Cacar Monyet Jadi Darurat Global Ih Ngeri, Mudah-mudahan Tak Menjangkit Indonesia

Wabah cacar monyet (monkeypox) sudah meluas lebih dari 70 negara. Sebanyak 99 persen terjadi di kalangan pria. Dari jumlah tersebut, 98 persennya menjangkiti para homoseksual.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (P2P Kemenkes) Maxi Rein Rondonuwu meminta masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes). Terutama, mencuci tangan.

“Hindari kontak dengan orang yang memiliki gejala-gejala MPX (monkey­pox),” imbau Maxi.

Diberitakan, Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) telah menetapkan wabah cacar monyet (monkeypox) sebagai keadaan darurat kesehatan global, Sabtu (23/7).

Pasalnya, wabah penyakit menular itu telah meluas lebih dari 70 negara. Keadaan tersebut dinilai telah memenuhi syarat sebagai keadaan darurat global.

Maxi meminta masyarakat segera melapor ke petugas kesehatan apabila memiliki gejala-gejala awal cacar monyet. Seperti panas, kelainan pada kulit, tonjolan kecil pada kulit yang gampang dilihat di bagian wajah, juga di telapak tangan, bintik-bintik merah atau ruam, hingga vesikel berisi cairan atau nanah.

“Yang paling khas, kalau ada pembeng­kakan kelenjar getah bening pada leher dan selangkangan,” katanya.

Maxi menjelaskan, Kemenkes telah mengaktifkan sistem surveilans di seluruh pintu masuk wilayah Indonesia. Khususnya di bandara dan pelabuhan laut.

Kata dia, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) memeriksa setiap pelaku perjalan­an, meliputi suhu tubuh serta indikasi gejala cacar monyet.

“Terutama pada pelaku perjalanan yang datang dari negara-negara dengan kasus penularan cacar monyet,” katanya.

Maxi mengatakan, Pemerintah juga melakukan surveilans pada kelompok yang tergolong rentan terserang cacar monyet. Termasuk, kelompok penyuka sesama jenis. “Kami akan melakukan surveilans ketat pada kelompok ini dan bekerja sama dengan beberapa organisasi maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM),” katanya.

Kendati demikian, Maxi mengatakan, menurut laporan jaringan laborato­rium serta fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat, sampai saat ini belum ada kasus penularan penyakit cacar monyet di wilayah Indonesia.

“Baik konfirmasi, probable, maupun suspect monkeypox,” ujarnya.

 

Netizen meminta Pemerintah melaku­kan tindakan konkret agar cacar monyet tidak masuk ke Indonesia.

Akun @ProfesorZubairi meminta Pemerintah siap siaga menyusul pernyataan WHO bahwa wabah cacar monyet sebagai darurat kesehatan global. Sangat penting mengkonsolidasikan strategi mitigasi di berbagai tingkatan.

“Karena lebih 16 ribu kasus telah me­nyebar di 75 negara saat ini. Waspada,” kata dia, mewanti-wanti.

“Ih ngeri, mudah-mudahan tidak terjadi di Indonesia seperti pandemi Covid-19,” kata @Vaya_Fadillah.

Akun @B4nny juga meminta masyarakat waspada terhadap cacar monyet. Pemerintah harus melakukan tindakan pencegahan dan pemberitahuan kepada masyarakat dengan konferensi pers lang­sung yang ditayangankan di seluruh TV nasional.

“Pemerintah harus segera melakukan tin­dakan konkret mengatasi ini agar tidak sep­erti Covid-19 yang menyerang dan masuk Indonesia,” pinta @Memet_Sandara.

“Kementerian Kesehatan telah men­gaktifkan pengawasan untuk mencegah penyebaran cacar monyet,” timpal @Upon_aje.

Akun @JeySAts mengingatkan masyarakat agar hati-hati karena wabah cacar monyet sedang menyebar di seluruh dunia. Dia meminta warga selalu jaga kebersihan agar tidak tertular. “Memang nggak mematikan, tapi bakal ninggalin bekas jelek di tubuh,” kata dia.

Menurut @Kaist_world, demam ham­pir selalu menjadi gejala awal suatu pe­nyakit. Termasuk pada Cacar Monyet ini. Kata dia, demam itu bentuk awal perla­wanan tubuh terhadap virus atau sumber infeksi lainnya. “Stay safe u guys,” kata dia, mengingatkan.

Akun @Jack_Phillips mengatakan, penyakit cacar monyet masih bisa di­atasi seperti cacar yang lain, dengan obat asiklovir atau acylovir. Obat ini sudah terbukti sangat ampuh untuk pernyakit sejenis cacar. “Jadi tidak perlu terlalu dirisaukan,” pinta dia.

Namun, @Eka_chan meminta masyarakat dunia tidak panik dengan penetapan cacar monyet sebagai darurat global. Cacar monyet merupakan pe­nyakit kaum homoseks. “Kok ributnya sedunia. Hadooh,” katanya.

Akun @Abdulfa7400 menyambung. Dia bilang, menurut WHO, di luar benua Afrika, 99 persen kasus cacar monyet yang dilaporkan terjadi di kalangan pria. Dari jumlah tersebut, 98 persen dialami oleh para pria yang melakukan hubungan seksual dengan sesama jenis. [TIF]

]]> Wabah cacar monyet (monkeypox) sudah meluas lebih dari 70 negara. Sebanyak 99 persen terjadi di kalangan pria. Dari jumlah tersebut, 98 persennya menjangkiti para homoseksual.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (P2P Kemenkes) Maxi Rein Rondonuwu meminta masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes). Terutama, mencuci tangan.

“Hindari kontak dengan orang yang memiliki gejala-gejala MPX (monkey­pox),” imbau Maxi.

Diberitakan, Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) telah menetapkan wabah cacar monyet (monkeypox) sebagai keadaan darurat kesehatan global, Sabtu (23/7).

Pasalnya, wabah penyakit menular itu telah meluas lebih dari 70 negara. Keadaan tersebut dinilai telah memenuhi syarat sebagai keadaan darurat global.

Maxi meminta masyarakat segera melapor ke petugas kesehatan apabila memiliki gejala-gejala awal cacar monyet. Seperti panas, kelainan pada kulit, tonjolan kecil pada kulit yang gampang dilihat di bagian wajah, juga di telapak tangan, bintik-bintik merah atau ruam, hingga vesikel berisi cairan atau nanah.

“Yang paling khas, kalau ada pembeng­kakan kelenjar getah bening pada leher dan selangkangan,” katanya.

Maxi menjelaskan, Kemenkes telah mengaktifkan sistem surveilans di seluruh pintu masuk wilayah Indonesia. Khususnya di bandara dan pelabuhan laut.

Kata dia, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) memeriksa setiap pelaku perjalan­an, meliputi suhu tubuh serta indikasi gejala cacar monyet.

“Terutama pada pelaku perjalanan yang datang dari negara-negara dengan kasus penularan cacar monyet,” katanya.

Maxi mengatakan, Pemerintah juga melakukan surveilans pada kelompok yang tergolong rentan terserang cacar monyet. Termasuk, kelompok penyuka sesama jenis. “Kami akan melakukan surveilans ketat pada kelompok ini dan bekerja sama dengan beberapa organisasi maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM),” katanya.

Kendati demikian, Maxi mengatakan, menurut laporan jaringan laborato­rium serta fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat, sampai saat ini belum ada kasus penularan penyakit cacar monyet di wilayah Indonesia.

“Baik konfirmasi, probable, maupun suspect monkeypox,” ujarnya.

 

Netizen meminta Pemerintah melaku­kan tindakan konkret agar cacar monyet tidak masuk ke Indonesia.

Akun @ProfesorZubairi meminta Pemerintah siap siaga menyusul pernyataan WHO bahwa wabah cacar monyet sebagai darurat kesehatan global. Sangat penting mengkonsolidasikan strategi mitigasi di berbagai tingkatan.

“Karena lebih 16 ribu kasus telah me­nyebar di 75 negara saat ini. Waspada,” kata dia, mewanti-wanti.

“Ih ngeri, mudah-mudahan tidak terjadi di Indonesia seperti pandemi Covid-19,” kata @Vaya_Fadillah.

Akun @B4nny juga meminta masyarakat waspada terhadap cacar monyet. Pemerintah harus melakukan tindakan pencegahan dan pemberitahuan kepada masyarakat dengan konferensi pers lang­sung yang ditayangankan di seluruh TV nasional.

“Pemerintah harus segera melakukan tin­dakan konkret mengatasi ini agar tidak sep­erti Covid-19 yang menyerang dan masuk Indonesia,” pinta @Memet_Sandara.

“Kementerian Kesehatan telah men­gaktifkan pengawasan untuk mencegah penyebaran cacar monyet,” timpal @Upon_aje.

Akun @JeySAts mengingatkan masyarakat agar hati-hati karena wabah cacar monyet sedang menyebar di seluruh dunia. Dia meminta warga selalu jaga kebersihan agar tidak tertular. “Memang nggak mematikan, tapi bakal ninggalin bekas jelek di tubuh,” kata dia.

Menurut @Kaist_world, demam ham­pir selalu menjadi gejala awal suatu pe­nyakit. Termasuk pada Cacar Monyet ini. Kata dia, demam itu bentuk awal perla­wanan tubuh terhadap virus atau sumber infeksi lainnya. “Stay safe u guys,” kata dia, mengingatkan.

Akun @Jack_Phillips mengatakan, penyakit cacar monyet masih bisa di­atasi seperti cacar yang lain, dengan obat asiklovir atau acylovir. Obat ini sudah terbukti sangat ampuh untuk pernyakit sejenis cacar. “Jadi tidak perlu terlalu dirisaukan,” pinta dia.

Namun, @Eka_chan meminta masyarakat dunia tidak panik dengan penetapan cacar monyet sebagai darurat global. Cacar monyet merupakan pe­nyakit kaum homoseks. “Kok ributnya sedunia. Hadooh,” katanya.

Akun @Abdulfa7400 menyambung. Dia bilang, menurut WHO, di luar benua Afrika, 99 persen kasus cacar monyet yang dilaporkan terjadi di kalangan pria. Dari jumlah tersebut, 98 persen dialami oleh para pria yang melakukan hubungan seksual dengan sesama jenis. [TIF]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories