Chandra Asri Gandeng Sinar Mas Olah Sampah Plastik Untuk Aspal Jalan

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (Chandra Asri) menilai, pengolahan plastik bekas pakai semakin dibutuhkan untuk mengurangi sampah. Untuk itu, perusahaan melanjutkan pengolahan sampah plastik sebagai campuran aspal jalan. Sudah sejak 2018 Chandra Asri melakukan terobosan peduli lingkungan ini.

Kali ini, upaya pengolahan campuran sampah plastik dilakukan bersama Sinar Mas. Vice President of Corporate Relations & Sustainability Chandra Asri Edi Rivai mengklaim, kerja sama dengan Sinar Mas Land menjadi bukti upaya perusahaan untuk terus mencari solusi berkelanjutan atas permasalahan sampah. Terutama sampah plastik, di Indonesia.

Dia yakin permasalahan sampah plastik dapat ditangani dengan partisipasi berbagai pemangku kepentingan. “Semoga ke depannya semakin banyak pihak yang turut berpartisipasi dalam inisiatif ini untuk bersama-sama mendukung pemerintah mencapai tujuan pengelolaan sampah,” kata Edi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (25/8).

Untuk kualitas, tidak diragukan. Penambahan sampah plastik ke dalam campuran aspal dapat meningkatkan kualitas ketahanan jalan hingga 40 persen. Usaha pengolahan sampah yang dilakukan ini adalah dengan model ekonomi sirkular. Model ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, bisnis, dan lingkungan.

Chandra Asri sudah mengadakan gelaran aspal dengan campuran sampah plastik di berbagai kota di Indonesia seperti Cilegon, Tegal, dan Semarang bekerja sama dengan pemerintah setempat. Selain itu, Chandra Asri juga bekerja sama dengan institusi pendidikan yaitu Universitas Indonesia di Depok dan Universitas Dian Nuswantoro di Semarang.

Hingga kini, total gelaran jalan dengan aspal sampah plastik oleh Chandra Asri bersama para mitra adalah sepanjang 42,74 km dan 234,1 ton sampah plastik telah berhasil terkelola melalui kegiatan ini.

Dalam mewujudkan ekonomi sirkular, dibutuhkan peran serta dari seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk berperan aktif dalam pengelolaan sampah plastik. Upaya ini turut dilakukan Sinar Mas Land bersama PT Chandra Asri Petrochemical, Tbk (Chandra Asri) yang berperan aktif untuk mengembangkan aspal dengan campuran sampah plastik.

Penerapan aspal plastik tersebut telah dilakukan di salah satu jalan yang ada di kawasan Barat BSD City. Total area yang telah diaspal seluas 15.518 m2 dimana total sampah plastik yang digunakan sebesar 5,37 ton atau setara dengan 3,58 juta lembar kantong plastik.

Managing Director President Office Sinar Mas Land Dhony Rahajoe menjelaskan, kerja sama bareng Chandra Asri sejalan dengan visi sustainability perusahaan untuk menciptakan pembangunan yang berkelanjutan. Menurutnya limbah plastik merupakan salah satu masalah besar yang perlu diselesaikan bersama.

“Sinar Mas Land menyadari perlu adanya langkah-langkah konkret yang dilakukan atas isu perubahan lingkungan dan pelestarian lingkungan,” katanya.

Kolaborasi ini akan mengubah limbah plastik menjadi material yang memiliki nilai ekonomi dan bermanfaat dalam pembangunan infrastruktur. “Sekaligus menekan laju pertambahan jumlah limbah plastik yang merusak lingkungan,” ujar Dhony.

Dosen Fakultas Teknik Universitas Indonesia Gabriel Andari Kristanto menambahkan, problem sampah plastik ini sangat luar biasa di Indonesia. Masyarakat kita nyaris tidak memiliki tanggung jawab sebagai produsen sampah.

Dia mendukung upaya Chandra Asri untuk mengolah sampah plastik. Dalam program ini, Sinar Mas Land dan Chandra Asri juga bekerja sama dengan Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) untuk penyediaan bahan daur ulang sampah plastik kresek.

“Kebanyakan orang berpikir hanya membuang sampah, lalu dioper untuk ditempatkan saja. Di tempat pembuangan akhir sampah makin menumpuknya. Ini bahaya jika tak ada upaya pengolahan atau pemanfaatan,” ungkapnya. [JAR] .

]]> PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (Chandra Asri) menilai, pengolahan plastik bekas pakai semakin dibutuhkan untuk mengurangi sampah. Untuk itu, perusahaan melanjutkan pengolahan sampah plastik sebagai campuran aspal jalan. Sudah sejak 2018 Chandra Asri melakukan terobosan peduli lingkungan ini.

Kali ini, upaya pengolahan campuran sampah plastik dilakukan bersama Sinar Mas. Vice President of Corporate Relations & Sustainability Chandra Asri Edi Rivai mengklaim, kerja sama dengan Sinar Mas Land menjadi bukti upaya perusahaan untuk terus mencari solusi berkelanjutan atas permasalahan sampah. Terutama sampah plastik, di Indonesia.

Dia yakin permasalahan sampah plastik dapat ditangani dengan partisipasi berbagai pemangku kepentingan. “Semoga ke depannya semakin banyak pihak yang turut berpartisipasi dalam inisiatif ini untuk bersama-sama mendukung pemerintah mencapai tujuan pengelolaan sampah,” kata Edi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (25/8).

Untuk kualitas, tidak diragukan. Penambahan sampah plastik ke dalam campuran aspal dapat meningkatkan kualitas ketahanan jalan hingga 40 persen. Usaha pengolahan sampah yang dilakukan ini adalah dengan model ekonomi sirkular. Model ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, bisnis, dan lingkungan.

Chandra Asri sudah mengadakan gelaran aspal dengan campuran sampah plastik di berbagai kota di Indonesia seperti Cilegon, Tegal, dan Semarang bekerja sama dengan pemerintah setempat. Selain itu, Chandra Asri juga bekerja sama dengan institusi pendidikan yaitu Universitas Indonesia di Depok dan Universitas Dian Nuswantoro di Semarang.

Hingga kini, total gelaran jalan dengan aspal sampah plastik oleh Chandra Asri bersama para mitra adalah sepanjang 42,74 km dan 234,1 ton sampah plastik telah berhasil terkelola melalui kegiatan ini.

Dalam mewujudkan ekonomi sirkular, dibutuhkan peran serta dari seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk berperan aktif dalam pengelolaan sampah plastik. Upaya ini turut dilakukan Sinar Mas Land bersama PT Chandra Asri Petrochemical, Tbk (Chandra Asri) yang berperan aktif untuk mengembangkan aspal dengan campuran sampah plastik.

Penerapan aspal plastik tersebut telah dilakukan di salah satu jalan yang ada di kawasan Barat BSD City. Total area yang telah diaspal seluas 15.518 m2 dimana total sampah plastik yang digunakan sebesar 5,37 ton atau setara dengan 3,58 juta lembar kantong plastik.

Managing Director President Office Sinar Mas Land Dhony Rahajoe menjelaskan, kerja sama bareng Chandra Asri sejalan dengan visi sustainability perusahaan untuk menciptakan pembangunan yang berkelanjutan. Menurutnya limbah plastik merupakan salah satu masalah besar yang perlu diselesaikan bersama.

“Sinar Mas Land menyadari perlu adanya langkah-langkah konkret yang dilakukan atas isu perubahan lingkungan dan pelestarian lingkungan,” katanya.

Kolaborasi ini akan mengubah limbah plastik menjadi material yang memiliki nilai ekonomi dan bermanfaat dalam pembangunan infrastruktur. “Sekaligus menekan laju pertambahan jumlah limbah plastik yang merusak lingkungan,” ujar Dhony.

Dosen Fakultas Teknik Universitas Indonesia Gabriel Andari Kristanto menambahkan, problem sampah plastik ini sangat luar biasa di Indonesia. Masyarakat kita nyaris tidak memiliki tanggung jawab sebagai produsen sampah.

Dia mendukung upaya Chandra Asri untuk mengolah sampah plastik. Dalam program ini, Sinar Mas Land dan Chandra Asri juga bekerja sama dengan Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) untuk penyediaan bahan daur ulang sampah plastik kresek.

“Kebanyakan orang berpikir hanya membuang sampah, lalu dioper untuk ditempatkan saja. Di tempat pembuangan akhir sampah makin menumpuknya. Ini bahaya jika tak ada upaya pengolahan atau pemanfaatan,” ungkapnya. [JAR] .
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories