Carter Air Asia, Ini Kronologi Ratusan WN India Masuk Ke Indonesia .

Kabar warga negara (WN) India yang eksodus di tengah menggilannya Pandemi Covid-19 di negara tersebut, lagi ramai jadi perbincangan. Mereka dikabarkan datang ke Indonesia pakai pesawat udara dan dilengkapi Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas) serta Visa Tinggal Terbatas (Vitas).

Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jhoni Ginting membenarkan kabar ini. Jhoni pun memberitahukan kronologisnya. Jadi, ratusan WN India masuk ke Indonesia, Rabu (21/4). Mereka memakai pesawat carter AirAsia.

Pesawat berkode penerbangan QZ-988 berangkat dari Bandara Internasional Chennai, India menuju Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. “Memakai pesawat carter atau yang dikenal penerbangan non-reguler,” kata Jhoni dalam keterangannya saat konferensi pers, Jumat (23/4).

Kata Jhoni, jumlah penumpang yang ada di pesawat tersebut sebanyak 129 orang. Ada perbedaan dari informasi yang disampaikan Kepala Subdirektorat Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan, Benget sebanyak 127 orang. “Dari Chennai ke Bandara Soetta mengangkut 129 penumpang,” sebutnya.

Adapun rincian 129 penumpang tersebut, terdiri dari pemegang visa kunjungan WN India 38 orang, pemegang kitas WN India 46 orang, pemegang kitas WN Amerika Serikat 1 orang, pemegang Vitas WN India 32 orang, dan WNI 12 orang.

“WNI Warga Negara Indonesia 12 orang dan kru awak pesawat di luar penumpang  11 orang WNI ini adalah charter flight,” tegasnya.

Mereka semua, mendapatkan dokumen perjalanan berupa visa yang termasuk yang dikecualikan dan boleh masuk sesuai Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) Nomor 26 Tahun 2020.

Namun demikian, Jhoni menekankan, sejak kemarin siang, pihaknya sudah perintahkan secara lisan sesuai arahan Menkumham agar permohonan visa dari India sejak Kamis pukul 12.00 sudah dihentikan, khususnya untuk pengajuan.

“Saya sudah perintahkan secara lisan sesuai arahan pak menteri untuk permohonan visa dari India sejak kemarin jam 12 siang sudah kita stop untuk pengajuannya,” tegasnya.

Dia menekankan, pemerintah sebelumnya telah memberikan visa lainnya. Untuk itu, dia mengaku akan segera berkomunikasi dengan Kementerian Perhubungan untuk mengantisipasi kedatangan WN asing lainnya melalui jalur penerbangan lainnya. [FAQ]

]]> .
Kabar warga negara (WN) India yang eksodus di tengah menggilannya Pandemi Covid-19 di negara tersebut, lagi ramai jadi perbincangan. Mereka dikabarkan datang ke Indonesia pakai pesawat udara dan dilengkapi Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas) serta Visa Tinggal Terbatas (Vitas).

Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jhoni Ginting membenarkan kabar ini. Jhoni pun memberitahukan kronologisnya. Jadi, ratusan WN India masuk ke Indonesia, Rabu (21/4). Mereka memakai pesawat carter AirAsia.

Pesawat berkode penerbangan QZ-988 berangkat dari Bandara Internasional Chennai, India menuju Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. “Memakai pesawat carter atau yang dikenal penerbangan non-reguler,” kata Jhoni dalam keterangannya saat konferensi pers, Jumat (23/4).

Kata Jhoni, jumlah penumpang yang ada di pesawat tersebut sebanyak 129 orang. Ada perbedaan dari informasi yang disampaikan Kepala Subdirektorat Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan, Benget sebanyak 127 orang. “Dari Chennai ke Bandara Soetta mengangkut 129 penumpang,” sebutnya.

Adapun rincian 129 penumpang tersebut, terdiri dari pemegang visa kunjungan WN India 38 orang, pemegang kitas WN India 46 orang, pemegang kitas WN Amerika Serikat 1 orang, pemegang Vitas WN India 32 orang, dan WNI 12 orang.

“WNI Warga Negara Indonesia 12 orang dan kru awak pesawat di luar penumpang  11 orang WNI ini adalah charter flight,” tegasnya.

Mereka semua, mendapatkan dokumen perjalanan berupa visa yang termasuk yang dikecualikan dan boleh masuk sesuai Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) Nomor 26 Tahun 2020.

Namun demikian, Jhoni menekankan, sejak kemarin siang, pihaknya sudah perintahkan secara lisan sesuai arahan Menkumham agar permohonan visa dari India sejak Kamis pukul 12.00 sudah dihentikan, khususnya untuk pengajuan.

“Saya sudah perintahkan secara lisan sesuai arahan pak menteri untuk permohonan visa dari India sejak kemarin jam 12 siang sudah kita stop untuk pengajuannya,” tegasnya.

Dia menekankan, pemerintah sebelumnya telah memberikan visa lainnya. Untuk itu, dia mengaku akan segera berkomunikasi dengan Kementerian Perhubungan untuk mengantisipasi kedatangan WN asing lainnya melalui jalur penerbangan lainnya. [FAQ]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories