Bicara Di Forum FPCI Menlu Marise Payne: Kemitraan Indonesia-Australia, Lanjutkan!

Sebagai negara tetangga terdekat dan sahabat erat, Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne ingin, negaranya bisa terus meningkatkan kerja sama dengan Indonesia di berbagai bidang. Terutama di sektor kesehatan, terkait penanganan pandemi Covid-19 hingga lingkungan terkait perubahan iklim.

“Di tengah banyaknya tantangan dan peluang yang dihadapi negara kita, kemitraan ini perlu dilanjutkan,” kata Menlu Payne dalam acara virtual yang diadakan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Kamis (9/9/2021).

Acara yang juga bisa disaksikan di kanal YouTube (A Keynote Speech by Australia’s Minister for Foreign Affairs — The Hon. Marise Payne) ini, disaksikan oleh hampir 2.000 viewer.

Dia mengatakan, kemitraan kedua negara telah memungkinkan Indonesia dan Australia melalui masa-masa sulit bersama, mulai dari upaya menghadapi krisis keuangan, serangan teroris, hingga bencana alam yang terjadi di kedua negara.

Australia tetap ingin melanjutkan kerja sama untuk memastikan kesejahteraan, keamanan dan stabilitas di kedua negara, dan lebih luas lagi di kawasan Indo-Pasifik di masa mendatang.

Senator New South Wales sejak 1997 dari Partai Liberal ini juga menyinggung mengenai pandemi Covid-19, yang telah menimbulkan dampak luar biasa terhadap kesehatan dan kehidupan sosial masyarakat serta perekonomian di banyak negara, termasuk Indonesia dan Australia.

“Besarnya perubahan dan dampak jangka panjang Covid-19 terhadap kedua negara kita dan di kawasan kita telah memengaruhi kesehatan, ekonomi dan cara hidup kita,” kata dia.

Karena itu, lanjut Payne, Indonesia dan Australia sepakat meningkatkan kerja sama, demi mengatasi dampak pandemi Covid-19, terutama dalam penanganan wabah tersebut.

 

Australia, terangnya, sejauh ini telah membantu penanganan Covid-19 di Indonesia dengan mengirimkan 1 juta dosis vaksin dan peralatan medis lainnya, seperti ventilator, konsentrator oksigen, tabung oksigen, alat tes antigen. Menteri kelahiran Sydney ini juga mengatakan, bahwa Australia akan mengirimkan total 13 juta dosis vaksin untuk Indonesia.

Selain itu, terang Payne, Australia juga akan bekerja dengan berbagai organisasi non pemerintah, lembaga PBB, serta organisasi masyarakat dan Pemerintah Provinsi, untuk melanjutkan penanggulangan pandemi Covid-19, dengan fokus kemitraan untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan sistem kesehatan setempat. Selain upaya untuk meningkatkan keamanan kesehatan secara umum dan juga manajemen krisis.

“Misalnya, program manajemen risiko bencana untuk membantu menahan penyebaran virus, melakukan kampanye untuk meningkatkan kesadaran publik, dan meningkatkan ketahanan pangan,” jelas perempuan pertama yang menjabat sebagai Presiden Federal Liberal Muda (1989–1991), gerakan pemuda Partai Liberal Australia.

Upaya ini, sambungnya, akan berfokus pada komunitas yang paling rentan, termasuk perempuan dan anak perempuan, penyandang disabilitas dan warga kurang mampu.

Tak cuma itu, masih menurut Payne, Australia juga tertarik meningkatkan kerja sama untuk mengatasi perubahan iklim. “Salah satu bidang kerja sama kami yang paling penting di tahun-tahun mendatang adalah menangani perubahan iklim,” pungkas perempuan pertama yang menjadi Menteri Pertahanan (2015–2018) Australia itu. [DAY]

]]> Sebagai negara tetangga terdekat dan sahabat erat, Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne ingin, negaranya bisa terus meningkatkan kerja sama dengan Indonesia di berbagai bidang. Terutama di sektor kesehatan, terkait penanganan pandemi Covid-19 hingga lingkungan terkait perubahan iklim.

“Di tengah banyaknya tantangan dan peluang yang dihadapi negara kita, kemitraan ini perlu dilanjutkan,” kata Menlu Payne dalam acara virtual yang diadakan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Kamis (9/9/2021).

Acara yang juga bisa disaksikan di kanal YouTube (A Keynote Speech by Australia’s Minister for Foreign Affairs — The Hon. Marise Payne) ini, disaksikan oleh hampir 2.000 viewer.

Dia mengatakan, kemitraan kedua negara telah memungkinkan Indonesia dan Australia melalui masa-masa sulit bersama, mulai dari upaya menghadapi krisis keuangan, serangan teroris, hingga bencana alam yang terjadi di kedua negara.

Australia tetap ingin melanjutkan kerja sama untuk memastikan kesejahteraan, keamanan dan stabilitas di kedua negara, dan lebih luas lagi di kawasan Indo-Pasifik di masa mendatang.

Senator New South Wales sejak 1997 dari Partai Liberal ini juga menyinggung mengenai pandemi Covid-19, yang telah menimbulkan dampak luar biasa terhadap kesehatan dan kehidupan sosial masyarakat serta perekonomian di banyak negara, termasuk Indonesia dan Australia.

“Besarnya perubahan dan dampak jangka panjang Covid-19 terhadap kedua negara kita dan di kawasan kita telah memengaruhi kesehatan, ekonomi dan cara hidup kita,” kata dia.

Karena itu, lanjut Payne, Indonesia dan Australia sepakat meningkatkan kerja sama, demi mengatasi dampak pandemi Covid-19, terutama dalam penanganan wabah tersebut.

 

Australia, terangnya, sejauh ini telah membantu penanganan Covid-19 di Indonesia dengan mengirimkan 1 juta dosis vaksin dan peralatan medis lainnya, seperti ventilator, konsentrator oksigen, tabung oksigen, alat tes antigen. Menteri kelahiran Sydney ini juga mengatakan, bahwa Australia akan mengirimkan total 13 juta dosis vaksin untuk Indonesia.

Selain itu, terang Payne, Australia juga akan bekerja dengan berbagai organisasi non pemerintah, lembaga PBB, serta organisasi masyarakat dan Pemerintah Provinsi, untuk melanjutkan penanggulangan pandemi Covid-19, dengan fokus kemitraan untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan sistem kesehatan setempat. Selain upaya untuk meningkatkan keamanan kesehatan secara umum dan juga manajemen krisis.

“Misalnya, program manajemen risiko bencana untuk membantu menahan penyebaran virus, melakukan kampanye untuk meningkatkan kesadaran publik, dan meningkatkan ketahanan pangan,” jelas perempuan pertama yang menjabat sebagai Presiden Federal Liberal Muda (1989–1991), gerakan pemuda Partai Liberal Australia.

Upaya ini, sambungnya, akan berfokus pada komunitas yang paling rentan, termasuk perempuan dan anak perempuan, penyandang disabilitas dan warga kurang mampu.

Tak cuma itu, masih menurut Payne, Australia juga tertarik meningkatkan kerja sama untuk mengatasi perubahan iklim. “Salah satu bidang kerja sama kami yang paling penting di tahun-tahun mendatang adalah menangani perubahan iklim,” pungkas perempuan pertama yang menjadi Menteri Pertahanan (2015–2018) Australia itu. [DAY]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories