BNPT Gelar Panen Raya Hasil Tani Eks Napi Kasus Terorisme

Program Kawasan Terpadu Nusantara (KTN) yang digagas Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menuai hasil.

Salah satunya, program KTN yang dijalankan di Turen, Kabupaten Malang. Tepatnya di Kelurahan Sedayu, program tersebut sudah menuai hasil, berupa panen jagung.

Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar mengungkapkan, alasan memilih Kecamatan Turen untuk program KTN karena antusiasme Pemda yang luar biasa.

“Sehingga kami memutuskan untuk berkolaborasi disini. Di mana ada Pemerintah kabupaten dan Pemerintah Provinsi,” ujar Boy, saat ditemui di sela-sela kegiatan Panen Raya, di Malang, Kamis (14/7).

Selain para pejabat BNPT, hadir dalam kesempatan tersebut adalah anggota DPR dan para pejabat daerah setempat. Boy bersyukur program ini mendapat sambutan dari banyak lapisan masyarakat dan perangkat Pemerintah Daerah. Terutama Pemda Malang yang telah memberi dukungan nyata untuk program KTN.

“Kami berterima kasih karena tidak semua pemilik lahan berkenan jika lahannya dimanfaatkan untuk kerja sama ini,” ucap mantan Kapolda Papua ini. 

Menurutnya sebagian pihak belum berkenan lantaran belum memiliki pemahaman serupa tentang manfaat dari KTN. Padahal KTN merupakan bentuk tanggung jawab nyata yang bisa dikolaborasikan untuk mereduksi paham-paham radikalisme dan intoleransi.

KTN di Turen berhasil memberdayakan para mantan napi terorisme (mitra deradikalisasi) agar bisa kembali diterima masyarakat. Ada sekitar tujuh mantan narapidana kasus terorisme yang ikut menggarap kebun jagung di area seluas 15 hektar.

“Kami menyatukan korban dan pelaku. Kami selalu mengajak mereka bersemangat menggelorakan persatuan dan kesatuan,” tuturnya. 

Selain bekerja sama dengan unsur Pemda, program ini juga didukung oleh oleh perusahaan pelat merah alias BUMN. Antara lain Bank BRI, KAI, dan MIND ID.

“Saya ucapkan semua pihak yang telah memberitakan atensi. Ini tempatnya masih sangat sederhana tapi InsyaAllah nanti akan lebih baik lagi dari waktu ke waktu,” tukasnya. ■

]]> Program Kawasan Terpadu Nusantara (KTN) yang digagas Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menuai hasil.

Salah satunya, program KTN yang dijalankan di Turen, Kabupaten Malang. Tepatnya di Kelurahan Sedayu, program tersebut sudah menuai hasil, berupa panen jagung.

Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar mengungkapkan, alasan memilih Kecamatan Turen untuk program KTN karena antusiasme Pemda yang luar biasa.

“Sehingga kami memutuskan untuk berkolaborasi disini. Di mana ada Pemerintah kabupaten dan Pemerintah Provinsi,” ujar Boy, saat ditemui di sela-sela kegiatan Panen Raya, di Malang, Kamis (14/7).

Selain para pejabat BNPT, hadir dalam kesempatan tersebut adalah anggota DPR dan para pejabat daerah setempat. Boy bersyukur program ini mendapat sambutan dari banyak lapisan masyarakat dan perangkat Pemerintah Daerah. Terutama Pemda Malang yang telah memberi dukungan nyata untuk program KTN.

“Kami berterima kasih karena tidak semua pemilik lahan berkenan jika lahannya dimanfaatkan untuk kerja sama ini,” ucap mantan Kapolda Papua ini. 

Menurutnya sebagian pihak belum berkenan lantaran belum memiliki pemahaman serupa tentang manfaat dari KTN. Padahal KTN merupakan bentuk tanggung jawab nyata yang bisa dikolaborasikan untuk mereduksi paham-paham radikalisme dan intoleransi.

KTN di Turen berhasil memberdayakan para mantan napi terorisme (mitra deradikalisasi) agar bisa kembali diterima masyarakat. Ada sekitar tujuh mantan narapidana kasus terorisme yang ikut menggarap kebun jagung di area seluas 15 hektar.

“Kami menyatukan korban dan pelaku. Kami selalu mengajak mereka bersemangat menggelorakan persatuan dan kesatuan,” tuturnya. 

Selain bekerja sama dengan unsur Pemda, program ini juga didukung oleh oleh perusahaan pelat merah alias BUMN. Antara lain Bank BRI, KAI, dan MIND ID.

“Saya ucapkan semua pihak yang telah memberitakan atensi. Ini tempatnya masih sangat sederhana tapi InsyaAllah nanti akan lebih baik lagi dari waktu ke waktu,” tukasnya. ■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories