Bisa Kerek Ekonomi Maluku Utara Menhub Minta Maskapai Tambah Penerbangan Ke Bandara Kuabang .

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mengatakan, akan meningkatkan jadwal penerbangan reguler ke Bandara Kuabang, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Hal ini sesuai dengan perintah Presiden Jokowi.

BKS-sapaan akrab Budi Karya-tengah melakukan koordinasi dengan maskapai untuk segera melakukan penerbangan dari dan ke Bandara Kuabang. Menurutnya, keberadaan Bandara Kuabang sangat penting karena dapat meningkatkan konektivitas dan mempermudah aksesibilitas masyarakat di Maluku Utara dan sekitarnya. 

“Bandara ini menjadi kebanggaan masyarakat Maluku Utara. Dengan anggaran lebih dari Rp 300 miliar dan panjang runway 2400 m, cukup panjang dan sangat memadai untuk meningkatkan konektivtias, pariwisata, dan kegiatan ekonomi di Maluku Utara,” ujarnya. 

BKS menjelaskan, kehadiran Bandara Kuabang akan saling melengkapi dengan bandara Sultan Babullah di Ternate. Ia mengusulkan, untuk dilakukan pelebaran jalan dari Sofifi, Ibukota provinsi Maluku Utara, menuju ke Bandara Kuabang untuk melancarkan dan mempercepat pergerakan masyarakat. 

“Mohon arahan Pak Presiden bagaimana untuk konektivitas ini dijalankan. Jalan menuju tempat ini (Bandara Kuabang) diperlebar sehingga waktu tempuh menuju Sofifi menjadi lebih cepat,” jelas eks Dirut Angkasa Pura ll ini. 

Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Udara telah menyelesaikan pengembangan gedung terminal penumpang Bandara Kuabang. Menyesuaikan dengan kemampuan sisi udara yang telah memiliki runway sepanjang 2400 m x 30 m. 

Sebagai pendukung aksesibilitas transportasi ibukota provinsi, sudah selayaknya Bandara Kuabang didarati oleh pesawat jenis narrow body. Bandara ini juga memiliki landasan hubung (taxiway) 100m x 23m dan landasan parkir (apron) 157m x 72m, yang mampu menampung sebanyak 3 pesawat jenis ATR dan 1 pesawat boeing. 

Bandara Kuabang juga merupakan salah satu pintu masuk melalui udara di Kabupaten Halmahera Utara. Keberadaan bandara ini sangat penting untuk membuka aksesibilitas dan konektivitas dari dan ke Kabupaten Halmahera Utara yang memiliki sejumlah destinasi wisata alam dan bahari andalan

Di antaranya Pantai Luari, Taman laut Tupu-Tupu, Taman laut Tagalaya, Taman laut Pawole, Laguna Tagalaya, Pulau Kakara, Pulau Bobale, Pulau-pulau kecil Loloda dan Pantai Panamboang. 

Selain itu, bandara ini juga berpotensi melayani orang dan barang, untuk mendukung operasional pertambangan emas yang ada di daerah Gosowong, Kabupaten Halmahera Utara, yang dikelola oleh perusahaan pertambangan nasional PT Nusa Halmahera Minerals. [KPJ]

]]> .
Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mengatakan, akan meningkatkan jadwal penerbangan reguler ke Bandara Kuabang, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Hal ini sesuai dengan perintah Presiden Jokowi.

BKS-sapaan akrab Budi Karya-tengah melakukan koordinasi dengan maskapai untuk segera melakukan penerbangan dari dan ke Bandara Kuabang. Menurutnya, keberadaan Bandara Kuabang sangat penting karena dapat meningkatkan konektivitas dan mempermudah aksesibilitas masyarakat di Maluku Utara dan sekitarnya. 

“Bandara ini menjadi kebanggaan masyarakat Maluku Utara. Dengan anggaran lebih dari Rp 300 miliar dan panjang runway 2400 m, cukup panjang dan sangat memadai untuk meningkatkan konektivtias, pariwisata, dan kegiatan ekonomi di Maluku Utara,” ujarnya. 

BKS menjelaskan, kehadiran Bandara Kuabang akan saling melengkapi dengan bandara Sultan Babullah di Ternate. Ia mengusulkan, untuk dilakukan pelebaran jalan dari Sofifi, Ibukota provinsi Maluku Utara, menuju ke Bandara Kuabang untuk melancarkan dan mempercepat pergerakan masyarakat. 

“Mohon arahan Pak Presiden bagaimana untuk konektivitas ini dijalankan. Jalan menuju tempat ini (Bandara Kuabang) diperlebar sehingga waktu tempuh menuju Sofifi menjadi lebih cepat,” jelas eks Dirut Angkasa Pura ll ini. 

Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Udara telah menyelesaikan pengembangan gedung terminal penumpang Bandara Kuabang. Menyesuaikan dengan kemampuan sisi udara yang telah memiliki runway sepanjang 2400 m x 30 m. 

Sebagai pendukung aksesibilitas transportasi ibukota provinsi, sudah selayaknya Bandara Kuabang didarati oleh pesawat jenis narrow body. Bandara ini juga memiliki landasan hubung (taxiway) 100m x 23m dan landasan parkir (apron) 157m x 72m, yang mampu menampung sebanyak 3 pesawat jenis ATR dan 1 pesawat boeing. 

Bandara Kuabang juga merupakan salah satu pintu masuk melalui udara di Kabupaten Halmahera Utara. Keberadaan bandara ini sangat penting untuk membuka aksesibilitas dan konektivitas dari dan ke Kabupaten Halmahera Utara yang memiliki sejumlah destinasi wisata alam dan bahari andalan

Di antaranya Pantai Luari, Taman laut Tupu-Tupu, Taman laut Tagalaya, Taman laut Pawole, Laguna Tagalaya, Pulau Kakara, Pulau Bobale, Pulau-pulau kecil Loloda dan Pantai Panamboang. 

Selain itu, bandara ini juga berpotensi melayani orang dan barang, untuk mendukung operasional pertambangan emas yang ada di daerah Gosowong, Kabupaten Halmahera Utara, yang dikelola oleh perusahaan pertambangan nasional PT Nusa Halmahera Minerals. [KPJ]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories