BP Jamsostek Pulo Gebang Gelar Sosialisasi K3 Lewat Webinar

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) Kantor Cabang Jakarta Pulo Gebang berkomitmen terus memberikan pelayanan terbaik di masa pandemi Covid-19. Salah satu yang dilakukan adalah dengan menggelar webinar kepada 163 perusahaan binaan. Hal ini sekaligus juga untuk memperingati bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional.

Kepala BP Jamsostek Kantor Cabang Jakarta Pulo Gebang Jefri Iswanto mengaku sosialiasi dalam bentuk webinar kepada perusahaan binaan sangat penting dilakukan. Jefri berharap webinar ini bisa memberikan manfaat kepada peserta.

“Terutama dalam pemahaman K3 dan meningkatkan harmonisasi antara BP Jamsostek dengan perusahaan,” katanya saat membuka webinar bertajuk Pekerja Sehat, Kuat, Unggul dan Berbudaya K3 Semua Sektor Usaha Dalam Masa Pandemi Covid-19, Senin (8/3).

Selain webinar, kata Jefri, untuk memperingati Bulan K3,  BP Jamsostek Cabang Jakarta Pulo Gebang juga telah membagikan Corona safety kit  berupa multivitamin, masker serta handsanitizer kepada peserta yang datang ke kantor untuk melakukan pencairan Jaminan Hari Tua (JHT). Lalu, juga ada pemasangan spanduk K3 kepada perusahaan binaan yang letaknya strategis.

Manajer Kasus Kecelakaaan Kerja dan Penyakit Akibat Kerja (KK-PAK) Sri Purwuri Handayani menjelaskan, selama pandemi Covid-19 BP Jamsotek tetap memberikan pelayanan kepada peserta melalui pelayanan tanpa kontak fisik online di lapakasik.bpjsketenagakerjaan.go.id.

“Selain itu juga ada yang onset dengan cara datang langsung ke kantor cabang dengan menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Kepala Seksi Pengawasan Kota Administrasi Jakarta Timur Heri Saptono menegaskan, untuk perusahaan agar mengikutsertakan seluruh tenagakerjanya pada program BP Jamsostek dan berkewajiban tertib adminstrasi. Apalagi di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Menurut Heri, dengan kerja sama saling pengertian dan partisipasi efektif dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja membuat pekerja aman terlindungi.

“Karena, sering ditemukan perusahaan yang hanya mendaftarkan sebagian tenaga kerja, tidak melaporkan upah tenaga kerja yang sebenarnya dan tidak mengikuti seluruh program BP Jamsostek,” tegasnya. [KPJ]

]]> Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) Kantor Cabang Jakarta Pulo Gebang berkomitmen terus memberikan pelayanan terbaik di masa pandemi Covid-19. Salah satu yang dilakukan adalah dengan menggelar webinar kepada 163 perusahaan binaan. Hal ini sekaligus juga untuk memperingati bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional.

Kepala BP Jamsostek Kantor Cabang Jakarta Pulo Gebang Jefri Iswanto mengaku sosialiasi dalam bentuk webinar kepada perusahaan binaan sangat penting dilakukan. Jefri berharap webinar ini bisa memberikan manfaat kepada peserta.

“Terutama dalam pemahaman K3 dan meningkatkan harmonisasi antara BP Jamsostek dengan perusahaan,” katanya saat membuka webinar bertajuk Pekerja Sehat, Kuat, Unggul dan Berbudaya K3 Semua Sektor Usaha Dalam Masa Pandemi Covid-19, Senin (8/3).

Selain webinar, kata Jefri, untuk memperingati Bulan K3,  BP Jamsostek Cabang Jakarta Pulo Gebang juga telah membagikan Corona safety kit  berupa multivitamin, masker serta handsanitizer kepada peserta yang datang ke kantor untuk melakukan pencairan Jaminan Hari Tua (JHT). Lalu, juga ada pemasangan spanduk K3 kepada perusahaan binaan yang letaknya strategis.

Manajer Kasus Kecelakaaan Kerja dan Penyakit Akibat Kerja (KK-PAK) Sri Purwuri Handayani menjelaskan, selama pandemi Covid-19 BP Jamsotek tetap memberikan pelayanan kepada peserta melalui pelayanan tanpa kontak fisik online di lapakasik.bpjsketenagakerjaan.go.id.

“Selain itu juga ada yang onset dengan cara datang langsung ke kantor cabang dengan menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Kepala Seksi Pengawasan Kota Administrasi Jakarta Timur Heri Saptono menegaskan, untuk perusahaan agar mengikutsertakan seluruh tenagakerjanya pada program BP Jamsostek dan berkewajiban tertib adminstrasi. Apalagi di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Menurut Heri, dengan kerja sama saling pengertian dan partisipasi efektif dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja membuat pekerja aman terlindungi.

“Karena, sering ditemukan perusahaan yang hanya mendaftarkan sebagian tenaga kerja, tidak melaporkan upah tenaga kerja yang sebenarnya dan tidak mengikuti seluruh program BP Jamsostek,” tegasnya. [KPJ]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories