Bos Danamon Bandingkan Bunga Tabungan Bank Di Jepang Dengan Indonesia

Direktur Utama PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Yasushi Itagaki bercerita soal suku bunga tabungan di bank Jepang. Menurut dia, bank di Jepang menawarkan suku bunga tabungan nol persen. Bahkan minus.

Menurut dia, bank di Jepang tidak memberikan suku bunga tabungan tinggi karena warga di sana tidak banyak mengambil pinjaman meski bunganya kecil. Karena itu, perbankan pun tidak memerlukan cadangan uang dalam jumlah besar yang biasanya didapatkan dengan memberi penawaran menarik agar nasabah mau menyimpan uang di bank.

Menurut dia, warga Jepang yang memiliki uang dalam jumlah besar biasanya menginvestasikan uangnya, antara lain ke dalam deposito, daripada menyimpannya di bank. “Hal ini berbeda dari warga Indonesia yang masih senang menyimpan uang di bank dalam jumlah besar,” ujarnya seperti dikutip dari Antara, Jumat (16/7).

Dengan kondisi seperti itu, pihak perbankan di Jepang pun menghadapi tantangan yang lebih besar dari sisi penyaluran kredit daripada perbankan di Indonesia yang masih terus berkembang. “Kami melihat tantangan fundamental di Jepang lebih sulit. Perbankan di Indonesia juga lebih menguntungkan dan memberi lebih banyak kesempatan,” ujarnya.

Melalui pengembangan Bank Danamon, dia ingin terus berkontribusi terhadap kesejahteraan warga Indonesia dan tidak sekadar mengambil keuntungan dari nasabah. Untuk itu, ia mengatakan Bank Danamon akan turut meningkatkan literasi digital anak muda di Indonesia sekaligus untuk menarik lebih banyak generasi milenial menjadi nasabah. [DIT]

]]> Direktur Utama PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Yasushi Itagaki bercerita soal suku bunga tabungan di bank Jepang. Menurut dia, bank di Jepang menawarkan suku bunga tabungan nol persen. Bahkan minus.

Menurut dia, bank di Jepang tidak memberikan suku bunga tabungan tinggi karena warga di sana tidak banyak mengambil pinjaman meski bunganya kecil. Karena itu, perbankan pun tidak memerlukan cadangan uang dalam jumlah besar yang biasanya didapatkan dengan memberi penawaran menarik agar nasabah mau menyimpan uang di bank.

Menurut dia, warga Jepang yang memiliki uang dalam jumlah besar biasanya menginvestasikan uangnya, antara lain ke dalam deposito, daripada menyimpannya di bank. “Hal ini berbeda dari warga Indonesia yang masih senang menyimpan uang di bank dalam jumlah besar,” ujarnya seperti dikutip dari Antara, Jumat (16/7).

Dengan kondisi seperti itu, pihak perbankan di Jepang pun menghadapi tantangan yang lebih besar dari sisi penyaluran kredit daripada perbankan di Indonesia yang masih terus berkembang. “Kami melihat tantangan fundamental di Jepang lebih sulit. Perbankan di Indonesia juga lebih menguntungkan dan memberi lebih banyak kesempatan,” ujarnya.

Melalui pengembangan Bank Danamon, dia ingin terus berkontribusi terhadap kesejahteraan warga Indonesia dan tidak sekadar mengambil keuntungan dari nasabah. Untuk itu, ia mengatakan Bank Danamon akan turut meningkatkan literasi digital anak muda di Indonesia sekaligus untuk menarik lebih banyak generasi milenial menjadi nasabah. [DIT]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories