Cakep, Sertifikat Vaksin Internasional Dari Kemenkes Sudah Standar WHO

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengeluarkan sertifikat vaksin interna­sional sesuai dengan standar Badan Kesehatan Dunia alias WHO. Sehingga, sertifikat bisa terbaca dan diakui di luar negeri, termasuk kode QR yang tercantum di dalamnya.

Akun @lawancovid19_id mengungkapkan cara mengakses sertifikat vaksin standar inter­nasional di PeduliLindungi. Langkah pertama, dengan meng-update aplikasi PeduliLindungi versi terbaru, lalu login dan masuk ke menu Sertifikat Vaksin dan tambahkan Sertifikat Perjalanan Luar Negeri.

Kemudian, ikuti petunjuk selanjutnya. Untuk melihat kode QR atau mengunduh sertifikat, masuk ke menu Sertifikat Vaksin dan pilih nama pengguna yang telah dibuatkan sertifikat vaksin internasional.

“Sertifikat ini bisa digunakan Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN), misal untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) ataupun pelaku umrah dan haji sebagai bukti telah menerima vaksinasi primer lengkap,” ujar @lawancovid19_id.

Akun @ExxceL150 mengatakan, Kemenkes menerbitkan sertifikat vaksin standar WHO guna mengantisipasi isu sertifikat vaksin Indonesia tidak dikenal atau diakui di sejumlah negara di luar negeri. Sertifikat vaksin internasional yang dikeluarkan Kemenkes dapat diakses melalui aplikasi PeduliLindungi.

“Cakep, sekarang sudah bisa bikin serti­fikat vaksin internasional di aplikasi PeduliLindungi, one click away, pakai standar WHO pula,” ujar @Curiouzian.

Akun @sandra_hut mengatakan, bentuk dan informasi yang tertera pada sertifikat vaksin inter­nasional sudah disesuaikan dengan standar WHO, termasuk kode QR yang tercantum di dalamnya agar bisa terbaca dan diakui di luar negeri.

 

“Sertifikat vaksin internasional sangat ber­manfaat. Khususnya untuk pekerja migran dan jemaah umrah,” kata dia.

Senada diungkapkan @betty_cricket. Menurutnya, sertifikat vaksin internasional mempermudah jemaah umrah maupun haji yang akan masuk ke Tanah Suci. “Sertifikat vaksin internasional ini dilakukan agar sertifikat vaksin Indonesia bisa diakui di dunia,” timpal @rpajn.

Akun @elementals_666 menyambut baik sertifikat vaksin internasional. Namun, masih ragu dengan biaya pembuatan sertifikat. “Kalau mengubah tampilan sertifikat vaksin jadi sertifikat vaksin internasional, kena biaya kah?” tanyanya.

“Untuk menambahkan nomor paspor ba­gaimana ya,” tanya @y2key200. “Minta tolong di-update system-nya min, belum ada tempat isi nomor paspor,” pinta @alazuardn.

Akun @fippo69 mengaku sudah men­coba membuat sertifikat vaksin internasional. Namun, masih banyak kendala yang dihadapi. Suntik vaksin yang dapat dari luar Indonesia susah didaftarkan di PeduliLindungi.

“Vaksin 1 sudah terdaftar tapi vaksin yang kedua dan ketiga susah didaftarkan,” akunya.

Keluhan serupa dilontarkan @notgugel­product. Dia mengaku sudah mengajukan verifikasi vaksin internasional dari beberapa minggu yang lalu, tapi sampai sekarang belum ada hasil verifikasinya. [ASI]

]]> Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengeluarkan sertifikat vaksin interna­sional sesuai dengan standar Badan Kesehatan Dunia alias WHO. Sehingga, sertifikat bisa terbaca dan diakui di luar negeri, termasuk kode QR yang tercantum di dalamnya.

Akun @lawancovid19_id mengungkapkan cara mengakses sertifikat vaksin standar inter­nasional di PeduliLindungi. Langkah pertama, dengan meng-update aplikasi PeduliLindungi versi terbaru, lalu login dan masuk ke menu Sertifikat Vaksin dan tambahkan Sertifikat Perjalanan Luar Negeri.

Kemudian, ikuti petunjuk selanjutnya. Untuk melihat kode QR atau mengunduh sertifikat, masuk ke menu Sertifikat Vaksin dan pilih nama pengguna yang telah dibuatkan sertifikat vaksin internasional.

“Sertifikat ini bisa digunakan Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN), misal untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) ataupun pelaku umrah dan haji sebagai bukti telah menerima vaksinasi primer lengkap,” ujar @lawancovid19_id.

Akun @ExxceL150 mengatakan, Kemenkes menerbitkan sertifikat vaksin standar WHO guna mengantisipasi isu sertifikat vaksin Indonesia tidak dikenal atau diakui di sejumlah negara di luar negeri. Sertifikat vaksin internasional yang dikeluarkan Kemenkes dapat diakses melalui aplikasi PeduliLindungi.

“Cakep, sekarang sudah bisa bikin serti­fikat vaksin internasional di aplikasi PeduliLindungi, one click away, pakai standar WHO pula,” ujar @Curiouzian.

Akun @sandra_hut mengatakan, bentuk dan informasi yang tertera pada sertifikat vaksin inter­nasional sudah disesuaikan dengan standar WHO, termasuk kode QR yang tercantum di dalamnya agar bisa terbaca dan diakui di luar negeri.

 

“Sertifikat vaksin internasional sangat ber­manfaat. Khususnya untuk pekerja migran dan jemaah umrah,” kata dia.

Senada diungkapkan @betty_cricket. Menurutnya, sertifikat vaksin internasional mempermudah jemaah umrah maupun haji yang akan masuk ke Tanah Suci. “Sertifikat vaksin internasional ini dilakukan agar sertifikat vaksin Indonesia bisa diakui di dunia,” timpal @rpajn.

Akun @elementals_666 menyambut baik sertifikat vaksin internasional. Namun, masih ragu dengan biaya pembuatan sertifikat. “Kalau mengubah tampilan sertifikat vaksin jadi sertifikat vaksin internasional, kena biaya kah?” tanyanya.

“Untuk menambahkan nomor paspor ba­gaimana ya,” tanya @y2key200. “Minta tolong di-update system-nya min, belum ada tempat isi nomor paspor,” pinta @alazuardn.

Akun @fippo69 mengaku sudah men­coba membuat sertifikat vaksin internasional. Namun, masih banyak kendala yang dihadapi. Suntik vaksin yang dapat dari luar Indonesia susah didaftarkan di PeduliLindungi.

“Vaksin 1 sudah terdaftar tapi vaksin yang kedua dan ketiga susah didaftarkan,” akunya.

Keluhan serupa dilontarkan @notgugel­product. Dia mengaku sudah mengajukan verifikasi vaksin internasional dari beberapa minggu yang lalu, tapi sampai sekarang belum ada hasil verifikasinya. [ASI]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories