Bikin Terobosan Baru Sandi Boyong Desa Wisata Bali Jadi Medical Tourism Kelas Dunia .

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bekerja sama dengan Universitas Udayana serta Pemerintah Provinsi Bali berencana menjadikan Pulau Dewata sebagai destinasi pariwisata berbasis kesehatan, alias medical tourism.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, mengatakan Bali nantinya akan dijadikan rujukan layanan medis layaknya sejumlah negara tetangga. Seperti Singapura, Kuala Lumpur, Bangkok maupun Penang, Malaysia.

“Kita juga akan melibatkan desa wisata dalam pengembangan medical tourism,” kata Sandi dalam keterangannya, Sabtu (3/4).

Desa wisata ini diakui mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu bermanfaat dalam menyajikan beragam pengobatan tradisional khas nusantara. Hal ini tentunya memberikan ketenangan batin lewat indahnya alam selama menjalani pengobatan.

“Yang akan kita ubah mindset, bangga buatan Indonesia, artinya bangga berwisata medis di Indonesia. Jadi ini yang kita harapkan, berbicara basis budaya dan tradisional,” ujar Sandi.

Dia mengungkapkan, desa wisata berbasis kesehatan ini merupakan bagian dari upaya menebar semangat di tengah pandemi Covid-19. Harapannya, Indonesia bisa mencetak para juara pasca pandemi.

Karenanya, pria yang akrab disapa Mas Menteri itu berharap adanya kolaborasi seluruh pihak dalam mewujudkan Bali sebagai pusat pariwisata berbasis kesehatan.

“Nanti kita akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga lainnya memberikan insentif dan peluang-peluang lainnya. Quick wins kami, yakni Bali sebagai salah satu destinasi wisata medis,” tutup Founder OK-OC itu. [UMM]

]]> .
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bekerja sama dengan Universitas Udayana serta Pemerintah Provinsi Bali berencana menjadikan Pulau Dewata sebagai destinasi pariwisata berbasis kesehatan, alias medical tourism.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, mengatakan Bali nantinya akan dijadikan rujukan layanan medis layaknya sejumlah negara tetangga. Seperti Singapura, Kuala Lumpur, Bangkok maupun Penang, Malaysia.

“Kita juga akan melibatkan desa wisata dalam pengembangan medical tourism,” kata Sandi dalam keterangannya, Sabtu (3/4).

Desa wisata ini diakui mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu bermanfaat dalam menyajikan beragam pengobatan tradisional khas nusantara. Hal ini tentunya memberikan ketenangan batin lewat indahnya alam selama menjalani pengobatan.

“Yang akan kita ubah mindset, bangga buatan Indonesia, artinya bangga berwisata medis di Indonesia. Jadi ini yang kita harapkan, berbicara basis budaya dan tradisional,” ujar Sandi.

Dia mengungkapkan, desa wisata berbasis kesehatan ini merupakan bagian dari upaya menebar semangat di tengah pandemi Covid-19. Harapannya, Indonesia bisa mencetak para juara pasca pandemi.

Karenanya, pria yang akrab disapa Mas Menteri itu berharap adanya kolaborasi seluruh pihak dalam mewujudkan Bali sebagai pusat pariwisata berbasis kesehatan.

“Nanti kita akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga lainnya memberikan insentif dan peluang-peluang lainnya. Quick wins kami, yakni Bali sebagai salah satu destinasi wisata medis,” tutup Founder OK-OC itu. [UMM]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories