Cegah Covid-19, Ibadah Imlek Di Klenteng Kong Miao TMII Dibatasi .

Kegiatan sembahyang umat Konghucu di Klenteng Kong Miao, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur, dalam perayaan Imlek hari ini, Jumat (12/2) dibatasi. 

Selain membatasi kapasitas, pengelola Klenteng Kong Miao, Ia juga membatasi waktu berdoa bagi pengunjung di malam Imlek, mulai pukul 20.00 hingga 22.00. Di pagi harinya pukul 09.00 hingga 11.00. Bahkan, atraksi Barongsai dan Liong yang biasanya ikut meramaikan perayaan Imlek, tahun ini tidak diadakan.

Staf Sekretariat Klenteng Kong Miao TMII, Rini Antika mengatakan, pembatasan ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid -19, seperti yang dianjurkan Pemerintah,” ujar Rini.

“Kita mematuhi protokol kesehatan sesuai anjuran Pemerintah. Kita batasi jumlah umat yang sembahyang, maksimal 20 orang. Padahal kapasitas klenteng bisa mencapai 100 orang,” kata Rini.

Untuk mencegah terjadinya kerumunan massa, lanjut Rini, pengelola klenteng tidak menggelar tradisi pembagian angpao. 

Sebagai gantinya, pada 5 Februari lalu, pengelola Klenteng Kong Miao TMII mengadakan kegiatan bakti sosial dengan membagikan 100 paket sembako kepada warga kurang mampu di sekitar TMII.

Ia berharap, pada Tahun Kerbau ini kasus pandemi Covid-19 cepat berlalu dari bumi pertiwi dan bencana alam juga cepat sirna.”Semoga Indonesia cepat bangkit kembali dan masyarakatnya dapat kembali melakukan aktivitas seperti sedia kala,” harapnya.  [FIK]

]]> .
Kegiatan sembahyang umat Konghucu di Klenteng Kong Miao, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur, dalam perayaan Imlek hari ini, Jumat (12/2) dibatasi. 

Selain membatasi kapasitas, pengelola Klenteng Kong Miao, Ia juga membatasi waktu berdoa bagi pengunjung di malam Imlek, mulai pukul 20.00 hingga 22.00. Di pagi harinya pukul 09.00 hingga 11.00. Bahkan, atraksi Barongsai dan Liong yang biasanya ikut meramaikan perayaan Imlek, tahun ini tidak diadakan.

Staf Sekretariat Klenteng Kong Miao TMII, Rini Antika mengatakan, pembatasan ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid -19, seperti yang dianjurkan Pemerintah,” ujar Rini.

“Kita mematuhi protokol kesehatan sesuai anjuran Pemerintah. Kita batasi jumlah umat yang sembahyang, maksimal 20 orang. Padahal kapasitas klenteng bisa mencapai 100 orang,” kata Rini.

Untuk mencegah terjadinya kerumunan massa, lanjut Rini, pengelola klenteng tidak menggelar tradisi pembagian angpao. 

Sebagai gantinya, pada 5 Februari lalu, pengelola Klenteng Kong Miao TMII mengadakan kegiatan bakti sosial dengan membagikan 100 paket sembako kepada warga kurang mampu di sekitar TMII.

Ia berharap, pada Tahun Kerbau ini kasus pandemi Covid-19 cepat berlalu dari bumi pertiwi dan bencana alam juga cepat sirna.”Semoga Indonesia cepat bangkit kembali dan masyarakatnya dapat kembali melakukan aktivitas seperti sedia kala,” harapnya.  [FIK]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories