Bisa Turunkan Imun, Gus Halim Ingatkan Warga Desa Waspadai Cuaca Dingin

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, beberapa hari terakhir suhu udara di sejumlah wilayah, di antaranya Pulau Jawa bagian timur, lebih dingin. Kondisi cuaca ini dikhawatirkan akan mempengaruhi kondisi kesehatan masyarakat. Apalagi, dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

“Ini bisa berdampak pada menurunnya imun. Harus diantisipasi di tengah pandemi seperti ini,” ujar Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar, di Jakarta, Jumat (9/7).

Gus Halim, sapaan akrab Halim Iskandar mengatakan, hasil penelitian menunjukkan, Covid-19 lebih tahan pada kondisi dingin dan kering. Kelembapan udara yang rendah juga mendorong penguapan cipratan atau droplet virus menjadi partikel aerosol kecil yang bertahan di udara. Karena itu, risiko penularan melalui udara musim dingin lebih tinggi.

Selain itu, cuaca dingin bisa semakin meningkatkan penularan karena orang akan lebih banyak berada dalam ruang tertutup.

Faktor cuaca ini berpotensi menambah jumlah kasus baru Covid-19, yang berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), mencapai 38.391 dalam sehari, Kamis (8/7). Halim pun meminta warga membatasi mobilitas dalam kondisi cuaca seperti ini.

“Ini angka yang sangat tinggi, mohon para warga desa tetap di rumah saja jika tidak ada keperluan mendesak,” imbaunya.

Gus Halim juga menyarankan warga desa agar cukup istirahat, yaitu tidur minimal tujuh jam, serta mengonsumsi makanan bergizi dan sehat. Warga desa juga bisa mengonsumsi tanaman herbal seperti jamu-jamuan yang bisa meningkatkan imunitas tubuh.

Untuk menyokong warga desa agar bisa menyantap makanan bergizi dan mengonsumsi suplemen penambah imun, Gus Halim meminta para kepala desa alias kades untuk segera mencairkan dan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT).

“Para kepala desa, tolong dibantu ya, segera dicairkan Bantuan Langsung Tunai kepada Keluarga Penerima Manfaat,” pinta Gus Halim.

Hingga 7 Juli 2021, total penyaluran BLT yang bersumber dari Dana Desa sebesar Rp 5.401.512.900.000 (Rp 5,4 miliar).

Sebelumnya, Gus Halim telah meminta warga desa untuk berdoa bersama keluarga di rumah agar pandemi Covid-19 segera berakhir. Dia juga meminta Pos Gerbang Desa memperketat penjagaan selama 24 jam.

Selain itu, Gus Halim juga meminta ruang isolasi desa dimaksimalkan kembali, mengingat tingginya angka kasus positif Covid-19 yang menyebabkan ruang-ruang perawatan di rumah sakit penuh. [DIR]

]]> Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, beberapa hari terakhir suhu udara di sejumlah wilayah, di antaranya Pulau Jawa bagian timur, lebih dingin. Kondisi cuaca ini dikhawatirkan akan mempengaruhi kondisi kesehatan masyarakat. Apalagi, dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

“Ini bisa berdampak pada menurunnya imun. Harus diantisipasi di tengah pandemi seperti ini,” ujar Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar, di Jakarta, Jumat (9/7).

Gus Halim, sapaan akrab Halim Iskandar mengatakan, hasil penelitian menunjukkan, Covid-19 lebih tahan pada kondisi dingin dan kering. Kelembapan udara yang rendah juga mendorong penguapan cipratan atau droplet virus menjadi partikel aerosol kecil yang bertahan di udara. Karena itu, risiko penularan melalui udara musim dingin lebih tinggi.

Selain itu, cuaca dingin bisa semakin meningkatkan penularan karena orang akan lebih banyak berada dalam ruang tertutup.

Faktor cuaca ini berpotensi menambah jumlah kasus baru Covid-19, yang berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), mencapai 38.391 dalam sehari, Kamis (8/7). Halim pun meminta warga membatasi mobilitas dalam kondisi cuaca seperti ini.

“Ini angka yang sangat tinggi, mohon para warga desa tetap di rumah saja jika tidak ada keperluan mendesak,” imbaunya.

Gus Halim juga menyarankan warga desa agar cukup istirahat, yaitu tidur minimal tujuh jam, serta mengonsumsi makanan bergizi dan sehat. Warga desa juga bisa mengonsumsi tanaman herbal seperti jamu-jamuan yang bisa meningkatkan imunitas tubuh.

Untuk menyokong warga desa agar bisa menyantap makanan bergizi dan mengonsumsi suplemen penambah imun, Gus Halim meminta para kepala desa alias kades untuk segera mencairkan dan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT).

“Para kepala desa, tolong dibantu ya, segera dicairkan Bantuan Langsung Tunai kepada Keluarga Penerima Manfaat,” pinta Gus Halim.

Hingga 7 Juli 2021, total penyaluran BLT yang bersumber dari Dana Desa sebesar Rp 5.401.512.900.000 (Rp 5,4 miliar).

Sebelumnya, Gus Halim telah meminta warga desa untuk berdoa bersama keluarga di rumah agar pandemi Covid-19 segera berakhir. Dia juga meminta Pos Gerbang Desa memperketat penjagaan selama 24 jam.

Selain itu, Gus Halim juga meminta ruang isolasi desa dimaksimalkan kembali, mengingat tingginya angka kasus positif Covid-19 yang menyebabkan ruang-ruang perawatan di rumah sakit penuh. [DIR]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories