Catatan Prof Tjandra There Is No Health Without One Health

Pada 8 Juni 2022 saya menjadi Co Chair pertemuan G20 tentang One Health di Lombok. One Health, saya usul istilah bahasa Indonesianya “Kesehatan, satu bersama”, membahas kaitan kesehatan manusia, hewan, tanaman dan lingkungan.

Ini merupakan aspek amat penting, baik pada masa kini maupun dalam menghadapi kemungkinan pandemi berikutnya.

Acara yang saya pimpin dihadiri negara-negara G20, negara undangan lain dan badan internasional WHO, FAO, WOAH dan UNEP, yang semua berperan amat aktif dengan berbagai intervensi saat diskusi.

Yang dibahas amat luas. Mulai dari Join Action Plan One Health dunia, saya saya usulkan juga akan dibuat National Action Plan dan juga Sub National Plan seperti di Kabupaten/Kota, dan juga Self Assesment Questionnaire yang dipelopori oleh G20 Presidensi Indonesia.

Juga dibahas aspek finansial oleh World Bank dan juga aspek integensi kesehatan berupa “One Health Intelegence Study (OHISS)”.

Kita tahu One Health juga mencakup Anti Microbial Resistance (AMR) dan keamanan pangan. Dalam sambutan pembukaan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebutkan “there is no health without One Health”.

Yang kini perlu dilakukan sesudah acara sukses ini adalah tindak lanjut nyata, implementasi Join Plan of Action guna menyehatkan dunia dan terus meningkatkan program One Health di negara kita. ■

***) Prof Tjandra Yoga Aditama, Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI/Guru Besar FKUI, Co Chair G20 One Health Side Event 2022.

]]> Pada 8 Juni 2022 saya menjadi Co Chair pertemuan G20 tentang One Health di Lombok. One Health, saya usul istilah bahasa Indonesianya “Kesehatan, satu bersama”, membahas kaitan kesehatan manusia, hewan, tanaman dan lingkungan.

Ini merupakan aspek amat penting, baik pada masa kini maupun dalam menghadapi kemungkinan pandemi berikutnya.

Acara yang saya pimpin dihadiri negara-negara G20, negara undangan lain dan badan internasional WHO, FAO, WOAH dan UNEP, yang semua berperan amat aktif dengan berbagai intervensi saat diskusi.

Yang dibahas amat luas. Mulai dari Join Action Plan One Health dunia, saya saya usulkan juga akan dibuat National Action Plan dan juga Sub National Plan seperti di Kabupaten/Kota, dan juga Self Assesment Questionnaire yang dipelopori oleh G20 Presidensi Indonesia.

Juga dibahas aspek finansial oleh World Bank dan juga aspek integensi kesehatan berupa “One Health Intelegence Study (OHISS)”.

Kita tahu One Health juga mencakup Anti Microbial Resistance (AMR) dan keamanan pangan. Dalam sambutan pembukaan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebutkan “there is no health without One Health”.

Yang kini perlu dilakukan sesudah acara sukses ini adalah tindak lanjut nyata, implementasi Join Plan of Action guna menyehatkan dunia dan terus meningkatkan program One Health di negara kita. ■

***) Prof Tjandra Yoga Aditama, Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI/Guru Besar FKUI, Co Chair G20 One Health Side Event 2022.
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories