Cegah Covid-19, Ratusan Pekerja Migran Diisolasi Di Pontianak .

Sebanyak 245 warga yang pulang dari Malaysia melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong menjalani karantina di Kalimantan Barat (Kalbar), pada 25 sampai 26 April 2021.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat, Harisson mengatakan, pelaksanaan karantina dilakukan di kompleks kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia  (BPSDM) Kalbar di Pontianak.

Ia menjelaskan, sebanyak 55 orang yang terdiri 41 lelaki, 12 perempuan, dan dua anak tiba di kompleks kantor BPSDM Kalbar, pada 26 April pukul 20.30 waktu setempat.

Mereka mayoritas pekerja migran dan berasal dari Kubu Raya (3), Sulawesi Selatan (25), Jawa Barat (7), Jawa Timur (6), Nusa Tenggara Barat (5), Banten (4), Jawa Tengah (4), dan Kalimantan Selatan (1).

Selain itu, menurut Harisson, pada 25 April 2021 ada dua rombongan yang pulang dari Malaysia melalui Entikong dan menjalani karantina di kompleks kantor BPSDM Kalimantan Barat. Mayoritas pekerja migran. 

Rombongan pertama terdiri atas 130 orang yang meliputi 82 lelaki, 40 perempuan, dan delapan anak. Mereka berasal dari Kubu Raya (5), Pontianak (3), Kalimantan Timur (3), Lampung (2), Jawa Barat (3), Jawa Timur (7), Jawa Tengah (7), Nusa Tenggara Barat (13), Nusa Tenggara Timur (4), Sulawesi Selatan (74), Aceh (1), Sulawesi Tenggara (6), dan Riau (2).

Pada 25 April 2021, menurut Harisson, juga ada rombongan 60 orang yang pulang dari Malaysia dan menjalani karantina di kompleks kantor BPSDM Kalimantan Barat.

Mereka terdiri atas 41 lelaki, 15 perempuan, dan empat anak. Mereka antara lain berasal dari Kubu Raya (4), Kota Pontianak (1), Jawa Barat (12), Jawa Tengah (11), Jawa Timur (6), Banten (6), DKI Jakarta (1), Nusa Tenggara Barat (4), Sulawesi Selatan (12), Sulawesi Tenggara (1), dan Sumatera Utara (1).

Selain itu, ada seorang warga negara Malaysia yang berencana ke Jakarta untuk menjenguk istrinya, seorang warga negara Indonesia. “Kedatangan mereka dari Entikong difasilitasi oleh Satgas Khusus Penanganan Perbatasan yang dipimpin oleh Panglima Kodam XII Tanjungpura,” kata Harisson.

Sedangkan untuk pengaturan pengangkutan PMI dari Entikong, proses penginapan/karantina di BPSDM, pemulangan dilakukan oleh Kodam XII Tanjungpura. Mereka yang baru datang dari Malaysia tersebut, menurut dia, mendapat fasilitas pemeriksaan Covid-19 dan harus menjalani karantina selama lima hari. “Selama masa karantina diobservasi apakah mereka tertular virus corona atau tidak,” katanya.

Kemudian, di hari kelima mereka akan diperiksa swab ulang. “Bila hasilnya negatif, mereka boleh pulang ke kediaman masing-masing, tetapi bila positif harus lakukan isolasi,” tegasnya. [MFA]
 

]]> .
Sebanyak 245 warga yang pulang dari Malaysia melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong menjalani karantina di Kalimantan Barat (Kalbar), pada 25 sampai 26 April 2021.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat, Harisson mengatakan, pelaksanaan karantina dilakukan di kompleks kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia  (BPSDM) Kalbar di Pontianak.

Ia menjelaskan, sebanyak 55 orang yang terdiri 41 lelaki, 12 perempuan, dan dua anak tiba di kompleks kantor BPSDM Kalbar, pada 26 April pukul 20.30 waktu setempat.

Mereka mayoritas pekerja migran dan berasal dari Kubu Raya (3), Sulawesi Selatan (25), Jawa Barat (7), Jawa Timur (6), Nusa Tenggara Barat (5), Banten (4), Jawa Tengah (4), dan Kalimantan Selatan (1).

Selain itu, menurut Harisson, pada 25 April 2021 ada dua rombongan yang pulang dari Malaysia melalui Entikong dan menjalani karantina di kompleks kantor BPSDM Kalimantan Barat. Mayoritas pekerja migran. 

Rombongan pertama terdiri atas 130 orang yang meliputi 82 lelaki, 40 perempuan, dan delapan anak. Mereka berasal dari Kubu Raya (5), Pontianak (3), Kalimantan Timur (3), Lampung (2), Jawa Barat (3), Jawa Timur (7), Jawa Tengah (7), Nusa Tenggara Barat (13), Nusa Tenggara Timur (4), Sulawesi Selatan (74), Aceh (1), Sulawesi Tenggara (6), dan Riau (2).

Pada 25 April 2021, menurut Harisson, juga ada rombongan 60 orang yang pulang dari Malaysia dan menjalani karantina di kompleks kantor BPSDM Kalimantan Barat.

Mereka terdiri atas 41 lelaki, 15 perempuan, dan empat anak. Mereka antara lain berasal dari Kubu Raya (4), Kota Pontianak (1), Jawa Barat (12), Jawa Tengah (11), Jawa Timur (6), Banten (6), DKI Jakarta (1), Nusa Tenggara Barat (4), Sulawesi Selatan (12), Sulawesi Tenggara (1), dan Sumatera Utara (1).

Selain itu, ada seorang warga negara Malaysia yang berencana ke Jakarta untuk menjenguk istrinya, seorang warga negara Indonesia. “Kedatangan mereka dari Entikong difasilitasi oleh Satgas Khusus Penanganan Perbatasan yang dipimpin oleh Panglima Kodam XII Tanjungpura,” kata Harisson.

Sedangkan untuk pengaturan pengangkutan PMI dari Entikong, proses penginapan/karantina di BPSDM, pemulangan dilakukan oleh Kodam XII Tanjungpura. Mereka yang baru datang dari Malaysia tersebut, menurut dia, mendapat fasilitas pemeriksaan Covid-19 dan harus menjalani karantina selama lima hari. “Selama masa karantina diobservasi apakah mereka tertular virus corona atau tidak,” katanya.

Kemudian, di hari kelima mereka akan diperiksa swab ulang. “Bila hasilnya negatif, mereka boleh pulang ke kediaman masing-masing, tetapi bila positif harus lakukan isolasi,” tegasnya. [MFA]
 
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories