Buka Sosialisasi Program Integrasi Ekosistem Ultra Mikro Provinsi DKI Jakarta Melani Suharli Dorong Pengusaha Ultra Mikro Dapat Akses Permodalan Aman .

Anggota Komisi VI DPR Melani Leimena Suharli menghadiri acara Sosialisasi Program Integrasi Ekosistem Ultra Mikro di Provinsi DKI Jakarta, Sabtu (5/6). Dalam acara yang digelar di Grand Kemang Hotel, Jakarta Selatan ini, Melani menyambut baik adanya program ini.

“Tentunya saya senang sekali, saya mengucapkan terima kasih pada kementerian BUMN. Mudah-mudahan nanti bisa langsung diterapkan kepada para konstituen saya,” ujar Melani saat memberi sambutan.

Dia menyatakan, program kolaborasi tiga BUMN itu, yakni BRI (Bank Rakyat Indonesia), PNM (Permodalan Nasional Madani), dan Pegadaian, menghadirkan akses permodalan yang aman bagi segmen ultra mikro, atau kalau disingkat, jadi sinergi ekosistem UMi.

“Bagus juga namanya UMi, karena banyak perempuan yang ikut ya, umi kan ibu,” tuturnya disambut tepuk tangan para hadirin.

Melani mengungkapkan, selama ini pelaku usaha ultra mikro kesulitan untuk naik kelas Sebab, dari sekitar 57 juta usaha mikro, baru 20 persen yang memiliki akses pembiayaan atau permodalan dari lembaga formal. Sisanya, 80 persen, belum mendapatkannya.

“Program ini memberi akses layanan permodalan secara komprehensif, yang ditunggu kita semua, terutama pengusaha ultra mikro dan UMKM, terutama di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan sehingga dapat mempercepat proses pemulihan ekonomi nasional,” tuturnya.

Akses itu antara lain pinjaman individu, pinjaman gadai, pinjaman kelompok, pembiayaan berbasis transaksi, serta memberikan akses simpanan, pembayaran, dan investasi.

Diingatkan Melani, akses pembiayaan atau permodalan formal yang belum banyak dikenal pelaku usaha ultra mikro dan UMKM membuat rentenir, pinjaman online (pinjol), hingga pinjaman ilegal beraksi menawarkan solusi instan pada urusan permodalan.

“Jangan sampai kita berhubungan dengan rentenir, kelibet utang, semua habis dijual nanti. Jangan juga terlilit pinjaman online atau ilegal yang membebankan biaya bunga sampai 500 persen per tahun,” wanti-wanti Melani.

“Cakupan layanan keuangan dari sinergi ekosistem Umi ini semoga bisa mencegah pelaku umi dan UMKM dari jeratan pinjol ilegal. Karena ingin cepet dapet duit, akhirnya dia mau aja, padahal bunganya sangat-sangat mencekik. Saya kira ini tujuan dari integrasi ekosistem ultra mikro ini,” imbuhnya.

Melani pun berpesan kepada ratusan peserta program ini yang hadir dalam acara sosialisasi itu untuk memanfaatkan sarana yang sudah diberikan Kementerian BUMN itu dengan semangat dan suka cita. Dia berharap pelaku usaha ultra mikro dan UMKM semakin bersemangat menjalankan usaha, meningkatkan daya saing.

“Sehingga bisa naik kelas dari mikro, kecil, menengah menjadi besar. Saya juga selalu mendorong lahirnya pengusaha umi yang pandai membaca peluang dan potensi pasar, masuk ke digitalisasi, banyak peluang di sana,” pesan Melani.

Dia juga berharap, setelah mendapat pelatihan ini, para pelaku usaha ultra mikro dan UMKM tidak menggunakan pinjamannya untuk membeli barang-barang yang konsumtif, bukan produktif.

“Ini pertama yang dibuka di Jakpus dan Jaksel, dan mudah-mudahan pertama yang sukses. Jangan pertama yang gagal,” harapnya.

“Semoga setelah acara ini pelaku umi semakin bersemangat mengejar kesuksesan, untuk menguatkan ekonomi bangsa kita. Jangan lupa menerapkan protokol kesehatan ya. Itu dibilangnya pesan ibu, berarti pesan umi yaaa,” tutup Melani dengan apik.

Setelah itu, dengan mengucap Basmallah, Melani membuka acara sosialisasi itu dengan memukul gong selama lima kali. “Lima kali, karena masih Juni, bulan Pancasila,” seloroh Melani disambut gemuruh tepuk tangan hadirin. [OKT]

]]> .
Anggota Komisi VI DPR Melani Leimena Suharli menghadiri acara Sosialisasi Program Integrasi Ekosistem Ultra Mikro di Provinsi DKI Jakarta, Sabtu (5/6). Dalam acara yang digelar di Grand Kemang Hotel, Jakarta Selatan ini, Melani menyambut baik adanya program ini.

“Tentunya saya senang sekali, saya mengucapkan terima kasih pada kementerian BUMN. Mudah-mudahan nanti bisa langsung diterapkan kepada para konstituen saya,” ujar Melani saat memberi sambutan.

Dia menyatakan, program kolaborasi tiga BUMN itu, yakni BRI (Bank Rakyat Indonesia), PNM (Permodalan Nasional Madani), dan Pegadaian, menghadirkan akses permodalan yang aman bagi segmen ultra mikro, atau kalau disingkat, jadi sinergi ekosistem UMi.

“Bagus juga namanya UMi, karena banyak perempuan yang ikut ya, umi kan ibu,” tuturnya disambut tepuk tangan para hadirin.

Melani mengungkapkan, selama ini pelaku usaha ultra mikro kesulitan untuk naik kelas Sebab, dari sekitar 57 juta usaha mikro, baru 20 persen yang memiliki akses pembiayaan atau permodalan dari lembaga formal. Sisanya, 80 persen, belum mendapatkannya.

“Program ini memberi akses layanan permodalan secara komprehensif, yang ditunggu kita semua, terutama pengusaha ultra mikro dan UMKM, terutama di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan sehingga dapat mempercepat proses pemulihan ekonomi nasional,” tuturnya.

Akses itu antara lain pinjaman individu, pinjaman gadai, pinjaman kelompok, pembiayaan berbasis transaksi, serta memberikan akses simpanan, pembayaran, dan investasi.

Diingatkan Melani, akses pembiayaan atau permodalan formal yang belum banyak dikenal pelaku usaha ultra mikro dan UMKM membuat rentenir, pinjaman online (pinjol), hingga pinjaman ilegal beraksi menawarkan solusi instan pada urusan permodalan.

“Jangan sampai kita berhubungan dengan rentenir, kelibet utang, semua habis dijual nanti. Jangan juga terlilit pinjaman online atau ilegal yang membebankan biaya bunga sampai 500 persen per tahun,” wanti-wanti Melani.

“Cakupan layanan keuangan dari sinergi ekosistem Umi ini semoga bisa mencegah pelaku umi dan UMKM dari jeratan pinjol ilegal. Karena ingin cepet dapet duit, akhirnya dia mau aja, padahal bunganya sangat-sangat mencekik. Saya kira ini tujuan dari integrasi ekosistem ultra mikro ini,” imbuhnya.

Melani pun berpesan kepada ratusan peserta program ini yang hadir dalam acara sosialisasi itu untuk memanfaatkan sarana yang sudah diberikan Kementerian BUMN itu dengan semangat dan suka cita. Dia berharap pelaku usaha ultra mikro dan UMKM semakin bersemangat menjalankan usaha, meningkatkan daya saing.

“Sehingga bisa naik kelas dari mikro, kecil, menengah menjadi besar. Saya juga selalu mendorong lahirnya pengusaha umi yang pandai membaca peluang dan potensi pasar, masuk ke digitalisasi, banyak peluang di sana,” pesan Melani.

Dia juga berharap, setelah mendapat pelatihan ini, para pelaku usaha ultra mikro dan UMKM tidak menggunakan pinjamannya untuk membeli barang-barang yang konsumtif, bukan produktif.

“Ini pertama yang dibuka di Jakpus dan Jaksel, dan mudah-mudahan pertama yang sukses. Jangan pertama yang gagal,” harapnya.

“Semoga setelah acara ini pelaku umi semakin bersemangat mengejar kesuksesan, untuk menguatkan ekonomi bangsa kita. Jangan lupa menerapkan protokol kesehatan ya. Itu dibilangnya pesan ibu, berarti pesan umi yaaa,” tutup Melani dengan apik.

Setelah itu, dengan mengucap Basmallah, Melani membuka acara sosialisasi itu dengan memukul gong selama lima kali. “Lima kali, karena masih Juni, bulan Pancasila,” seloroh Melani disambut gemuruh tepuk tangan hadirin. [OKT]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories