Bilang “Untung Presiden Mantan Gubernur DKI” Anies, Apakah Bisa Melewati Jalan Jokowi?

Ucapan Anies Baswedan yang menyebut “beruntung Presiden Jokowi merupakan mantan Gubernur DKI Jakarta” ramai diperbincangkan. Banyak tafsir yang muncul. Salah satunya menyebut, dengan ucapan itu, Gubernur DKI Jakarta ini memberi sinyal ingin mengikuti jejak Jokowi.

Ucapan Anies tersebut terlontar saat penandatanganan MoU dan Sosialisasi Kolaborasi dengan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU), Kamis (1/4). Di acara ini, Anies bercerita soal kesulitan yang dihadapi Pemprov DKI dalam melakukan integrasi transportasi di Ibu Kota dengan Kereta Api. Sebab, Pemprov DKI tidak memiliki kewenangan dalam mengelola stasiun.

Dengan kondisi ini, Anies kemudian meminta izin ke Jokowi agar Pemprov dibolehkan mengelola stasiun. “Kami matur (mengucapkan) ke Pak Presiden, kalau kita mau mengelola transportasi, tapi enggak punya kewenangan itu akan sulit. Minta supaya stasiun di Jakarta dikelola oleh DKI,” cerita Anies.

Ternyata, Jokowi mengerti betul kesulitan Anies ini. Sebab, Jokowi punya pengalaman yang sama saat masih menjabat Gubernur DKI Jakarta. Jokowi pun mengizinkan Anies mengelola stasiun.

Di sinilah ucapan Anies tadi meluncur. “Untungnya, Presiden mantan Gubernur DKI. Jadi, ketika beliau dengar langsung, ‘Iya saya juga dulu pusing ngurusin pintu stasiun’. Karena pintu stasiun yang ngurusin stasiun, kemacetannya yang ngurusin DKI. Alhamdulillah, kemudian pengelolaan stasiun di Jakarta diserahkan kepada DKI sekarang,” ucap Anies.

Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menafsirkan, pernyataan Anies soal “Untungnya Presiden mantan Gubernur DKI” bukan tanpa makna. Pangi menyebut, Anies tengah melempar sinyal maju dalam Pilpres 2024.

Pernyataan Anies itu, kata Pangi, juga sekaligus mengingatkan publik terkait latar belakang Jokowi. “Anies ingin menyatakan bahwa dirinya ingin mengulang sejarah yang dilakukan Jokowi,” katanya, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Sejauh ini, Anies dianggap sebagai calon potensial di Pilpres 2024. Elektabilitasnya juga moncer. Bila mendapat dukungan partai yang cukup, Anies dapat maju ke Pilpres 2024. Sama seperti Jokowi dulu, dari Gubernur DKI Jakarta, lalu nyapres dan menang. “Anies ingin mengulang sejarah itu,” cetus Pangi.

 

Dari empat lembaga yang melakukan survei capres 2024 di awal tahun ini, seperti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Indikator Politik Indonesia, Charta Politika Indonesia, dan Indometer, Anies selalu masuk tiga besar. Dia bersaing ketat dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Pernyataan Anies tadi juga banyak dikomentari warganet. Ada yang mendukung, ada juga yang kontra, bahkan nyinyir.

Akun @Agung05459132 salah satu yang mendukung. Dia menilai, ucapan Anies soal presiden mantan gubernur kreatif. “Kreatif dia,” tulisnya.

Akun @Hanafi89717300 juga mendukung langkah Anies bila maju di Pilpres 2024. “Maju Bang Anies,” tulisnya. “Moga menjadi kenyataan biar negeri ini damai dan maju,” timpal akun @ervan_yani sambil memasang tagar AniesForPresident2024.

Sedangkan @Giero malah membelokkan tema. Dia menyebut setuju jika presiden mesti berasal dari gubernur. Tapi, gubernur bukan Anies, melainkan Ganjar. “Saya setuju calon presiden nanti adalah eks gubernur. Caio maju terus, jangan mundur, saya akan mendukung sepenuhnya @ganjarpranowo,” tulisnya. [QAR]

]]> Ucapan Anies Baswedan yang menyebut “beruntung Presiden Jokowi merupakan mantan Gubernur DKI Jakarta” ramai diperbincangkan. Banyak tafsir yang muncul. Salah satunya menyebut, dengan ucapan itu, Gubernur DKI Jakarta ini memberi sinyal ingin mengikuti jejak Jokowi.

Ucapan Anies tersebut terlontar saat penandatanganan MoU dan Sosialisasi Kolaborasi dengan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU), Kamis (1/4). Di acara ini, Anies bercerita soal kesulitan yang dihadapi Pemprov DKI dalam melakukan integrasi transportasi di Ibu Kota dengan Kereta Api. Sebab, Pemprov DKI tidak memiliki kewenangan dalam mengelola stasiun.

Dengan kondisi ini, Anies kemudian meminta izin ke Jokowi agar Pemprov dibolehkan mengelola stasiun. “Kami matur (mengucapkan) ke Pak Presiden, kalau kita mau mengelola transportasi, tapi enggak punya kewenangan itu akan sulit. Minta supaya stasiun di Jakarta dikelola oleh DKI,” cerita Anies.

Ternyata, Jokowi mengerti betul kesulitan Anies ini. Sebab, Jokowi punya pengalaman yang sama saat masih menjabat Gubernur DKI Jakarta. Jokowi pun mengizinkan Anies mengelola stasiun.

Di sinilah ucapan Anies tadi meluncur. “Untungnya, Presiden mantan Gubernur DKI. Jadi, ketika beliau dengar langsung, ‘Iya saya juga dulu pusing ngurusin pintu stasiun’. Karena pintu stasiun yang ngurusin stasiun, kemacetannya yang ngurusin DKI. Alhamdulillah, kemudian pengelolaan stasiun di Jakarta diserahkan kepada DKI sekarang,” ucap Anies.

Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menafsirkan, pernyataan Anies soal “Untungnya Presiden mantan Gubernur DKI” bukan tanpa makna. Pangi menyebut, Anies tengah melempar sinyal maju dalam Pilpres 2024.

Pernyataan Anies itu, kata Pangi, juga sekaligus mengingatkan publik terkait latar belakang Jokowi. “Anies ingin menyatakan bahwa dirinya ingin mengulang sejarah yang dilakukan Jokowi,” katanya, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Sejauh ini, Anies dianggap sebagai calon potensial di Pilpres 2024. Elektabilitasnya juga moncer. Bila mendapat dukungan partai yang cukup, Anies dapat maju ke Pilpres 2024. Sama seperti Jokowi dulu, dari Gubernur DKI Jakarta, lalu nyapres dan menang. “Anies ingin mengulang sejarah itu,” cetus Pangi.

 

Dari empat lembaga yang melakukan survei capres 2024 di awal tahun ini, seperti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Indikator Politik Indonesia, Charta Politika Indonesia, dan Indometer, Anies selalu masuk tiga besar. Dia bersaing ketat dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Pernyataan Anies tadi juga banyak dikomentari warganet. Ada yang mendukung, ada juga yang kontra, bahkan nyinyir.

Akun @Agung05459132 salah satu yang mendukung. Dia menilai, ucapan Anies soal presiden mantan gubernur kreatif. “Kreatif dia,” tulisnya.

Akun @Hanafi89717300 juga mendukung langkah Anies bila maju di Pilpres 2024. “Maju Bang Anies,” tulisnya. “Moga menjadi kenyataan biar negeri ini damai dan maju,” timpal akun @ervan_yani sambil memasang tagar AniesForPresident2024.

Sedangkan @Giero malah membelokkan tema. Dia menyebut setuju jika presiden mesti berasal dari gubernur. Tapi, gubernur bukan Anies, melainkan Ganjar. “Saya setuju calon presiden nanti adalah eks gubernur. Caio maju terus, jangan mundur, saya akan mendukung sepenuhnya @ganjarpranowo,” tulisnya. [QAR]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories