Bos LPI: Kami Cari Dana Modal, Bukan Pinjaman

Direktur Utama Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA), Ridha Wirakusumah menegaskan, lembaganya mencari dana modal untuk pembangunan yang dapat memberikan nilai tambah bagi seluruh pihak.

“Yang ingin saya tekankan, adalah yang kami cari itu adalah dana modal bukan dana pinjaman. Dana yang kalau bisa value added (bernilai tambah) dan dari sumber-sumber yang governence (tata kelola) yang baik, clean (bersih),” kata Ridha dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (16/2).

Ridha menegaskan akan menciptakan iklim investasi yang baik di Indonesia sehingga dapat membuat para investor nyaman dan yakin. Dia menargetkan, dana yang masuk ke INA dapat menjadi dana abadi pembangunan. 

Menurut dia, Dewan Direksi LPI yang resmi mulai bekerja hari ini akan membangun terlebih dahulu fondasi kerja agar manajemen LPI bekerja secara profesional dan berintegritas.

Menurut Ridha, LPI ke depannya akan melihat berbagai proyek potensial di Indonesia yang dapat mengundang investor. Dia juga akan berkoordinasi dengan Dewan Pengawas LPI termasuk dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir.

LPI telah memperoleh pembiayaan dari pemerintah sebesar Rp 15 triliun dalam APBN 2020 dan berlanjut tambahan Rp 15 triliun di tahun ini. Kemudian, LPI juga memperoleh Rp 45 triliun dalam bentuk pengalihan saham (inbreng) tahun ini.

Modal awal Rp 75 triliun hingga akhir tahun ini akan digunakan LPI untuk untuk memulai kerja sama menghimpun investasi dan mencari mitra kerja sama untuk pembangunan di Indonesia. [DWI]

]]> Direktur Utama Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA), Ridha Wirakusumah menegaskan, lembaganya mencari dana modal untuk pembangunan yang dapat memberikan nilai tambah bagi seluruh pihak.

“Yang ingin saya tekankan, adalah yang kami cari itu adalah dana modal bukan dana pinjaman. Dana yang kalau bisa value added (bernilai tambah) dan dari sumber-sumber yang governence (tata kelola) yang baik, clean (bersih),” kata Ridha dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (16/2).

Ridha menegaskan akan menciptakan iklim investasi yang baik di Indonesia sehingga dapat membuat para investor nyaman dan yakin. Dia menargetkan, dana yang masuk ke INA dapat menjadi dana abadi pembangunan. 

Menurut dia, Dewan Direksi LPI yang resmi mulai bekerja hari ini akan membangun terlebih dahulu fondasi kerja agar manajemen LPI bekerja secara profesional dan berintegritas.

Menurut Ridha, LPI ke depannya akan melihat berbagai proyek potensial di Indonesia yang dapat mengundang investor. Dia juga akan berkoordinasi dengan Dewan Pengawas LPI termasuk dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir.

LPI telah memperoleh pembiayaan dari pemerintah sebesar Rp 15 triliun dalam APBN 2020 dan berlanjut tambahan Rp 15 triliun di tahun ini. Kemudian, LPI juga memperoleh Rp 45 triliun dalam bentuk pengalihan saham (inbreng) tahun ini.

Modal awal Rp 75 triliun hingga akhir tahun ini akan digunakan LPI untuk untuk memulai kerja sama menghimpun investasi dan mencari mitra kerja sama untuk pembangunan di Indonesia. [DWI]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories