Cegah Bentrokan, Petugas Gabungan Tertibkan Atribut Dan Markas Ormas Di Jaksel

Mencegah terjadinya bentrokan antar organisasi masyarakat (ormas). Petugas Gabungan Cipta Kondisi Polres Jakarta Selatan menurunkan atribut berupa bendera sejumlah ormas di wilayah Jakarta Selatan. Tak hanya itu, sejumlah markas berupa pos atau gardu ormas yang tidak sesuai peruntukan juga turut ditertibkan.

Kapolres Jakarta Selatan Kombes Azis Adriansyah mengatakan, ada 1.913 atribut ormas yang diturunkan aparat gabungan melalui operasi Cipta Kondisi.

“Operasi Cipta Kondisi ini kepada sasaran atau potensi peristiwa adanya perkelahian, kami cegah dengan melaksanakan upaya-upaya preventif hingga represif,” kata Azis Andriansyah, didampingi Komandan Kodim 0504/Jakarta Selatan Kolonel Inf Jamaluddin dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Ujang Harmawan, di Mapolres Jaksel, Senin (6/12).

Azis menjelaskan, penurunan 1.913 atribut ormas yang di antaranya berupa bendera itu merupakan hasil operasi selama sepekan terakhir dari 10 kecamatan di seluruh Jaksel oleh petugas kepolisian, TNI, dan Satpol PP.

“Karena simbol-simbol ini kadang-kadang bisa menimbulkan konflik misalnya pencabutan bendera, perobekan bendera, perusakan pos gardu itu bisa menimbulkan perkelahian yang meluas. Maka kami melakukan penertiban simbol-simbol itu,” tegasnya.

Azis memastikan, langkah penurunan ribuan atribut ormas itu mengacu aturan hukum.”Untuk penertiban simbol-simbol seperti bendera, kami menggunakan Perda Nomor 8 Tahun 2007,” terang dia.

Lebih lanjut, Azis mengungkapkan, selain atribut, penertiban juga menyasar beberapa pos atau gardu ormas. “Dalam artian difungsikan kembali supaya peruntukannya sesuai. Kami juga anjurkan untuk kesadaran sendiri atau nanti kami yang tertibkan,” imbuh Azis.

 

Selain itu, dalam operasi Cipta Kondisi juga petugas juga mengamankan lima orang karena kedapatan membawa senjata tajam (sajam).

“Masih ada beberapa kelompok pemuda yang berkeliaran membawa sajam menganggu Kamtibmas. Kalau kami tidak cegah, ketika mereka melakukan aktivitas itu akan menimbulkan gangguan kamtibmas,” ucap Azis.

“Kelima orang tersebut akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku, ” tambahnya. [DRS]

]]> Mencegah terjadinya bentrokan antar organisasi masyarakat (ormas). Petugas Gabungan Cipta Kondisi Polres Jakarta Selatan menurunkan atribut berupa bendera sejumlah ormas di wilayah Jakarta Selatan. Tak hanya itu, sejumlah markas berupa pos atau gardu ormas yang tidak sesuai peruntukan juga turut ditertibkan.

Kapolres Jakarta Selatan Kombes Azis Adriansyah mengatakan, ada 1.913 atribut ormas yang diturunkan aparat gabungan melalui operasi Cipta Kondisi.

“Operasi Cipta Kondisi ini kepada sasaran atau potensi peristiwa adanya perkelahian, kami cegah dengan melaksanakan upaya-upaya preventif hingga represif,” kata Azis Andriansyah, didampingi Komandan Kodim 0504/Jakarta Selatan Kolonel Inf Jamaluddin dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Ujang Harmawan, di Mapolres Jaksel, Senin (6/12).

Azis menjelaskan, penurunan 1.913 atribut ormas yang di antaranya berupa bendera itu merupakan hasil operasi selama sepekan terakhir dari 10 kecamatan di seluruh Jaksel oleh petugas kepolisian, TNI, dan Satpol PP.

“Karena simbol-simbol ini kadang-kadang bisa menimbulkan konflik misalnya pencabutan bendera, perobekan bendera, perusakan pos gardu itu bisa menimbulkan perkelahian yang meluas. Maka kami melakukan penertiban simbol-simbol itu,” tegasnya.

Azis memastikan, langkah penurunan ribuan atribut ormas itu mengacu aturan hukum.”Untuk penertiban simbol-simbol seperti bendera, kami menggunakan Perda Nomor 8 Tahun 2007,” terang dia.

Lebih lanjut, Azis mengungkapkan, selain atribut, penertiban juga menyasar beberapa pos atau gardu ormas. “Dalam artian difungsikan kembali supaya peruntukannya sesuai. Kami juga anjurkan untuk kesadaran sendiri atau nanti kami yang tertibkan,” imbuh Azis.

 

Selain itu, dalam operasi Cipta Kondisi juga petugas juga mengamankan lima orang karena kedapatan membawa senjata tajam (sajam).

“Masih ada beberapa kelompok pemuda yang berkeliaran membawa sajam menganggu Kamtibmas. Kalau kami tidak cegah, ketika mereka melakukan aktivitas itu akan menimbulkan gangguan kamtibmas,” ucap Azis.

“Kelima orang tersebut akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku, ” tambahnya. [DRS]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories