Buru Teroris Papua Kapolri Tak Akan Kasih Ampun .

Sehati dengan Presiden Jokowi, kesabaran Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terhadap teroris Papua sepertinya sudah habis. Dia meminta, anak buahnya terus memburu para pengacau keamanan rakyat itu, sampai habis.

Situasi di Papua masih mencekam. Sejumlah insiden baku tembak antara TNI/Polri dan kelompok yang disebut pemerintah sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) itu, terus terjadi. Jumlah korban pun terus bertambah.

Terbaru, kontak senjara antara KKB dan anggota Brimob di sekitar Markas Lumawi, Kampung Makki, Distrik Ilaga Utara, Kabupaten Puncak, Papua pada Selasa 27/4) pagi, sekitar pukul 08.00 WIT. Dari peristiwa itu, tiga personel Korps Brigade Mobil (Brimob) terkena tembakan. Bharada I Komang Wira Natha, meninggal. Dua lainnya; Ipda Anton Tonapa yang terkena tembakan pada bagian punggung atas, dan Bripka M Syaifudin yang kena tembakan di bagian perut tengah, mendapat perawatan. Sementara dari KKB, ada sekitar sembilan orang yang tewas.

Kapolri menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya Bharada I Komang Wira Natha.

“Saya selaku pimpinan Polri mengucapkan dukacita yang sangat mendalam atas gugurnya salah satu putra terbaik kami, prajurit bhayangkara sejati,” kata Listyo Sigit dalam konferensi pers di Mabes Polri, kemarin.

Listyo Sigit menaikkan pangkat Bharada I Komang menjadi Bharatu (Anumerta). Sementara dua personel Polri yang terluka yaitu Ipda Naton Tonapa dan Bripka Moh Syaifudin diberikan penghargaan.

“Kami selaku pimpinan Polri memberikan reward terhadap dua prajurit tersebut, yaitu kenaikan pangkat luar biasa dan kesempatan mengikuti prioritas pendidikan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Listyo Sigit juga membakar semangat seluruh anggotanya untuk terus memburu anggota KKB di Papua. Dia minta jajarannya tidak kendor, karena adanya peristiwa baku tembak yang terjadi di Papua beberapa terakhir ini.

Menurutnya, peristiwa tersebut tidak hanya mengakibatkan korban dari polisi, melainkan ada warga sipil yang turut menjadi korban. Selain itu, KKB juga telah melakukan pengerusakan terhadap asrama sekolah, dan sejumlah rumah milik masyarakat.

 

Karena itu, Listyo Sigit memerintahkan kepada seluruh anggota Satgas Polri yang bertugas untuk tetap berjuang.

“Lakukan terus pengejaran terhadap KKB yang ada di Papua. Terus berjuang. Negara tidak boleh kalah!” tegasnya.

Sementara itu, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto mengaku sudah siap siaga. Menurutnya, prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 315/Garuda yang berjuluk “Pasukan Setan” siap diterjunkan ke Papua. Seluruh pengetahuan, keahlian, mental, fisik, sarana prasana, dan persenjataan Yonif 315/Garuda, telah disiapkan.

Hal itu dipastikan setelah Nugroho melakukan pengecekan di Markas Yonif 315/Garuda, Jalan Raya Gunung Batu Nomor 196 RT01/09 Gunung Batu, Kota Bogor, Selasa (27/4).

Saat pengecekan, Pangdam III/Siliwangi didampingi Irdam III/Siliwangi Brigjen TNIAsep Syarifudin, Danrem 062/Tarumanagara Kolonel Inf Muhammad Muhidin, Danbrigif 15 Kujang IIKolonel Inf Mochamad Arief Hidayat, Komandan Korem (Danrem) 061/Surya Kencana Brigjen TNI Achmad Fauzi, dan pejabat lainnya.

Hasilnya, kata Nugroho, seluruh personel Yonif 315/Garuda telah siap mengemban tugas negara mengamankan daerah rawan Papua.

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko memastikan penanganan KKB di Papua tidak berbenturan dengan nilai hak asasi manusia (HAM). Sebab pelaksanaannya secara tegas terukur dengan pendekatan hukum. Hal itu sesuai dengan arahan Presiden Jokowi.

“Presiden sudah wanti-wanti soal penanganan KKB ini. Harus tegas tetapi tidak boleh mengabaikan HAM,” kata Moeldoko dalam Festival HAM2021 secara daring, kemarin. [QAR]

]]> .
Sehati dengan Presiden Jokowi, kesabaran Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terhadap teroris Papua sepertinya sudah habis. Dia meminta, anak buahnya terus memburu para pengacau keamanan rakyat itu, sampai habis.

Situasi di Papua masih mencekam. Sejumlah insiden baku tembak antara TNI/Polri dan kelompok yang disebut pemerintah sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) itu, terus terjadi. Jumlah korban pun terus bertambah.

Terbaru, kontak senjara antara KKB dan anggota Brimob di sekitar Markas Lumawi, Kampung Makki, Distrik Ilaga Utara, Kabupaten Puncak, Papua pada Selasa 27/4) pagi, sekitar pukul 08.00 WIT. Dari peristiwa itu, tiga personel Korps Brigade Mobil (Brimob) terkena tembakan. Bharada I Komang Wira Natha, meninggal. Dua lainnya; Ipda Anton Tonapa yang terkena tembakan pada bagian punggung atas, dan Bripka M Syaifudin yang kena tembakan di bagian perut tengah, mendapat perawatan. Sementara dari KKB, ada sekitar sembilan orang yang tewas.

Kapolri menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya Bharada I Komang Wira Natha.

“Saya selaku pimpinan Polri mengucapkan dukacita yang sangat mendalam atas gugurnya salah satu putra terbaik kami, prajurit bhayangkara sejati,” kata Listyo Sigit dalam konferensi pers di Mabes Polri, kemarin.

Listyo Sigit menaikkan pangkat Bharada I Komang menjadi Bharatu (Anumerta). Sementara dua personel Polri yang terluka yaitu Ipda Naton Tonapa dan Bripka Moh Syaifudin diberikan penghargaan.

“Kami selaku pimpinan Polri memberikan reward terhadap dua prajurit tersebut, yaitu kenaikan pangkat luar biasa dan kesempatan mengikuti prioritas pendidikan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Listyo Sigit juga membakar semangat seluruh anggotanya untuk terus memburu anggota KKB di Papua. Dia minta jajarannya tidak kendor, karena adanya peristiwa baku tembak yang terjadi di Papua beberapa terakhir ini.

Menurutnya, peristiwa tersebut tidak hanya mengakibatkan korban dari polisi, melainkan ada warga sipil yang turut menjadi korban. Selain itu, KKB juga telah melakukan pengerusakan terhadap asrama sekolah, dan sejumlah rumah milik masyarakat.

 

Karena itu, Listyo Sigit memerintahkan kepada seluruh anggota Satgas Polri yang bertugas untuk tetap berjuang.

“Lakukan terus pengejaran terhadap KKB yang ada di Papua. Terus berjuang. Negara tidak boleh kalah!” tegasnya.

Sementara itu, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto mengaku sudah siap siaga. Menurutnya, prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 315/Garuda yang berjuluk “Pasukan Setan” siap diterjunkan ke Papua. Seluruh pengetahuan, keahlian, mental, fisik, sarana prasana, dan persenjataan Yonif 315/Garuda, telah disiapkan.

Hal itu dipastikan setelah Nugroho melakukan pengecekan di Markas Yonif 315/Garuda, Jalan Raya Gunung Batu Nomor 196 RT01/09 Gunung Batu, Kota Bogor, Selasa (27/4).

Saat pengecekan, Pangdam III/Siliwangi didampingi Irdam III/Siliwangi Brigjen TNIAsep Syarifudin, Danrem 062/Tarumanagara Kolonel Inf Muhammad Muhidin, Danbrigif 15 Kujang IIKolonel Inf Mochamad Arief Hidayat, Komandan Korem (Danrem) 061/Surya Kencana Brigjen TNI Achmad Fauzi, dan pejabat lainnya.

Hasilnya, kata Nugroho, seluruh personel Yonif 315/Garuda telah siap mengemban tugas negara mengamankan daerah rawan Papua.

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko memastikan penanganan KKB di Papua tidak berbenturan dengan nilai hak asasi manusia (HAM). Sebab pelaksanaannya secara tegas terukur dengan pendekatan hukum. Hal itu sesuai dengan arahan Presiden Jokowi.

“Presiden sudah wanti-wanti soal penanganan KKB ini. Harus tegas tetapi tidak boleh mengabaikan HAM,” kata Moeldoko dalam Festival HAM2021 secara daring, kemarin. [QAR]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories