Catatan Misbah Fikrianto Wujudkan SDM Unggul Dengan Tingkat Prestasi Dan Manajemen Talenta

Mewujudkan sumber daya manusia (SDM) unggul dan berkarakter dapat dibentuk salah satunya dengan mendorong pencapaian prestasi dan membuat manajemen talenta sesuai dengan bidangnya. Untuk mencapai ini, kita harus melakukan langkah konkret dengan melaksanakan berbagai kegiatan yang mendukung pencapaian prestasi dan manajemen talenta. 
 
Kita harus memberikan contoh nyata. Seperti melakukan pembinaan, pengembangan, dan berbagai upaya langsung ke siswa di Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah membentuk Pusat Prestasi Nasional (Permendikbud 45 Tahun 2019 dan diubah menjadi Permendikbudristek Nomor 28 Tahun 2021 Pasal 297) yang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kebijakan teknis dan pelaksanaan di bidang Pengembangan Prestasi dan Manajemen Talenta. 
 
Perluasan tugas dan fungsi (tusi) dengan memadukan prestasi dan manajemen talenta ini menjadi program strategis untuk menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter. Program Manajemen Talenta, dengan berbagai pendekatan dan bidangnya, dapat mempercepat dan memfasilitasi pembentukan SDM. Menurut Zaenal Arifin (2012:3), prestasi adalah hasil dari kemampuan, keterampilan, dan sikap seseorang dalam menyelesaikan berbagai hal. Prestasi mahasiswa harus dikembangkan secara utuh, baik akademik dan non-akademik. 
 
Kampus Merdeka
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah mengeluarkan paket kebijakan, salah satunya kebijakan Merdeka Belajar; Kampus Merdeka. Salah satu dalam kebijakan Kampus Merdeka, yaitu memberikan hak kepada mahasiswa untuk belajar selama 3 semester di luar program studinya. Hak tersebut sebagai bentuk apresiasi dan memberikan wahana untuk menambah pengalaman serta pengayaan dari lintas program studi di perguruan tinggi masing-masing maupun lintas perguruan tinggi. 
 
Berdasarkan Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, beberapa bentuk pembelajaran lainnya di antaranya; praktik kerja, wirausaha, penelitian, proyek desa, proyek kemanusiaan, pertukaran pelajar, dan lainnya. Kegiatan tersebut merupakan ajang peningkatan kreativitas dan inovasi serta prestasi, sehingga semua aktivitas tersebut dapat direkomendasikan untuk dikonversi ke dalam SKS mata kuliah yang relevan. 
 
Perubahan konsep, yang tadinya jam belajar mengajar menjadi jam kegiatan selama 170 menit/sks. Semua kegiatan tersebut dapat dikonversi menjadi pengakuan SKS mata kuliah sesuai dengan capaian pembelajaran yang ada. Semua kegiatan peningkatan prestasi mahasiswa melibatkan Dosen Pembimbing dan dapat dikonversi ke dalam SKS yang ada, misalnya 1 semester mencapai 20 SKS.
 
Tentunya, kebijakan Kampus Merdeka disambut baik dan menjadi model pelaksanaan kebijakan kampus merdeka di perguruan tinggi masing-masing. Kegiatan pencapaian prestasi sudah sejalan dan sesuai dengan Kampus Merdeka yang melibatkan resources sharing antar Perguruan Tinggi.

 

Pentingnya Hard Skills, Soft Skills, dan Prestasi
Pengembangan hard skills, soft skills, dan prestasi sangat berkaitan satu sama lain. Pencapaian hard skills yang baik dapat dilaksanakan dengan proses pembelajaran yang baik, sedangkan pengembangan soft skills dan prestasi dilakukan dengan utuh baik pembelajaran maupun kegiatan ko dan ekstrakurikuler yang berkelanjutan. Perusahaan atau industri sangat membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi yang utuh. 
 
Keunggulannya, lulusan yang memiliki soft skill dan prestasi menjadi sangat relevan dengan kebutuhan di dunia industri. Perusahaan atau industri membutuhkan kemampuan soft skill yang dapat mendukung pencapaian profit dan melakukan branding terhadap perusahaannya. Prestasi tersebut menjadi profil mahasiswa yang dapat dilihat oleh user/pengguna. Kesadaran akan berprestasi harus dibangun sejak dini. 
 
Ketika mahasiswa sudah memiliki kesadaran, maka karakter positif juga terbangun, karakter jujur, menghargai prestasi orang lain, menerima kenyataan, dan semangat fairness terbangun. Mahasiswa yang berprestasi harus didukung dan diberikan jalan sehingga sampai kepada pembentukan pathway karir yang sesuai dengan prestasinya.
 
Peningkatan Prestasi di Tingkat Internasional
Berdasarkan jumlah mahasiswa yang lebih dari 8 juta, jumlah perguruan tinggi sebanyak 4.574 perguruan tinggi dengan 35.887 program studi di Indonesia, hal tersebut menjadi kapital untuk kita memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan prestasi mahasiswa di Indonesia. Prestasi mahasiswa dikembangkan dengan berbagai kegiatan, salah satunya kompetisi, workshop, dan pembinaan talenta sesuai dengan potensinya. 
 
Terdapat beberapa strategi untuk pencapaian prestasi mahasiswa di tingkat Internasional, di antaranya: pembinaan potensi bakat prestasi yang intensif dan utuh, membangun mental dan karakter berprestasi, membangun ekosistem mahasiswa berprestasi (komunitas dan program prestasi), mengikuti kompetisi Internasional secara rutin, dan memfasilitasi pengembangan talenta yang berkelanjutan. Sebagai contoh, pada bidang robotika, tim dari Indonesia selalu mendapatkan medali emas di kejuaraan internasional, pada bidang sains, matematika, hampir semua pemenang di tingkat nasional menjadi juara di tingkat internasional, dan lainnya.  
 
Kerja Sama dengan Stakeholder 
Pembinaan prestasi siswa di Indonesia harus dilakukan secara bersama-sama dan terintegratif. Melibatkan semua pihak, termasuk sektor swasta sangat penting untuk memberikan nilai tambah dan pengembangan karier sesuai dengan prestasinya. Kerja sama dengan semua pihak dilakukan sejak awal mulai dari membuat grand desain pengembangan prestasi siswa, pelaksanaan kompetisi, sampai kepada penghargaan serta lanjutan pada jenjang yang lebih tinggi. Konsep pentahelix dengan berkolaborasi dengan pebisnis, akademisi, industri, media, dan komunitas menjadi para pihak yang saling mendukung satu sama lain. 

Prestasi Mahasiswa dan Manajemen Talenta 
Kebijakan Merdeka Belajar; Kampus Merdeka memberikan ruang yang besar kepada mahasiswa untuk melakukan berbagai kegiatan di dalam dan di luar kampus. Kegiatan tersebut mengembangkan prestasi mahasiswa secara holistik, karena mahasiswa mendapatkan hak untuk belajar di luar program studinya selama 3 semester. Kampus Merdeka ini mendorong pencapaian pengalaman yang banyak dan utuh, sehingga mahasiswa memiliki prestasi dalam berbagai kegiatan. 

Paradigma kita akan prestasi dan dukungan program talenta nasional semakin terbuka, karena prestasi bukan hanya dalam bidang akademik tetapi juga non akademik. Pengembangan talenta SDM dengan roadmap yang mendorong inovasi dan kreativitas sumber daya manusia menjadi pembentukan SDM yang spesialis dan adaptif pada Revolusi Industri 4.0.

Semua proses pencapaian prestasi dilakukan dengan perencanaan yang baik, dibimbing oleh dosen, menghasilkan output dan outcome positif. Mari terus kita bangkitkan prestasi siswa dan akselerasi talenta di Indonesia dengan melibatkan semua pihak sebagai mitra strategis Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.*** 
 
Penulis: Deputi Direktur Administrasi SEAMEO QITEP IN LANGUAGE, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

]]> Mewujudkan sumber daya manusia (SDM) unggul dan berkarakter dapat dibentuk salah satunya dengan mendorong pencapaian prestasi dan membuat manajemen talenta sesuai dengan bidangnya. Untuk mencapai ini, kita harus melakukan langkah konkret dengan melaksanakan berbagai kegiatan yang mendukung pencapaian prestasi dan manajemen talenta. 
 
Kita harus memberikan contoh nyata. Seperti melakukan pembinaan, pengembangan, dan berbagai upaya langsung ke siswa di Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah membentuk Pusat Prestasi Nasional (Permendikbud 45 Tahun 2019 dan diubah menjadi Permendikbudristek Nomor 28 Tahun 2021 Pasal 297) yang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kebijakan teknis dan pelaksanaan di bidang Pengembangan Prestasi dan Manajemen Talenta. 
 
Perluasan tugas dan fungsi (tusi) dengan memadukan prestasi dan manajemen talenta ini menjadi program strategis untuk menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter. Program Manajemen Talenta, dengan berbagai pendekatan dan bidangnya, dapat mempercepat dan memfasilitasi pembentukan SDM. Menurut Zaenal Arifin (2012:3), prestasi adalah hasil dari kemampuan, keterampilan, dan sikap seseorang dalam menyelesaikan berbagai hal. Prestasi mahasiswa harus dikembangkan secara utuh, baik akademik dan non-akademik. 
 
Kampus Merdeka
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah mengeluarkan paket kebijakan, salah satunya kebijakan Merdeka Belajar; Kampus Merdeka. Salah satu dalam kebijakan Kampus Merdeka, yaitu memberikan hak kepada mahasiswa untuk belajar selama 3 semester di luar program studinya. Hak tersebut sebagai bentuk apresiasi dan memberikan wahana untuk menambah pengalaman serta pengayaan dari lintas program studi di perguruan tinggi masing-masing maupun lintas perguruan tinggi. 
 
Berdasarkan Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, beberapa bentuk pembelajaran lainnya di antaranya; praktik kerja, wirausaha, penelitian, proyek desa, proyek kemanusiaan, pertukaran pelajar, dan lainnya. Kegiatan tersebut merupakan ajang peningkatan kreativitas dan inovasi serta prestasi, sehingga semua aktivitas tersebut dapat direkomendasikan untuk dikonversi ke dalam SKS mata kuliah yang relevan. 
 
Perubahan konsep, yang tadinya jam belajar mengajar menjadi jam kegiatan selama 170 menit/sks. Semua kegiatan tersebut dapat dikonversi menjadi pengakuan SKS mata kuliah sesuai dengan capaian pembelajaran yang ada. Semua kegiatan peningkatan prestasi mahasiswa melibatkan Dosen Pembimbing dan dapat dikonversi ke dalam SKS yang ada, misalnya 1 semester mencapai 20 SKS.
 
Tentunya, kebijakan Kampus Merdeka disambut baik dan menjadi model pelaksanaan kebijakan kampus merdeka di perguruan tinggi masing-masing. Kegiatan pencapaian prestasi sudah sejalan dan sesuai dengan Kampus Merdeka yang melibatkan resources sharing antar Perguruan Tinggi.

 

Pentingnya Hard Skills, Soft Skills, dan Prestasi
Pengembangan hard skills, soft skills, dan prestasi sangat berkaitan satu sama lain. Pencapaian hard skills yang baik dapat dilaksanakan dengan proses pembelajaran yang baik, sedangkan pengembangan soft skills dan prestasi dilakukan dengan utuh baik pembelajaran maupun kegiatan ko dan ekstrakurikuler yang berkelanjutan. Perusahaan atau industri sangat membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi yang utuh. 
 
Keunggulannya, lulusan yang memiliki soft skill dan prestasi menjadi sangat relevan dengan kebutuhan di dunia industri. Perusahaan atau industri membutuhkan kemampuan soft skill yang dapat mendukung pencapaian profit dan melakukan branding terhadap perusahaannya. Prestasi tersebut menjadi profil mahasiswa yang dapat dilihat oleh user/pengguna. Kesadaran akan berprestasi harus dibangun sejak dini. 
 
Ketika mahasiswa sudah memiliki kesadaran, maka karakter positif juga terbangun, karakter jujur, menghargai prestasi orang lain, menerima kenyataan, dan semangat fairness terbangun. Mahasiswa yang berprestasi harus didukung dan diberikan jalan sehingga sampai kepada pembentukan pathway karir yang sesuai dengan prestasinya.
 
Peningkatan Prestasi di Tingkat Internasional
Berdasarkan jumlah mahasiswa yang lebih dari 8 juta, jumlah perguruan tinggi sebanyak 4.574 perguruan tinggi dengan 35.887 program studi di Indonesia, hal tersebut menjadi kapital untuk kita memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan prestasi mahasiswa di Indonesia. Prestasi mahasiswa dikembangkan dengan berbagai kegiatan, salah satunya kompetisi, workshop, dan pembinaan talenta sesuai dengan potensinya. 
 
Terdapat beberapa strategi untuk pencapaian prestasi mahasiswa di tingkat Internasional, di antaranya: pembinaan potensi bakat prestasi yang intensif dan utuh, membangun mental dan karakter berprestasi, membangun ekosistem mahasiswa berprestasi (komunitas dan program prestasi), mengikuti kompetisi Internasional secara rutin, dan memfasilitasi pengembangan talenta yang berkelanjutan. Sebagai contoh, pada bidang robotika, tim dari Indonesia selalu mendapatkan medali emas di kejuaraan internasional, pada bidang sains, matematika, hampir semua pemenang di tingkat nasional menjadi juara di tingkat internasional, dan lainnya.  
 
Kerja Sama dengan Stakeholder 
Pembinaan prestasi siswa di Indonesia harus dilakukan secara bersama-sama dan terintegratif. Melibatkan semua pihak, termasuk sektor swasta sangat penting untuk memberikan nilai tambah dan pengembangan karier sesuai dengan prestasinya. Kerja sama dengan semua pihak dilakukan sejak awal mulai dari membuat grand desain pengembangan prestasi siswa, pelaksanaan kompetisi, sampai kepada penghargaan serta lanjutan pada jenjang yang lebih tinggi. Konsep pentahelix dengan berkolaborasi dengan pebisnis, akademisi, industri, media, dan komunitas menjadi para pihak yang saling mendukung satu sama lain. 

Prestasi Mahasiswa dan Manajemen Talenta 
Kebijakan Merdeka Belajar; Kampus Merdeka memberikan ruang yang besar kepada mahasiswa untuk melakukan berbagai kegiatan di dalam dan di luar kampus. Kegiatan tersebut mengembangkan prestasi mahasiswa secara holistik, karena mahasiswa mendapatkan hak untuk belajar di luar program studinya selama 3 semester. Kampus Merdeka ini mendorong pencapaian pengalaman yang banyak dan utuh, sehingga mahasiswa memiliki prestasi dalam berbagai kegiatan. 

Paradigma kita akan prestasi dan dukungan program talenta nasional semakin terbuka, karena prestasi bukan hanya dalam bidang akademik tetapi juga non akademik. Pengembangan talenta SDM dengan roadmap yang mendorong inovasi dan kreativitas sumber daya manusia menjadi pembentukan SDM yang spesialis dan adaptif pada Revolusi Industri 4.0.

Semua proses pencapaian prestasi dilakukan dengan perencanaan yang baik, dibimbing oleh dosen, menghasilkan output dan outcome positif. Mari terus kita bangkitkan prestasi siswa dan akselerasi talenta di Indonesia dengan melibatkan semua pihak sebagai mitra strategis Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.*** 
 
Penulis: Deputi Direktur Administrasi SEAMEO QITEP IN LANGUAGE, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories