Cegah Masuknya Mutasi Baru Covid-19 Masyarakat Perbatasan Diminta Selalu Waspada .

Larangan mudik bukan cuma berlaku di dalam negeri. Warga Negara Indonesia (WNI) yang ada di luar negeri, juga dilarang mudik ke Tanah Air. Dikhawatirkan, mereka membawa virus Corona yang sudah bermutasi ke Indonesia.

Imbauan ini sejalan dengan pelarangan mudik di dalam negeri. Masyarakat dilarang mudik pada 6-17 Mei 2021.

Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyatakan, pemerintah berupaya merancang kebijakan yang menjunjung prinsip-prinsip utama kesehatan dan keselamatan masyarakat.

“Karena itu, ditetapkan larangan sementara,” kata Wiku seperti dikutip dari laman Covid19.go.id, kemarin.

Wiku mengatakan, Surat Edaran (SE) Nomor 8 Tahun 2021 Tentang Perpanjangan Ketentuan Perjalanan Internasional masih berlaku.

Edaran yang ditandatangani Ketua Satgas Penanganan Covid19 Doni Monardo dan berlaku pada 9 Februari 2021 ini membatasi pergerakan perjalanan internasional.

Dalam SE disebutkan, WNI pelaku perjalanan internasional dari luar negeri diizinkan memasuki Indonesia dengan tetap mengikuti protokol kesehatan ketat. Sementara itu, Warga Negara Asing (WNA) masih dilarang datang ke Indonesia.

Namun, larangan ini tidak berlaku bagi WNA yang memiliki visa atau izin tinggal dalam masa adaptasi kebiasaan baru, memiliki perjanjian bilateral Travel Corridor Arrangement (TCA), atau mendapatkan pertimbangan khusus secara tertulis dari kementerian/lembaga.

Selain itu, seluruh pelaku perjalanan internasional, baik WNI maupun WNA harus mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Menunjukkan hasil negatif melalui tes Polymerase Chain Reaction (PCR) di negara asal, yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3×24 jam sebelum jam keberangkatan.

Hasil tes juga harus dilampirkan pada saat pemeriksaan kesehatan atau e-HAC Internasional Indonesia. Pada saat kedatangan, dilakukan tes ulang PCR bagi pelaku perjalanan internasional dan diwajibkan menjalani karantina terpusat selama 5×24 jam.

Kekhawatiran soal masuknya virus Corona hasil mutasi dari negara lain juga diungkapkan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.

Saat meninjau vaksinasi di Kota Jayapura, Papua, kemarin, dia mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mewaspadai terjadinya penularan Covid-19 dari Papua Nugini (PNG).

Jayapura, berbatasan langsung dengan PNG. Penduduknya kerap melintas melalui jalur tradisional.

“Kami masih waspada terhadap negara-negara yang (jumlah kasus Covid-19) naiknya tinggi. Termasuk India, Filipina dan Papua Nugini. Jadi, Papua Nugini naiknya tinggi sekali dalam beberapa bulan terakhir,” ujar Budi Gunadi.

Menurut dia, pemerintah sangat mewaspadai masuknya mutasi baru Covid-19. Yang telah dipastikan masuk di Indonesia adalah mutasi dari London (Inggris), yang masuk melalui Arab Saudi.

“Jadi, teman-teman yang ada di perbatasan harus hati-hati. Kalau tidak, jangan sering nyeberang, karena itu berbahaya. Teman-teman tolong dijaga perbatasannya,” imbaunya. [DIR]

]]> .
Larangan mudik bukan cuma berlaku di dalam negeri. Warga Negara Indonesia (WNI) yang ada di luar negeri, juga dilarang mudik ke Tanah Air. Dikhawatirkan, mereka membawa virus Corona yang sudah bermutasi ke Indonesia.

Imbauan ini sejalan dengan pelarangan mudik di dalam negeri. Masyarakat dilarang mudik pada 6-17 Mei 2021.

Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyatakan, pemerintah berupaya merancang kebijakan yang menjunjung prinsip-prinsip utama kesehatan dan keselamatan masyarakat.

“Karena itu, ditetapkan larangan sementara,” kata Wiku seperti dikutip dari laman Covid19.go.id, kemarin.

Wiku mengatakan, Surat Edaran (SE) Nomor 8 Tahun 2021 Tentang Perpanjangan Ketentuan Perjalanan Internasional masih berlaku.

Edaran yang ditandatangani Ketua Satgas Penanganan Covid19 Doni Monardo dan berlaku pada 9 Februari 2021 ini membatasi pergerakan perjalanan internasional.

Dalam SE disebutkan, WNI pelaku perjalanan internasional dari luar negeri diizinkan memasuki Indonesia dengan tetap mengikuti protokol kesehatan ketat. Sementara itu, Warga Negara Asing (WNA) masih dilarang datang ke Indonesia.

Namun, larangan ini tidak berlaku bagi WNA yang memiliki visa atau izin tinggal dalam masa adaptasi kebiasaan baru, memiliki perjanjian bilateral Travel Corridor Arrangement (TCA), atau mendapatkan pertimbangan khusus secara tertulis dari kementerian/lembaga.

Selain itu, seluruh pelaku perjalanan internasional, baik WNI maupun WNA harus mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Menunjukkan hasil negatif melalui tes Polymerase Chain Reaction (PCR) di negara asal, yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3×24 jam sebelum jam keberangkatan.

Hasil tes juga harus dilampirkan pada saat pemeriksaan kesehatan atau e-HAC Internasional Indonesia. Pada saat kedatangan, dilakukan tes ulang PCR bagi pelaku perjalanan internasional dan diwajibkan menjalani karantina terpusat selama 5×24 jam.

Kekhawatiran soal masuknya virus Corona hasil mutasi dari negara lain juga diungkapkan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.

Saat meninjau vaksinasi di Kota Jayapura, Papua, kemarin, dia mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mewaspadai terjadinya penularan Covid-19 dari Papua Nugini (PNG).

Jayapura, berbatasan langsung dengan PNG. Penduduknya kerap melintas melalui jalur tradisional.

“Kami masih waspada terhadap negara-negara yang (jumlah kasus Covid-19) naiknya tinggi. Termasuk India, Filipina dan Papua Nugini. Jadi, Papua Nugini naiknya tinggi sekali dalam beberapa bulan terakhir,” ujar Budi Gunadi.

Menurut dia, pemerintah sangat mewaspadai masuknya mutasi baru Covid-19. Yang telah dipastikan masuk di Indonesia adalah mutasi dari London (Inggris), yang masuk melalui Arab Saudi.

“Jadi, teman-teman yang ada di perbatasan harus hati-hati. Kalau tidak, jangan sering nyeberang, karena itu berbahaya. Teman-teman tolong dijaga perbatasannya,” imbaunya. [DIR]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories