BUMN Dorong Lahan Bekas Tambang Jadi Pertanian Rakyat .

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendorong PT Pupuk Indonesia (Persero) mengoptimalkan program Makmur untuk memanfaatkan lahan bekas tambang di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai lahan pertanian rakyat.

Hal ini disampaikan Staf Khusus III Menteri BUMN, Arya Sinulingga, saat menyaksikan pelaksanaan program Makmur yang menanam singkong di lahan bekas tambang di Kabupaten Belitung Timur. 

“Pak Erick Thohir (Menteri BUMN) meminta bagaimana lahan-lahan di Belitung itu bisa dimanfaatkan pertanian,” ujarnya, Minggu (20/9). 

Ia menjelaskan, pemanfaatan lahan bekas tambang ini juga mampu mengalihkan para penambang ilegal menjadi petani. Apalagi melalui program Makmur Pupuk Indonesia, pemerintah memberikan ekosistem lengkap yang bertujuan meningkatkan produktivitas hingga penghasilan petani. 

Dengan begitu, para petani yang mengikuti program Makmur ini mendapat banyak manfaat mulai dari pendanaan hingga kepastian penyerapan hasil panen ke depannya. 

“Jadi ini satu sistem, program Makmur yang bikin ekosistem terjamin bagi para petani. Jadi mereka tanam tahu ada offtaker-nya, itu sangat bagus dan pendanaannya dari pemerintah,” kata Arya. 

Adapun, program Makmur Pupuk Indonesia dilaksanakan di atas lahan seluas 89 hektar (ha) yang akan ditanami sebanyak 890.000 batang singkong, dengan jarak tanam 1×1 meter.

Program ini tersebar di empat desa, yaitu Burong Mandi, Kecamatan Damar dengan luas tanam 13 hektar, Desa Buding, Kecamatan Kelapa Kampit seluas 26 hektar, Desa Bentaian Jaya, Kecamatan Manggar seluas 10 hektar, dan Desa Kelubi, Kecamatan Manggar seluas 40 hektare.

Sebanyak 4 desa ini berada di satu Kabupaten, yaitu Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung. “Panen perdana program Makmur di Kabupaten Belitung Timur ini ditargetkan pada Juni, Juli, dan Agustus 2022,” terangnya. 

Selain itu, program Makmur di sini melibatkan 45 petani yang tergabung dalam kelompok tani Astrada, Aik Tukal, Bunud Jaya, dan Jaya Bambu. 

Saat ini, program Makmur telah diimplementasikan di seluruh wilayah Indonesia. Di mana pada tahun 2021, target luasan lahan Program Makmur seluas 50 ribu hektare yang akan fokus pada komoditas padi, jagung, cabai, kelapa sawit, singkong, kopi, lada, kakao, bawang merah, tebu, tembakau, nanas, dan manggis.

Realisasi program Makmur hingga saat ini, secara nasional telah mencapai 40.332 hektar dan melibatkan 28.884 petani. 

Pupuk Indonesia menargetkan pada tahun 2022, total luasan tanam Program Makmur seluas 250 ribu ha di seluruh Indonesia dengan penjualan pupuk non subsidi diharapkan bisa mencapai 125 ribu ton. 

Target luasan hingga tahun 2024 diharapkan bisa dicapai 4 juta ha dengan jumlah petani yang terlibat mencapai 4 juta orang. [IMA]

]]> .
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendorong PT Pupuk Indonesia (Persero) mengoptimalkan program Makmur untuk memanfaatkan lahan bekas tambang di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai lahan pertanian rakyat.

Hal ini disampaikan Staf Khusus III Menteri BUMN, Arya Sinulingga, saat menyaksikan pelaksanaan program Makmur yang menanam singkong di lahan bekas tambang di Kabupaten Belitung Timur. 

“Pak Erick Thohir (Menteri BUMN) meminta bagaimana lahan-lahan di Belitung itu bisa dimanfaatkan pertanian,” ujarnya, Minggu (20/9). 

Ia menjelaskan, pemanfaatan lahan bekas tambang ini juga mampu mengalihkan para penambang ilegal menjadi petani. Apalagi melalui program Makmur Pupuk Indonesia, pemerintah memberikan ekosistem lengkap yang bertujuan meningkatkan produktivitas hingga penghasilan petani. 

Dengan begitu, para petani yang mengikuti program Makmur ini mendapat banyak manfaat mulai dari pendanaan hingga kepastian penyerapan hasil panen ke depannya. 

“Jadi ini satu sistem, program Makmur yang bikin ekosistem terjamin bagi para petani. Jadi mereka tanam tahu ada offtaker-nya, itu sangat bagus dan pendanaannya dari pemerintah,” kata Arya. 

Adapun, program Makmur Pupuk Indonesia dilaksanakan di atas lahan seluas 89 hektar (ha) yang akan ditanami sebanyak 890.000 batang singkong, dengan jarak tanam 1×1 meter.

Program ini tersebar di empat desa, yaitu Burong Mandi, Kecamatan Damar dengan luas tanam 13 hektar, Desa Buding, Kecamatan Kelapa Kampit seluas 26 hektar, Desa Bentaian Jaya, Kecamatan Manggar seluas 10 hektar, dan Desa Kelubi, Kecamatan Manggar seluas 40 hektare.

Sebanyak 4 desa ini berada di satu Kabupaten, yaitu Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung. “Panen perdana program Makmur di Kabupaten Belitung Timur ini ditargetkan pada Juni, Juli, dan Agustus 2022,” terangnya. 

Selain itu, program Makmur di sini melibatkan 45 petani yang tergabung dalam kelompok tani Astrada, Aik Tukal, Bunud Jaya, dan Jaya Bambu. 

Saat ini, program Makmur telah diimplementasikan di seluruh wilayah Indonesia. Di mana pada tahun 2021, target luasan lahan Program Makmur seluas 50 ribu hektare yang akan fokus pada komoditas padi, jagung, cabai, kelapa sawit, singkong, kopi, lada, kakao, bawang merah, tebu, tembakau, nanas, dan manggis.

Realisasi program Makmur hingga saat ini, secara nasional telah mencapai 40.332 hektar dan melibatkan 28.884 petani. 

Pupuk Indonesia menargetkan pada tahun 2022, total luasan tanam Program Makmur seluas 250 ribu ha di seluruh Indonesia dengan penjualan pupuk non subsidi diharapkan bisa mencapai 125 ribu ton. 

Target luasan hingga tahun 2024 diharapkan bisa dicapai 4 juta ha dengan jumlah petani yang terlibat mencapai 4 juta orang. [IMA]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories