Bus Masuk Jurang Di Sumedang, 27 Orang Meninggal Dunia

Kecelakaan maut bus pariwisata Sri Padma Kencana di Sumedang pada, Rabu (10/3) menelan korban jiwa hingga 27 orang.  

Dirjen Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi menyatakan, bahwa hingga pagi ini masih berlangsung proses evakuasi korban dari kendaraan.

“Kami bersama Kepolisian, Komite Nasional Keselamatan Transportasi, Jasa Raharja, Basarnas telah berada di lokasi. Dalam  waktu dekat Satlantas Polres Sumedang akan mengirimkan crane sehingga mempermudah proses evakuasi. Jalan sekitar TKP juga akan ditutup sementara untuk kelancaran evakuasi,” imbuhnya. 

Berdasarkan jumlah korban, dia memerinci sebanyak 39 orang selamat, 26 meninggal, dan 1 orang meninggal dalam proses evakuasi. 

“Sehingga secara total sebanyak 27 orang dinyatakan meninggal dunia, 26 meninggal  dan satu orang meninggal dalam proses evakuasi,” ujarnya dikutip keterangan pers, Kamis (11/3).

Lokasi kejadian kecelakaan tunggal terjadi di Jalan raya Wado-Malangbong di Dusun Cilangkap RT 01/06 Desa Sukajadi Kecamatan Wado Kabupaten Sumedang. 

Adapun penyebab kecelakaan masih dalam investigasi, sementara ini informasi yang didapat ada keterlambatan uji KIR. 

Selanjutnya, Kemenhub sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat yang merupakan jalan provinsi agar dapat dipasang guard rail. Namun untuk jalan kelas 1 nantinya mungkin bisa diganti dengan beton.  Saat ini, masih dilakukan evakuasi dan pendataan lebih lanjut terhadap kecelakaan. 

Korban dievakuasi sementara ke Puskesmas Wado untuk memperoleh perawatan lanjutan. Dari data awal diperoleh informasi bahwa bus mengangkut rombongan dari SMP IT Al Muawanah, Cisalak, Subang. Kronologis sementara yang didapat dari kepolisian setempat mengenai kecelakaan ini yaitu bus melaju dari arah Malangbong menuju Wado. 

Namun hingga saat ini, sejumlah petugas terkait, termasuk tim Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan kepolisian setempat tengah memeriksa kecelakaan tersebut. [KPJ]

]]> Kecelakaan maut bus pariwisata Sri Padma Kencana di Sumedang pada, Rabu (10/3) menelan korban jiwa hingga 27 orang.  

Dirjen Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi menyatakan, bahwa hingga pagi ini masih berlangsung proses evakuasi korban dari kendaraan.

“Kami bersama Kepolisian, Komite Nasional Keselamatan Transportasi, Jasa Raharja, Basarnas telah berada di lokasi. Dalam  waktu dekat Satlantas Polres Sumedang akan mengirimkan crane sehingga mempermudah proses evakuasi. Jalan sekitar TKP juga akan ditutup sementara untuk kelancaran evakuasi,” imbuhnya. 

Berdasarkan jumlah korban, dia memerinci sebanyak 39 orang selamat, 26 meninggal, dan 1 orang meninggal dalam proses evakuasi. 

“Sehingga secara total sebanyak 27 orang dinyatakan meninggal dunia, 26 meninggal  dan satu orang meninggal dalam proses evakuasi,” ujarnya dikutip keterangan pers, Kamis (11/3).

Lokasi kejadian kecelakaan tunggal terjadi di Jalan raya Wado-Malangbong di Dusun Cilangkap RT 01/06 Desa Sukajadi Kecamatan Wado Kabupaten Sumedang. 

Adapun penyebab kecelakaan masih dalam investigasi, sementara ini informasi yang didapat ada keterlambatan uji KIR. 

Selanjutnya, Kemenhub sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat yang merupakan jalan provinsi agar dapat dipasang guard rail. Namun untuk jalan kelas 1 nantinya mungkin bisa diganti dengan beton.  Saat ini, masih dilakukan evakuasi dan pendataan lebih lanjut terhadap kecelakaan. 

Korban dievakuasi sementara ke Puskesmas Wado untuk memperoleh perawatan lanjutan. Dari data awal diperoleh informasi bahwa bus mengangkut rombongan dari SMP IT Al Muawanah, Cisalak, Subang. Kronologis sementara yang didapat dari kepolisian setempat mengenai kecelakaan ini yaitu bus melaju dari arah Malangbong menuju Wado. 

Namun hingga saat ini, sejumlah petugas terkait, termasuk tim Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan kepolisian setempat tengah memeriksa kecelakaan tersebut. [KPJ]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories