejumlah masjid, posko, hingga aula Universitas Borobudur Jakarta Timur. “Kodam Jaya dan Polda Metro juga memberi bantuan makanan, khususnya yang dibutuhkan warga dan obat-obatan, masker serta handsanitizer. Karena di kerumunan ini protokol kesehatan tetap kita lakukan. Jangan sampai jadi klaster baru,” ujar Dudung. [FIK]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories