Cegah Pemotongan, Wagub Riza Pelototin Alokasi BST Bank DKI .

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria akan mengawasi ketat penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) oleh Bank DKI.

Riza yang juga digadang gadang sebagai Calon DKI satu di 2024 ini akan memberikan sanksi berat kepada oknum aparat pemerintah yang kedapatan memotong  dana BST.

“Silakan laporkan kalau ada  bansos DKI dipotong. Kalau ada aparat kami memotong di Bank DKI kita akan beri sanksi yang berat,” kata Riza di Balai Kota Jakarta, Jumat (12/3).

Ketua DPD DKI Partai Gerindra ini meminta warga melapor apabila terjadi penyimpangan di lapangan. Sejauh ini, dia meyakini hal seperti ini tidak akan terjadi karena BST di DKI Jakarta disalurkan secara non tunai melalui ATM.

“Saya pastikan tidak ada bansos dipotong, karena Pemprov DKI kirim ke Bank DKI langsung masuk ke ATM. Jadi tidak mungkin ada pemotongan karena itu langsung ke ATM masing-masing dan tidak berkurang satu perak pun,” kata Riza dikutip Antara.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, Rani Mauliani sebelumnya menerima laporan warga yang mengeluhkan pemotongan BST. Rani mendapat informasi, bantuan yang semestinya diterima sebesar Rp 300 ribu disunat menjadi Rp 200 ribu.

“Ada yang pernah info dari Rp 300 ribu mereka terima Rp 200 ribu. Mereka tahu itu ada pemotongan karena mereka harus tanda tangan penerimaan di situ tertera Rp 300 ribu, berbeda dengan yang mereka terima,” kata Rani. [MFA]

]]> .
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria akan mengawasi ketat penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) oleh Bank DKI.

Riza yang juga digadang gadang sebagai Calon DKI satu di 2024 ini akan memberikan sanksi berat kepada oknum aparat pemerintah yang kedapatan memotong  dana BST.

“Silakan laporkan kalau ada  bansos DKI dipotong. Kalau ada aparat kami memotong di Bank DKI kita akan beri sanksi yang berat,” kata Riza di Balai Kota Jakarta, Jumat (12/3).

Ketua DPD DKI Partai Gerindra ini meminta warga melapor apabila terjadi penyimpangan di lapangan. Sejauh ini, dia meyakini hal seperti ini tidak akan terjadi karena BST di DKI Jakarta disalurkan secara non tunai melalui ATM.

“Saya pastikan tidak ada bansos dipotong, karena Pemprov DKI kirim ke Bank DKI langsung masuk ke ATM. Jadi tidak mungkin ada pemotongan karena itu langsung ke ATM masing-masing dan tidak berkurang satu perak pun,” kata Riza dikutip Antara.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, Rani Mauliani sebelumnya menerima laporan warga yang mengeluhkan pemotongan BST. Rani mendapat informasi, bantuan yang semestinya diterima sebesar Rp 300 ribu disunat menjadi Rp 200 ribu.

“Ada yang pernah info dari Rp 300 ribu mereka terima Rp 200 ribu. Mereka tahu itu ada pemotongan karena mereka harus tanda tangan penerimaan di situ tertera Rp 300 ribu, berbeda dengan yang mereka terima,” kata Rani. [MFA]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories