Cara Jitu Agen46 BNI Bertahan Di Tengah Pandemi Covid-19

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mengoptimalkan para Agen46 untuk terus bertransformasi dan inovatif, agar mampu beradaptasi di tengah pandemi Covid-19. Tak heran, Agen46 BNI bisa tetap survive meski UMKM menjadi sektor yang paling terdampak karena pandemi.

Toko Merah milik Slamet, 16 tahun lalu di Perumahan Pondok Surya Mandala, Bekasi, Jawa Barat, menjadi salah satu contoh sukses BNI46. Dengan kondisi warung berukuran 2 x 3 meter, Slamet mengaku terbantu dengan program bantuan sosial hingga Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diberikan BNI.

Pria asal Karanganyar, Solo, Jawa Tengah menceritakan, setidaknya 4 tahun untuk mengubah warung kecilnya menjadi sebuah toko.

Transformasi warung menjadi toko merupakan buah dari kombinasi sikap positif seorang Slamet di masa awal usahanya, mulai dari sikap berani keluar dari zona nyaman, terbuka pada perubahan, rajin menggali ilmu baru, dan keinginan kuat untuk maju.

Waktu itu modal awalnya adalah Rp 1,5 juta. Pada hari pertama berjualan, omzet jualannya mencapai Rp 200 ribu. “Setahun kemudian dari laba yang ada, kami tambah stok barang,” cerita Slamet dalam acara Webinar Media Virtual Tour 2021, bersama Jakarta Editor Media Forum (JEMF), Kamis (11/2).

Atas dukungan BNI, Warung Merah bertransformasi menjadi Toko Merah setelah bangunannya diperluas dengan dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BNI senilai Rp 400 juta. Saat pandemi Covid-19, diakui Slamet, pembeli yang datang ke toko pun berkurang, transaksi menurun, pendapatan pun kena imbasnya. Namun ia berinovasi, melayani pemesan melalui aplikasi chating, yaitu WhatApps.

Kini, daya layanan Slamet pun meningkat dari radius 2 kilometer menjadi 4 kilometer. “Pelanggan cukup WA atau Telpon, kami kirim barangnya. Jadi (penjualan) kami hanya turun sebentar, setelah itu naik lagi. Beruntung juga dengan BNI yang sudah memilih saya Agen46,” ujarnya.

 

Omzet Toko Merah dapat bertahan berkat berbagai transaksi elektronis sebagai Agen46. Toko Merah difasilitasi mesin EDC oleh BNI, sehingga bisa melayani transfer atau kirim uang. Pelanggan tidak perlu kemana-mana, cukup ke Toko Merah saja.

Banyak pelanggan yang mengirim uang lewat BNI di Toko Merah. Selain itu, Slamet juga melayani jual pulsa, membayar tagihan listrik, membayar tagihan telepon, PDAM, hingga token listrik.

Bukan itu saja, BNI juga mempercayai kami untuk ikut kegiatan sosial, yaitu turut menyalurkan Bantuan Sosial. “Pada era Covid-19 ini, upaya BNI bermanfaat besar dan membantu kami dalam menghadapi pandemi ini. Saya coba berhitung, transaksi elektronik bisa mencapai 40 persen dari omzet keseluruhan. Terimakasih BNI, semoga bisa terus membantu UMKM seperti kami,” ungkapnya.  

Slamet bahkan optimis, ke depan dapat mencetak omzet digital yang dilakukan melalui mesin EDC BNI Rp 50 juta dalam sebulan. “Saya optimis karena prospeknya bagus sekali,” tutupnya.

Slamet adalah 1 dari 170.158 Agen46 yang dikembangkan BNI dan tersebar di seluruh Indonesia hingga akhir 2020 lalu. Agen46 merupakan mitra BNI (perorangan maupun badan hukum yang telah bekerjasama dengan BNI) untuk menyediakan layanan perbankan kepada masyarakat (Layanan Laku Pandai, Layanan LKD dan Layanan e-Payment).

Menyoal ini, Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo), Ikhsan Ingratubun mengatakan, UMKM dipastikan akan bisa bertahan apabila mampu bertrasformasi. Transformasi dimaksud adalah pertama, berbisnis secara digital.

Kedua, bertransformasi dalam hal model bisnis yaitu tidak hanya memperdagangkan barang melainkan juga jasa. “Apa yang dilakukan BNI sangat tepat karena tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi menambah nilai bagi debitornya, dalam hal ini melalui program kredit yang dilengkapi oleh Agen46,” kata Ikhsan di kesempatan yang sama.

Sementara Ketua UKM Center Universitas Indonesia (UI), Zakir Mahmud menuturkan, apa yang dilakukan BNI sudah sesuai jalurnya, membantu pembiayaan UMKM melalui berbagai program kredit.

UKM Center UI yang telah memiliki ribuan UMKM binaan, membuka peluang kerja sama dengan perbankan, untuk melakukan pendampingan agar kapasitas dan kapabilitas pelaku usaha mikro kecil lebih tahan menghadapi berbagai situasi dan kondisi termasuk saat pandemi seperti sekarang ini.

Ke depan ia berharap, peran pemerintah dalam memberi dukungan kepada UMKM juga terus diperhatikan. Namun ia mengingatkan, agar bantuan stimulus melihat realita di lapangan yang ada.

“Kalau di awal pandemi, bantuan diberikan agar minimal usaha UMKM bertahan, tapi sekarang melihat UMKM sedikit demi sedikit bangkit, bentuk stimulus harus bagaimana UMKM demand-nya bisa terserap,” imbaunya. [DWI]

]]> PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mengoptimalkan para Agen46 untuk terus bertransformasi dan inovatif, agar mampu beradaptasi di tengah pandemi Covid-19. Tak heran, Agen46 BNI bisa tetap survive meski UMKM menjadi sektor yang paling terdampak karena pandemi.

Toko Merah milik Slamet, 16 tahun lalu di Perumahan Pondok Surya Mandala, Bekasi, Jawa Barat, menjadi salah satu contoh sukses BNI46. Dengan kondisi warung berukuran 2 x 3 meter, Slamet mengaku terbantu dengan program bantuan sosial hingga Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diberikan BNI.

Pria asal Karanganyar, Solo, Jawa Tengah menceritakan, setidaknya 4 tahun untuk mengubah warung kecilnya menjadi sebuah toko.

Transformasi warung menjadi toko merupakan buah dari kombinasi sikap positif seorang Slamet di masa awal usahanya, mulai dari sikap berani keluar dari zona nyaman, terbuka pada perubahan, rajin menggali ilmu baru, dan keinginan kuat untuk maju.

Waktu itu modal awalnya adalah Rp 1,5 juta. Pada hari pertama berjualan, omzet jualannya mencapai Rp 200 ribu. “Setahun kemudian dari laba yang ada, kami tambah stok barang,” cerita Slamet dalam acara Webinar Media Virtual Tour 2021, bersama Jakarta Editor Media Forum (JEMF), Kamis (11/2).

Atas dukungan BNI, Warung Merah bertransformasi menjadi Toko Merah setelah bangunannya diperluas dengan dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BNI senilai Rp 400 juta. Saat pandemi Covid-19, diakui Slamet, pembeli yang datang ke toko pun berkurang, transaksi menurun, pendapatan pun kena imbasnya. Namun ia berinovasi, melayani pemesan melalui aplikasi chating, yaitu WhatApps.

Kini, daya layanan Slamet pun meningkat dari radius 2 kilometer menjadi 4 kilometer. “Pelanggan cukup WA atau Telpon, kami kirim barangnya. Jadi (penjualan) kami hanya turun sebentar, setelah itu naik lagi. Beruntung juga dengan BNI yang sudah memilih saya Agen46,” ujarnya.

 

Omzet Toko Merah dapat bertahan berkat berbagai transaksi elektronis sebagai Agen46. Toko Merah difasilitasi mesin EDC oleh BNI, sehingga bisa melayani transfer atau kirim uang. Pelanggan tidak perlu kemana-mana, cukup ke Toko Merah saja.

Banyak pelanggan yang mengirim uang lewat BNI di Toko Merah. Selain itu, Slamet juga melayani jual pulsa, membayar tagihan listrik, membayar tagihan telepon, PDAM, hingga token listrik.

Bukan itu saja, BNI juga mempercayai kami untuk ikut kegiatan sosial, yaitu turut menyalurkan Bantuan Sosial. “Pada era Covid-19 ini, upaya BNI bermanfaat besar dan membantu kami dalam menghadapi pandemi ini. Saya coba berhitung, transaksi elektronik bisa mencapai 40 persen dari omzet keseluruhan. Terimakasih BNI, semoga bisa terus membantu UMKM seperti kami,” ungkapnya.  

Slamet bahkan optimis, ke depan dapat mencetak omzet digital yang dilakukan melalui mesin EDC BNI Rp 50 juta dalam sebulan. “Saya optimis karena prospeknya bagus sekali,” tutupnya.

Slamet adalah 1 dari 170.158 Agen46 yang dikembangkan BNI dan tersebar di seluruh Indonesia hingga akhir 2020 lalu. Agen46 merupakan mitra BNI (perorangan maupun badan hukum yang telah bekerjasama dengan BNI) untuk menyediakan layanan perbankan kepada masyarakat (Layanan Laku Pandai, Layanan LKD dan Layanan e-Payment).

Menyoal ini, Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo), Ikhsan Ingratubun mengatakan, UMKM dipastikan akan bisa bertahan apabila mampu bertrasformasi. Transformasi dimaksud adalah pertama, berbisnis secara digital.

Kedua, bertransformasi dalam hal model bisnis yaitu tidak hanya memperdagangkan barang melainkan juga jasa. “Apa yang dilakukan BNI sangat tepat karena tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi menambah nilai bagi debitornya, dalam hal ini melalui program kredit yang dilengkapi oleh Agen46,” kata Ikhsan di kesempatan yang sama.

Sementara Ketua UKM Center Universitas Indonesia (UI), Zakir Mahmud menuturkan, apa yang dilakukan BNI sudah sesuai jalurnya, membantu pembiayaan UMKM melalui berbagai program kredit.

UKM Center UI yang telah memiliki ribuan UMKM binaan, membuka peluang kerja sama dengan perbankan, untuk melakukan pendampingan agar kapasitas dan kapabilitas pelaku usaha mikro kecil lebih tahan menghadapi berbagai situasi dan kondisi termasuk saat pandemi seperti sekarang ini.

Ke depan ia berharap, peran pemerintah dalam memberi dukungan kepada UMKM juga terus diperhatikan. Namun ia mengingatkan, agar bantuan stimulus melihat realita di lapangan yang ada.

“Kalau di awal pandemi, bantuan diberikan agar minimal usaha UMKM bertahan, tapi sekarang melihat UMKM sedikit demi sedikit bangkit, bentuk stimulus harus bagaimana UMKM demand-nya bisa terserap,” imbaunya. [DWI]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories