Cari Yang Popularitasnya Tinggi Dan Berpengalaman Nggak Ada Salahnya Artis Jadi Cawagub DKI Jakarta

Sejumlah artis disebut-sebut ikut meramaikan bursa Pilkada DKI Jakarta nanti. Mulai dari artis sinetron hingga penyanyi papan atas. Tapi, partai politik harus berpikir dua kali sebelum mengusung selebritis di DKI.

Hal itu disampaikan Diretur Eksekutif Lembaga Survei Kelompok Kajian dan Diskusi Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) Kunto Adi Wibowo kepada Rakyat Merdeka, Minggu (21/2).

“Belum ada artis menang sebagai Cagub di kancah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada),” ujar Kunto.

Umumnya, kata Kunto, banyakpartai memposisikan artis sebagai Calon Wakil Gubernur (Cawagub) karena tingkat popularitasnya cukup tinggi di masyarakat. Faktor ini diyakini akan mempermudah sosialisasi partai pengusung. “Artis biasa jadi wakil. Bisa wakil wali kota, bupati atau gubernur,” ujar Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran ini.

Meski cocok untuk posisi Cawagub DKI, Kunto menilai, partai juga tetap hati-hati dalam memilih. Sebab, artis dengan pengalaman di birokrasi atau partai lebih cocok untuk diusung. “Bukan artis yang tingkat pengalamannya di organisasi tidak ada,” katanya.

Alasan artis kaya pengalaman, baik di partai atau birokrasi, sambung Kunto, karena masyarakat Jakarta punya daya analisis baik terhadap background kandidat.

Selain itu, artis berpengalaman diyakini akan mempermudah mesin partai bekerja. Sebab, artis itu sudah mengerti organisasi dan opini publik di kancah Pilkada.

Meski demikian, Kunto tidak menyalahkan partai bila memutuskan mengusung artis untuk DKI-1. Hal itu sah-sah saja karena memang sudah diatur oleh undang-undang.

Diketahui, belakangan ini muncul nama Cagub DKI dari kalangan artis yang didorong-dorong parpol. Mulai dari Raffi Ahmad, Baim Wong, hingga Agnez Monica.

 

Hasil survei dari lembaga survei Media Survei Nasional (Median) menyebut, artis memiliki daya tawar di Pilgub DKI.

Direktur Riset Median, Ade Irfan Abdurrahman mengatakan, dari hasil riset lembaganya, nama Baim Wong memiliki elektabilitas 0,5 persen jika jadi Cagub DKI.

Nama lain yang memperoleh suara 0,5 persen adalah politisi PAN Abraham Lunggana atau Haji Lulung, Wagub DKI Ahmad Riza Patria hingga Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi.

Sementara, Raffi Ahmad justru muncul di survei calon Wakil Gubernur. Suami Nagita Slavina ini memperoleh suara 1 persen dari 11 kandidat yang muncul.

Menanggapi kemunculan namanya, Baim Wong mengunggah komentar di akun Instagram. “Insya Allah pasti yang akan terpilih nanti adalah pilihan rakyat. Apa yang saya lakukan belakangan ini, tolong jangan disangkutpautkan dengan pemilihan atau bisa dibilang politik,” tulisnya.

Sebelumnya, Partai Demokrat sudah pasang kuda-kuda menghadapi gelaran Pilgub DKI. Partai yang dikomandoi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ini sudah menyiapkan 9 kader terbaiknya untuk maju Pilgub DKI.

Deputi Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Kamhar Lakumani menyebut, 9 kader yang dipersiapkan itu berasal dari berbagai macam latar belakang politik. Mulai dari mantan anggota DPRD DKI, calon kepala daerah terpilih 2020, artis hingga anggota DPR aktif.

Sebut saja Santoso (anggota Komisi III DPR dan mantan anggota DPRD DKI), Hinca Panjaitan (Komisi III DPR) dan Didik Mukrianto (Komisi III DPR). Lalu, Muhammad Ridho Ficardo (mantan Gubernur Lampung), Emil Elestianto Dardak (Wagub Jatim) dan Cellica Nurrachadiana (Bupati Karawang).

Anwar Hafid (eks Bupati, saat ini anggota Komisi II DPR), Dede Yusuf Macan Effendi (mantan Wagub Jabar, artis dan saat ini pimpinan Komisi X DPR) dan Iti Octavia Jayabaya (Bupati Lebak). [SSL]

]]> Sejumlah artis disebut-sebut ikut meramaikan bursa Pilkada DKI Jakarta nanti. Mulai dari artis sinetron hingga penyanyi papan atas. Tapi, partai politik harus berpikir dua kali sebelum mengusung selebritis di DKI.

Hal itu disampaikan Diretur Eksekutif Lembaga Survei Kelompok Kajian dan Diskusi Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) Kunto Adi Wibowo kepada Rakyat Merdeka, Minggu (21/2).

“Belum ada artis menang sebagai Cagub di kancah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada),” ujar Kunto.

Umumnya, kata Kunto, banyakpartai memposisikan artis sebagai Calon Wakil Gubernur (Cawagub) karena tingkat popularitasnya cukup tinggi di masyarakat. Faktor ini diyakini akan mempermudah sosialisasi partai pengusung. “Artis biasa jadi wakil. Bisa wakil wali kota, bupati atau gubernur,” ujar Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran ini.

Meski cocok untuk posisi Cawagub DKI, Kunto menilai, partai juga tetap hati-hati dalam memilih. Sebab, artis dengan pengalaman di birokrasi atau partai lebih cocok untuk diusung. “Bukan artis yang tingkat pengalamannya di organisasi tidak ada,” katanya.

Alasan artis kaya pengalaman, baik di partai atau birokrasi, sambung Kunto, karena masyarakat Jakarta punya daya analisis baik terhadap background kandidat.

Selain itu, artis berpengalaman diyakini akan mempermudah mesin partai bekerja. Sebab, artis itu sudah mengerti organisasi dan opini publik di kancah Pilkada.

Meski demikian, Kunto tidak menyalahkan partai bila memutuskan mengusung artis untuk DKI-1. Hal itu sah-sah saja karena memang sudah diatur oleh undang-undang.

Diketahui, belakangan ini muncul nama Cagub DKI dari kalangan artis yang didorong-dorong parpol. Mulai dari Raffi Ahmad, Baim Wong, hingga Agnez Monica.

 

Hasil survei dari lembaga survei Media Survei Nasional (Median) menyebut, artis memiliki daya tawar di Pilgub DKI.

Direktur Riset Median, Ade Irfan Abdurrahman mengatakan, dari hasil riset lembaganya, nama Baim Wong memiliki elektabilitas 0,5 persen jika jadi Cagub DKI.

Nama lain yang memperoleh suara 0,5 persen adalah politisi PAN Abraham Lunggana atau Haji Lulung, Wagub DKI Ahmad Riza Patria hingga Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi.

Sementara, Raffi Ahmad justru muncul di survei calon Wakil Gubernur. Suami Nagita Slavina ini memperoleh suara 1 persen dari 11 kandidat yang muncul.

Menanggapi kemunculan namanya, Baim Wong mengunggah komentar di akun Instagram. “Insya Allah pasti yang akan terpilih nanti adalah pilihan rakyat. Apa yang saya lakukan belakangan ini, tolong jangan disangkutpautkan dengan pemilihan atau bisa dibilang politik,” tulisnya.

Sebelumnya, Partai Demokrat sudah pasang kuda-kuda menghadapi gelaran Pilgub DKI. Partai yang dikomandoi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ini sudah menyiapkan 9 kader terbaiknya untuk maju Pilgub DKI.

Deputi Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Kamhar Lakumani menyebut, 9 kader yang dipersiapkan itu berasal dari berbagai macam latar belakang politik. Mulai dari mantan anggota DPRD DKI, calon kepala daerah terpilih 2020, artis hingga anggota DPR aktif.

Sebut saja Santoso (anggota Komisi III DPR dan mantan anggota DPRD DKI), Hinca Panjaitan (Komisi III DPR) dan Didik Mukrianto (Komisi III DPR). Lalu, Muhammad Ridho Ficardo (mantan Gubernur Lampung), Emil Elestianto Dardak (Wagub Jatim) dan Cellica Nurrachadiana (Bupati Karawang).

Anwar Hafid (eks Bupati, saat ini anggota Komisi II DPR), Dede Yusuf Macan Effendi (mantan Wagub Jabar, artis dan saat ini pimpinan Komisi X DPR) dan Iti Octavia Jayabaya (Bupati Lebak). [SSL]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories