Buwas Jelaskan Kenapa Bulog Tak Masuk Holding BUMN Pangan .

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso menjelaskan, salah satu alasan Bulog tidak dimasukkan dalam holding BUMN klaster pangan, yakni karena adanya rencana pembentukan badan pangan nasional.

Budi Waseso yang akrab disapa Buwas ini mengatakan, Menteri BUMN, Erick Thohir memang berencana mengubah fungsi Perum Bulog sebagai badan ketahanan pangan. 

Namun demikian, Ia tidak mengetahui kapan perubahan tersebut direalisasikan.

“Karena ada rencana program Bulog ini akan berubah. Saya tidak tahu ini berubahnya kapan dan untuk apa jadinya, saya belum tahu. Tapi salah satunya menjadi badan pangan, sehingga dipisahkan oleh Pak Menteri,” kata Buwas di Jakarta, Kamis (24/2).

Buwas mengaku, tidak mempermasalahkan terkait dibentuknya holding BUMN Pangan tanpa memasukkan Bulog yang memang ditugaskan sebagai Pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan dan buffer stock.

Menurut dia, Bulog akan terus fokus menjalankan penugasan Pemerintah, terutama menjaga stok aman Cadangan Beras Pemerintah (CBP), serta menyerap produksi gabah petani guna stabilisasi harga.

Seperti diketahui, holding BUMN sektor pangan yang dibentuk oleh Kementerian BUMN terdiri dari PT RNI, Berdikari, Perikanan Indonesia (Perindo), Perikanan Nusantara (Perinus), Pertani, Sang Hyang Seri, PT Bhanda Ghara Reksa (BGR Logistics), Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), dan PT Garam. Induk BUMN pangan adalah PT RNI. [FIK]

 

]]> .
Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso menjelaskan, salah satu alasan Bulog tidak dimasukkan dalam holding BUMN klaster pangan, yakni karena adanya rencana pembentukan badan pangan nasional.

Budi Waseso yang akrab disapa Buwas ini mengatakan, Menteri BUMN, Erick Thohir memang berencana mengubah fungsi Perum Bulog sebagai badan ketahanan pangan. 

Namun demikian, Ia tidak mengetahui kapan perubahan tersebut direalisasikan.

“Karena ada rencana program Bulog ini akan berubah. Saya tidak tahu ini berubahnya kapan dan untuk apa jadinya, saya belum tahu. Tapi salah satunya menjadi badan pangan, sehingga dipisahkan oleh Pak Menteri,” kata Buwas di Jakarta, Kamis (24/2).

Buwas mengaku, tidak mempermasalahkan terkait dibentuknya holding BUMN Pangan tanpa memasukkan Bulog yang memang ditugaskan sebagai Pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan dan buffer stock.

Menurut dia, Bulog akan terus fokus menjalankan penugasan Pemerintah, terutama menjaga stok aman Cadangan Beras Pemerintah (CBP), serta menyerap produksi gabah petani guna stabilisasi harga.

Seperti diketahui, holding BUMN sektor pangan yang dibentuk oleh Kementerian BUMN terdiri dari PT RNI, Berdikari, Perikanan Indonesia (Perindo), Perikanan Nusantara (Perinus), Pertani, Sang Hyang Seri, PT Bhanda Ghara Reksa (BGR Logistics), Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), dan PT Garam. Induk BUMN pangan adalah PT RNI. [FIK]

 
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories

Generated by Feedzy