Buntut Airlangga Dan Prabowo Main Kuda Di Hambalang Musim Corona Belum Usai, Musim Pilpres Mulai terasa

DI saat musim Corona belum usai, publik disuguhi tontonan pertemuan para elite partai politik. Banyak yang menilai biasabiasa saja. ada juga yang menganggap positif karena kemesraan di tingkat elite bisa menular ke akar rumput. Tapi, wajar juga ada yang merasa musim Pilpres 2024 yang masih 3 tahun itu, mulai terasa dari sekarang ini.

Pertemuan elite parpol yang paling baru tersaji, yakni antara Ketum Golkar, Airlangga Hartarto dan Ketum Gerindra, Prabowo Subianto. Dalam 1 bulan ini, dua bos partai yang sama-sama jadi menteri di Kabinet Indonesia Maju itu, sudah dua kali bertemu. Pertama, terjadi Rabu (3/3). Pertemuan kedua terjadi Sabtu (13/3) pagi di kediaman Prabowo di Desa Bojong koneng, Babakan Madang, Bogor.

Dalam kunjungan di akhir pekan ini, Airlangga tampil santai. Menko Perekonomian ini mengenakan kemeja lengan pendek corak gelap, celana tactical hitam, berpadu sneakers hitam dengan padanan putih di bawahnya.

Ia disambut Prabowo yang tidak kalah kece, dengan topi koboi warna hitam. Yang kemudian, topi tersebut dihadiahkan ke Airlangga. Prabowo juga tampil dengan pakaian khasnya: baju safari berkantong empat. salam siku, jadi pembuka. sejenak, airlangga juga sempat berbisik di telinga Prabowo. Lalu, candatawa pecah mengiringi perjumpaan itu.

Prabowo juga bikin kejutan. Kedatangan Airlangga disambut meriah penampilan marching band Partai Gerindra. Musik yang dibawakan adalah mars Partai Golkar dan mars Partai Gerindra. Bos Partai Beringin itu sontak sumringah. Ia senang bukan kepalang melihat sambutan yang di luar dugaan itu. “Kami cukup terkesima,” ungkap Airlangga, di akun Instagramnya, Sabtu (13/3).

Dalam pertemuan, keduanya duduk bersebelahan menghadap elit kedua partai. Prabowo duduk di sebelah kanan, Airlangga di sebelah kiri. Prabowo di dampingi Wakil Ketua Dewan Pembina Hasyim Djoyohadi Kusumo, Sekjen Ahmad Muzani, Ketua Harian Dasco Sufi ahmad, Wakil Ketua Umum Sugiono, Ketua DPP Prasetyo Hadi, dan Ketua DPP Budi Djiwandono.

Sementara Airlangga ditemani Zainuddin Amali, Agus Gumiwang Kartasasmita dan Sekjen Golkar Lodewijk F. Paulus. Usai pertemuan, Prabowo membawa Airlangga keliling pekarangan kediamannya yang luas itu. Termasuk menyaksikan kuda Prabowo yang sedang berlatih di stable Hambalang.

 

Apa yang diobrolin? Airlangga mengaku mendiskusikan sejumlah isu kebangsaan, pembangunan dan kepentingan nasional. Geopolitik, food estate, hingga ikhtiar untuk jadi tuan rumah Olimpiade 2032, juga jadi topik bahasan.

Olimpiade ikut dibicarakan karena kedua ketum partai ini juga pucuk pimpinan asosiasi cabang olah raga. Airlangga Ketum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PBWI), sementara Prabowo Ketum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (PB IPSI).

Soal koalisi Pilpres 2024? Tak disebut. Namun, Airlangga mengaku pembicaraan juga nyerempet ke urusan politik. Seperti kolaborasi parpol dalam mendukung agenda pemerintah hingga komitmen menyukseskan pemerintahan Presiden Jokowi.

Menurutnya, pembangunan politik nasional harus jalan seiring dengan agenda penguatan kesejahteraan rakyat. “Kuncinya adalah komunikasi dan silaturahmi politik,” jelasnya.

Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani yang ikut hadir dalam pertemuan itu, membenarkan. Wakil Ketua MPR ini menambahkan, penanganan Covid-19 dan vaksinasi massal secara gratis juga diomongin.

“Pertemuan berlangsung secara akrab, penuh canda tawa, guyon, namun tetap membahas beberapa hal penting,” kata Muzani, dalam ketera ngannya kepada wartawan, tadi malam.

Mungkinkah ini sinyal koalisi? Pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio mengaku sulit menebak, apakah pertemuan dua bos partai itu akan dihalalkan dengan koalisi di 2024. “yang jelas, ini bukan pertemuan biasa,” kata Hensat, sapaan akrabnya kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI ini juga melihat gelagat kedua pihak yang mengekspos pertemuan tersebut ke media massa. Tujuannya, lanjut Hen sat bisa macam-macam. Bisa untuk menunjukkan mesranya hubungan kedua partai, juga bisa semacam agenda testing the water untuk melihat respon publik. “Bakal jadi isu nasional gak pertemuan ini,” sambungnya.

Soal peluang keduanya maju di Pilpres 2024, Direktur Eksekutif Charta Politika, yunarto Wijaya membaca koalisi dua partai ini bisa jadi mesin kuat jika benar terealisasi. Tapi, analisa ini, menurutnya, sangat mentah. Karena 2024 masih jauh. Biasanya, wangi koalisi baru menguat ketika jelang 2 tahun sisa jabatan suatu rezim. Konflik politik, loyalitas dan dinamika lainnya, masih harus diuji di sisa waktu yang masih panjang ini.

Kendati demikian, jika hubungan keduanya langgeng, Prabowo dan Airlangga sudah punya modal. “Partai-partai ini mesin yang kuat untuk Pilpres 2024,” kata Yunarto, dalam perbincangan dengan Rakyat Merdeka, tadi malam.

Hanya saja, kata dia, masih ada pekerjaan rumah yang harus dibenahi. yaitu, elektabilitas Airlangga yang masih rendah. “Kalau PR itu bisa diselesaikan, keduanya jadi kekuatan besar,” lanjutnya.

Selain itu, ada partai lain yang akan cukup menentukan nasib Prabowo dan Airlangga di kontestasi Pilpres 2024 mendatang. yakni PDI Perjuangan. “Sikap PDIP sangat menentukan koalisi 2 sosok ini. Prabowo kan dalam tanda kutip memiliki perjanjian tertentu dengan PDIP,” tutupnya. [SAR]

]]> DI saat musim Corona belum usai, publik disuguhi tontonan pertemuan para elite partai politik. Banyak yang menilai biasabiasa saja. ada juga yang menganggap positif karena kemesraan di tingkat elite bisa menular ke akar rumput. Tapi, wajar juga ada yang merasa musim Pilpres 2024 yang masih 3 tahun itu, mulai terasa dari sekarang ini.

Pertemuan elite parpol yang paling baru tersaji, yakni antara Ketum Golkar, Airlangga Hartarto dan Ketum Gerindra, Prabowo Subianto. Dalam 1 bulan ini, dua bos partai yang sama-sama jadi menteri di Kabinet Indonesia Maju itu, sudah dua kali bertemu. Pertama, terjadi Rabu (3/3). Pertemuan kedua terjadi Sabtu (13/3) pagi di kediaman Prabowo di Desa Bojong koneng, Babakan Madang, Bogor.

Dalam kunjungan di akhir pekan ini, Airlangga tampil santai. Menko Perekonomian ini mengenakan kemeja lengan pendek corak gelap, celana tactical hitam, berpadu sneakers hitam dengan padanan putih di bawahnya.

Ia disambut Prabowo yang tidak kalah kece, dengan topi koboi warna hitam. Yang kemudian, topi tersebut dihadiahkan ke Airlangga. Prabowo juga tampil dengan pakaian khasnya: baju safari berkantong empat. salam siku, jadi pembuka. sejenak, airlangga juga sempat berbisik di telinga Prabowo. Lalu, candatawa pecah mengiringi perjumpaan itu.

Prabowo juga bikin kejutan. Kedatangan Airlangga disambut meriah penampilan marching band Partai Gerindra. Musik yang dibawakan adalah mars Partai Golkar dan mars Partai Gerindra. Bos Partai Beringin itu sontak sumringah. Ia senang bukan kepalang melihat sambutan yang di luar dugaan itu. “Kami cukup terkesima,” ungkap Airlangga, di akun Instagramnya, Sabtu (13/3).

Dalam pertemuan, keduanya duduk bersebelahan menghadap elit kedua partai. Prabowo duduk di sebelah kanan, Airlangga di sebelah kiri. Prabowo di dampingi Wakil Ketua Dewan Pembina Hasyim Djoyohadi Kusumo, Sekjen Ahmad Muzani, Ketua Harian Dasco Sufi ahmad, Wakil Ketua Umum Sugiono, Ketua DPP Prasetyo Hadi, dan Ketua DPP Budi Djiwandono.

Sementara Airlangga ditemani Zainuddin Amali, Agus Gumiwang Kartasasmita dan Sekjen Golkar Lodewijk F. Paulus. Usai pertemuan, Prabowo membawa Airlangga keliling pekarangan kediamannya yang luas itu. Termasuk menyaksikan kuda Prabowo yang sedang berlatih di stable Hambalang.

 

Apa yang diobrolin? Airlangga mengaku mendiskusikan sejumlah isu kebangsaan, pembangunan dan kepentingan nasional. Geopolitik, food estate, hingga ikhtiar untuk jadi tuan rumah Olimpiade 2032, juga jadi topik bahasan.

Olimpiade ikut dibicarakan karena kedua ketum partai ini juga pucuk pimpinan asosiasi cabang olah raga. Airlangga Ketum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PBWI), sementara Prabowo Ketum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (PB IPSI).

Soal koalisi Pilpres 2024? Tak disebut. Namun, Airlangga mengaku pembicaraan juga nyerempet ke urusan politik. Seperti kolaborasi parpol dalam mendukung agenda pemerintah hingga komitmen menyukseskan pemerintahan Presiden Jokowi.

Menurutnya, pembangunan politik nasional harus jalan seiring dengan agenda penguatan kesejahteraan rakyat. “Kuncinya adalah komunikasi dan silaturahmi politik,” jelasnya.

Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani yang ikut hadir dalam pertemuan itu, membenarkan. Wakil Ketua MPR ini menambahkan, penanganan Covid-19 dan vaksinasi massal secara gratis juga diomongin.

“Pertemuan berlangsung secara akrab, penuh canda tawa, guyon, namun tetap membahas beberapa hal penting,” kata Muzani, dalam ketera ngannya kepada wartawan, tadi malam.

Mungkinkah ini sinyal koalisi? Pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio mengaku sulit menebak, apakah pertemuan dua bos partai itu akan dihalalkan dengan koalisi di 2024. “yang jelas, ini bukan pertemuan biasa,” kata Hensat, sapaan akrabnya kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI ini juga melihat gelagat kedua pihak yang mengekspos pertemuan tersebut ke media massa. Tujuannya, lanjut Hen sat bisa macam-macam. Bisa untuk menunjukkan mesranya hubungan kedua partai, juga bisa semacam agenda testing the water untuk melihat respon publik. “Bakal jadi isu nasional gak pertemuan ini,” sambungnya.

Soal peluang keduanya maju di Pilpres 2024, Direktur Eksekutif Charta Politika, yunarto Wijaya membaca koalisi dua partai ini bisa jadi mesin kuat jika benar terealisasi. Tapi, analisa ini, menurutnya, sangat mentah. Karena 2024 masih jauh. Biasanya, wangi koalisi baru menguat ketika jelang 2 tahun sisa jabatan suatu rezim. Konflik politik, loyalitas dan dinamika lainnya, masih harus diuji di sisa waktu yang masih panjang ini.

Kendati demikian, jika hubungan keduanya langgeng, Prabowo dan Airlangga sudah punya modal. “Partai-partai ini mesin yang kuat untuk Pilpres 2024,” kata Yunarto, dalam perbincangan dengan Rakyat Merdeka, tadi malam.

Hanya saja, kata dia, masih ada pekerjaan rumah yang harus dibenahi. yaitu, elektabilitas Airlangga yang masih rendah. “Kalau PR itu bisa diselesaikan, keduanya jadi kekuatan besar,” lanjutnya.

Selain itu, ada partai lain yang akan cukup menentukan nasib Prabowo dan Airlangga di kontestasi Pilpres 2024 mendatang. yakni PDI Perjuangan. “Sikap PDIP sangat menentukan koalisi 2 sosok ini. Prabowo kan dalam tanda kutip memiliki perjanjian tertentu dengan PDIP,” tutupnya. [SAR]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories