Buka Konvensi Capres 2022 Paloh Dicurigai Kasih Panggung Ke Anies

Pilpres 2024 masih lama. Namun, Partai NasDem sudah mulai bermanuver dengan membuka penjaringan capres yang akan diusung di Pilpres mendatang. Rencananya, partai besutan Surya Paloh ini akan menggelar konvensi capres tahun depan. Langkah Paloh ini dicurigai untuk memberikan panggung ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, yang akan pensiun tahun depan.

Rencana konvensi ini sudah disampaikan Paloh, sejak November lalu. Kamis (26/2) kemarin, rencana ini ditegaskan Sekjen NasDem Johnny G Plate. “Partai NasDem akan secara serius menyelenggarakan konvensi calon presiden pada 2022,” kata Plate, dalam konferensi pers secara daring.

Plate menyampaikan, konvensi akan digelar setelah terbentuk koalisi partai politik, sehingga ambang batas pencalonan presiden sebesar 20 persen bisa terpenuhi. Dia menyebutkan akan merangkul partai mana saja. Politisi yang menjabat Menkominfo ini hanya menegaskan, NasDem pede, koalisi yang diharapkan akan terbangun. Dia bilang, sudah ada rekan koalisi yang memiliki visi misi sama. Dengan koalisi itu, ia yakin, konvensi yang akan digelar 2022 bisa terlaksana, dan pemenang konvensi bisa diusung jadi Capres 2024. 

Dalam Pileg 2019, NasDem berada di peringkat empat dengan 59 kursi di parlemen atau sekitar 9,05 persen. Artinya, butuh 1 sampai 3 parpol agar syarat ambang batas pencalonan presiden terpenuhi.

Konvensi capres bukan barang baru di Indonesia. Di 2004, Partai Golkar sudah lebih dulu melakukan ini. Namun, Wiranto, capres hasil konvensi saat itu, gagal total di Pilpres.

Di 2014, Partai Demokrat juga mencoba menggelar konvensi. Tapi, kembali gagal. Bahkan, nasibnya lebih buruk. Dahlan Iskan, pemenang konvensi saat itu, tak bisa dicalonkan oleh Demokrat karena tidak punya teman koalisi.

Bagaimana nasib konvensi NasDem? NasDem jelas tidak bisa berharap ke partai-partai besar seperti PDIP, Gerindra, dan Golkar. Sebab, melihat perkembangan selama ini, mereka sudah punya jagoan sendiri untuk didorong di 2024. 

NasDem hanya bisa berharap ke partai-partai menengah ke bawah. Sayangnya, sejauh ini, peminat konvensi NasDem masih sepi. Demokrat misalnya, mengaku belum terpikirkan mengikuti konvensi. Deputi Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani mengatakan, soal capres, partainya akan lebih dulu mencermati kondisi internal dan eksternal. “Demokrat masih akan memfokuskan konsolidasi partai. Belum terpikir untuk melakukan konvensi capres,” ucapnya, kemarin. 

PAN juga tak tertarik mengikuti konvensi Nasdem. Waketum PAN Viva Yoga Mauladi mengatakan, setidaknya ada tiga alasan kenapa partainya tak ikut dalam konvensi NasDem. Pertama, PAN punya mekanisme sendiri dalam menjaring dan menetapkan capres. Kedua, saat ini PAN fokus melakukan konsolidasi dan penataan partai. “Ketiga, PAN memprioritaskan untuk membantu pemerintah dalam memberantas pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional agar rakyat dapat bekerja normal kembali,” kata Viva, kemarin. 

Yang baru memberi lampu hijau hanya PKS. Tapi, belum mengambil keputusan. Wasekjen PKS Ahmad Fathul Bari mengatakan, pihaknya akan mencermati dan melakukan pembicaraan terlebih dahulu untuk memutuskan ikut atau tidak. Saat ini, PKS sedang fokus mengkonsolidasikan struktur partai untuk memenangkan Pileg dan Pilpres 2024, sambil melakukan komunikasi politik ke berbagai pihak untuk membangun koalisi. 

 

Meski begitu. NasDem tak kecil hati. Politisi NasDem Willy Aditya mengatakan, partainya sedang berikhtiar membuka diri agar ada sirkulasi yang lebih terbuka dalam penentuan capres. Apalagi pada 2022 dan 2023 nanti tak akan ada panggung bagi para tokoh, lantaran pilkada digeser ke 2024. “Respons parpol tentu berbeda-beda. Tak apa-apa,” kata Willy, saat dikontak Rakyat Merdeka, tadi malam. 

Soal peserta konvensi, Willy bilang, ada sejumlah nama yang diharapkan ikut. Seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan mantan Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Zainul Majdi. 

Apakah konvensi ini untuk memberikan panggung ke Anies? Willy membantah. “Tidak juga. Ini untuk semua. Kami tak mungkin sembrono,” tegasnya. 

Namun, pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio melihat, konvensi itu memang memberi panggung ke Anies. Namun, dia menganggap itu sebagai hal wajar. “Sebab, sejauh ini NasDem memiliki kedekatan dengan Anies,” ucapnya.

Dia pun berpesan, konvensi ini harus serius. “Kalau sudah ada pemenangnya, mesti dipakai (diusung jadi capres). Jangan sampai sudah capek-capek konvensi, pemenangnya dicuekin. Ngapain bikin konvensi seperti itu,” pesannya.

Pengamat politik dari UIN Jakarta Adi Prayitno menyebut, dengan konvensi, Nasdem sedang menawarkan tempat untuk para tokoh bersaing merebutkan tiket pilpres 2024. Tokoh yang dicari tentu sosok alternatif dari independen. Karena tokoh-tokoh yang punya latar belakang parpol seperti Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Tri Rismaharini, tak mungkin ikut. “Kalau saya lihat, yang memungkinkan bisa Anies Baswedan dan Ridwan Kamil,” kata Adi, tadi malam. [BCG]

]]> Pilpres 2024 masih lama. Namun, Partai NasDem sudah mulai bermanuver dengan membuka penjaringan capres yang akan diusung di Pilpres mendatang. Rencananya, partai besutan Surya Paloh ini akan menggelar konvensi capres tahun depan. Langkah Paloh ini dicurigai untuk memberikan panggung ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, yang akan pensiun tahun depan.

Rencana konvensi ini sudah disampaikan Paloh, sejak November lalu. Kamis (26/2) kemarin, rencana ini ditegaskan Sekjen NasDem Johnny G Plate. “Partai NasDem akan secara serius menyelenggarakan konvensi calon presiden pada 2022,” kata Plate, dalam konferensi pers secara daring.

Plate menyampaikan, konvensi akan digelar setelah terbentuk koalisi partai politik, sehingga ambang batas pencalonan presiden sebesar 20 persen bisa terpenuhi. Dia menyebutkan akan merangkul partai mana saja. Politisi yang menjabat Menkominfo ini hanya menegaskan, NasDem pede, koalisi yang diharapkan akan terbangun. Dia bilang, sudah ada rekan koalisi yang memiliki visi misi sama. Dengan koalisi itu, ia yakin, konvensi yang akan digelar 2022 bisa terlaksana, dan pemenang konvensi bisa diusung jadi Capres 2024. 

Dalam Pileg 2019, NasDem berada di peringkat empat dengan 59 kursi di parlemen atau sekitar 9,05 persen. Artinya, butuh 1 sampai 3 parpol agar syarat ambang batas pencalonan presiden terpenuhi.

Konvensi capres bukan barang baru di Indonesia. Di 2004, Partai Golkar sudah lebih dulu melakukan ini. Namun, Wiranto, capres hasil konvensi saat itu, gagal total di Pilpres.

Di 2014, Partai Demokrat juga mencoba menggelar konvensi. Tapi, kembali gagal. Bahkan, nasibnya lebih buruk. Dahlan Iskan, pemenang konvensi saat itu, tak bisa dicalonkan oleh Demokrat karena tidak punya teman koalisi.

Bagaimana nasib konvensi NasDem? NasDem jelas tidak bisa berharap ke partai-partai besar seperti PDIP, Gerindra, dan Golkar. Sebab, melihat perkembangan selama ini, mereka sudah punya jagoan sendiri untuk didorong di 2024. 

NasDem hanya bisa berharap ke partai-partai menengah ke bawah. Sayangnya, sejauh ini, peminat konvensi NasDem masih sepi. Demokrat misalnya, mengaku belum terpikirkan mengikuti konvensi. Deputi Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani mengatakan, soal capres, partainya akan lebih dulu mencermati kondisi internal dan eksternal. “Demokrat masih akan memfokuskan konsolidasi partai. Belum terpikir untuk melakukan konvensi capres,” ucapnya, kemarin. 

PAN juga tak tertarik mengikuti konvensi Nasdem. Waketum PAN Viva Yoga Mauladi mengatakan, setidaknya ada tiga alasan kenapa partainya tak ikut dalam konvensi NasDem. Pertama, PAN punya mekanisme sendiri dalam menjaring dan menetapkan capres. Kedua, saat ini PAN fokus melakukan konsolidasi dan penataan partai. “Ketiga, PAN memprioritaskan untuk membantu pemerintah dalam memberantas pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional agar rakyat dapat bekerja normal kembali,” kata Viva, kemarin. 

Yang baru memberi lampu hijau hanya PKS. Tapi, belum mengambil keputusan. Wasekjen PKS Ahmad Fathul Bari mengatakan, pihaknya akan mencermati dan melakukan pembicaraan terlebih dahulu untuk memutuskan ikut atau tidak. Saat ini, PKS sedang fokus mengkonsolidasikan struktur partai untuk memenangkan Pileg dan Pilpres 2024, sambil melakukan komunikasi politik ke berbagai pihak untuk membangun koalisi. 

 

Meski begitu. NasDem tak kecil hati. Politisi NasDem Willy Aditya mengatakan, partainya sedang berikhtiar membuka diri agar ada sirkulasi yang lebih terbuka dalam penentuan capres. Apalagi pada 2022 dan 2023 nanti tak akan ada panggung bagi para tokoh, lantaran pilkada digeser ke 2024. “Respons parpol tentu berbeda-beda. Tak apa-apa,” kata Willy, saat dikontak Rakyat Merdeka, tadi malam. 

Soal peserta konvensi, Willy bilang, ada sejumlah nama yang diharapkan ikut. Seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan mantan Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Zainul Majdi. 

Apakah konvensi ini untuk memberikan panggung ke Anies? Willy membantah. “Tidak juga. Ini untuk semua. Kami tak mungkin sembrono,” tegasnya. 

Namun, pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio melihat, konvensi itu memang memberi panggung ke Anies. Namun, dia menganggap itu sebagai hal wajar. “Sebab, sejauh ini NasDem memiliki kedekatan dengan Anies,” ucapnya.

Dia pun berpesan, konvensi ini harus serius. “Kalau sudah ada pemenangnya, mesti dipakai (diusung jadi capres). Jangan sampai sudah capek-capek konvensi, pemenangnya dicuekin. Ngapain bikin konvensi seperti itu,” pesannya.

Pengamat politik dari UIN Jakarta Adi Prayitno menyebut, dengan konvensi, Nasdem sedang menawarkan tempat untuk para tokoh bersaing merebutkan tiket pilpres 2024. Tokoh yang dicari tentu sosok alternatif dari independen. Karena tokoh-tokoh yang punya latar belakang parpol seperti Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Tri Rismaharini, tak mungkin ikut. “Kalau saya lihat, yang memungkinkan bisa Anies Baswedan dan Ridwan Kamil,” kata Adi, tadi malam. [BCG]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories