Cetak Tenaga Kerja Berkualitas Kemnaker Kuatkan Fungsi Seluruh Balai Latihan Kerja

Investasi berpengaruh besar pada perbaikan dan pertumbuhan sektor ekonomi, di tengah anjloknya daya beli masyarakat hari ini. Pada gilirannya, investasi menjadi instrumen terbukanya lapangan kerja, sekaligus kebutuhan tenaga kerja terampil dan kompeten.

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus berupaya menggenjot kompetensi tenaga kerja, agar diminati dunia usaha. Apalagi, dengan adanya Undang-Undang Cipta Kerja, dinilai mampu merangsang investor untuk membuka lapangan kerja di Indonesia.

“Sekarang tenaga kerja kita kan tinggi. Kemnaker itu bagian ekosistem tenaga kerja, yang bukan hanya fokus memberikan informasi pekerjaaan, tapi menyiapkan seseorang untuk bisa bekerja,” kata Sekretaris Jenderal Kemenaker Anwar Sanusi saat dihubungi, Minggu (28/2).

Untuk itu, intervensi yang dilakukan Kemnaker adalah dengan menguatkan seluruh Balai Latihan Kerja (BLK). Menurutnya, BLK itu difungsikan untuk menyiapkan tenaga kerja yang diharapkan pasar kerja. “Terutama industri,” ujarnya.

Anwar meyakini, program BLK merupakan salah satu lompatan besar yang dilaksanakan saat ini. BLK harus menjadi pusat pengembangan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja, yang berdaya saing di tingkat nasional dan internasional.

Apa yang dilakukan Kemnaker, sejalan dengan arahan Presiden Jokowi. Sebab, mantan Gubernur DKI Jakarta itu tengah gencar meningkatkan investasi di Tanah Air. Tujuannya, untuk menjaga pertumbuhan ekonomi.

Jokowi pernah mengatakan, semakin banyak arus modal yang masuk, maka peredaran uang akan semakin banyak, dan akan memberikan dampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi.

Sama halnya dengan Indonesia, yang juga berupaya mendatangkan sekaligus merealisasikan investasi yang masuk. Jokowi juga memberikan mandat kepada seluruh kementerian/lembaga dan Pemerintah Daerah setempat untuk tidak menghambat laju investasi.

Anwar menegaskan, Kemnaker tunduk terhadap perintah Presiden. Tidak ada visi menteri, melainkan hanya visi presiden. “Hubungan lintas sektoral bagus. Ketika kita cepat menyelesaikan UU Ciptaker, oskestranya itu kan Kemenko Perekonomian. Semuanya duduk. Kemenko perekonomian memberikan arahan, ya kita lakukan,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tengah berusaha keras agar bisa mencapai target investasi 2020-2024 sebesar Rp 4.983,2 triliun. Adapun target investasi di 2022 mencapai Rp 968,4 triliun, 2023 sebesar Rp 1.099,8 triliun, dan 2024 mencapai Rp 1.239,3 triliun. Akumulasi target investasi 2020-2024 mencapai Rp4.983,2 triliun. [UMM]

]]> Investasi berpengaruh besar pada perbaikan dan pertumbuhan sektor ekonomi, di tengah anjloknya daya beli masyarakat hari ini. Pada gilirannya, investasi menjadi instrumen terbukanya lapangan kerja, sekaligus kebutuhan tenaga kerja terampil dan kompeten.

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus berupaya menggenjot kompetensi tenaga kerja, agar diminati dunia usaha. Apalagi, dengan adanya Undang-Undang Cipta Kerja, dinilai mampu merangsang investor untuk membuka lapangan kerja di Indonesia.

“Sekarang tenaga kerja kita kan tinggi. Kemnaker itu bagian ekosistem tenaga kerja, yang bukan hanya fokus memberikan informasi pekerjaaan, tapi menyiapkan seseorang untuk bisa bekerja,” kata Sekretaris Jenderal Kemenaker Anwar Sanusi saat dihubungi, Minggu (28/2).

Untuk itu, intervensi yang dilakukan Kemnaker adalah dengan menguatkan seluruh Balai Latihan Kerja (BLK). Menurutnya, BLK itu difungsikan untuk menyiapkan tenaga kerja yang diharapkan pasar kerja. “Terutama industri,” ujarnya.

Anwar meyakini, program BLK merupakan salah satu lompatan besar yang dilaksanakan saat ini. BLK harus menjadi pusat pengembangan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja, yang berdaya saing di tingkat nasional dan internasional.

Apa yang dilakukan Kemnaker, sejalan dengan arahan Presiden Jokowi. Sebab, mantan Gubernur DKI Jakarta itu tengah gencar meningkatkan investasi di Tanah Air. Tujuannya, untuk menjaga pertumbuhan ekonomi.

Jokowi pernah mengatakan, semakin banyak arus modal yang masuk, maka peredaran uang akan semakin banyak, dan akan memberikan dampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi.

Sama halnya dengan Indonesia, yang juga berupaya mendatangkan sekaligus merealisasikan investasi yang masuk. Jokowi juga memberikan mandat kepada seluruh kementerian/lembaga dan Pemerintah Daerah setempat untuk tidak menghambat laju investasi.

Anwar menegaskan, Kemnaker tunduk terhadap perintah Presiden. Tidak ada visi menteri, melainkan hanya visi presiden. “Hubungan lintas sektoral bagus. Ketika kita cepat menyelesaikan UU Ciptaker, oskestranya itu kan Kemenko Perekonomian. Semuanya duduk. Kemenko perekonomian memberikan arahan, ya kita lakukan,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tengah berusaha keras agar bisa mencapai target investasi 2020-2024 sebesar Rp 4.983,2 triliun. Adapun target investasi di 2022 mencapai Rp 968,4 triliun, 2023 sebesar Rp 1.099,8 triliun, dan 2024 mencapai Rp 1.239,3 triliun. Akumulasi target investasi 2020-2024 mencapai Rp4.983,2 triliun. [UMM]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories