Cegah Banjir, Petugas Angkut 436 Meter Kubik Sampah Dari Pintu Air dan Kali

Agar aliran sungai lancar, Dinas Lingkungan Hidup DKI mengangkat sampah yang menumpuk di pintu air dan kali. Dari tiga kali, petugas mengangkat 436 meter kubik sampah.

Anggota Satgas Musim Penghujan UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Efron Firdaus mengatakan tiga lokasi evakuasi sampah berada di Pintu Air Manggarai, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat sebanyak 260 meter kubik.

Selanjutnya sebanyak 144 meter kubik gundukan sampah diangkut petugas dari Kali BKB Season City, Tambora, Jakarta Barat dan 32 meter kubik (m3) sampah dari Kali Ciliwung, tepatnya di Jembatan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. “Total sampah yang diangkat dari tiga lokasi tersebut 436 meter kubik,” katanya Senin (8/2) kepada media.

Efron menambahkan proses evakuasi melibatkan sejumlah alat berat jenis backhoe maupun truk sampah. Jenis sampah yang dievakuasi mayoritas merupakan patahan ranting, tanaman dan sampah rumah tangga.

“Tumpukan sampah ini tersangkut di beberapa jembatan sehingga menghambat laju air sungai. Situasi ini terjadi akibat peningkatan debit air,” katanya. [DIR]

]]> Agar aliran sungai lancar, Dinas Lingkungan Hidup DKI mengangkat sampah yang menumpuk di pintu air dan kali. Dari tiga kali, petugas mengangkat 436 meter kubik sampah.

Anggota Satgas Musim Penghujan UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Efron Firdaus mengatakan tiga lokasi evakuasi sampah berada di Pintu Air Manggarai, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat sebanyak 260 meter kubik.

Selanjutnya sebanyak 144 meter kubik gundukan sampah diangkut petugas dari Kali BKB Season City, Tambora, Jakarta Barat dan 32 meter kubik (m3) sampah dari Kali Ciliwung, tepatnya di Jembatan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. “Total sampah yang diangkat dari tiga lokasi tersebut 436 meter kubik,” katanya Senin (8/2) kepada media.

Efron menambahkan proses evakuasi melibatkan sejumlah alat berat jenis backhoe maupun truk sampah. Jenis sampah yang dievakuasi mayoritas merupakan patahan ranting, tanaman dan sampah rumah tangga.

“Tumpukan sampah ini tersangkut di beberapa jembatan sehingga menghambat laju air sungai. Situasi ini terjadi akibat peningkatan debit air,” katanya. [DIR]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories