Biar Tak Redup Ketokohannya Bila Masuk Parpol Kang Emil Disaranin Ikutan Konvensi Partai NasDem Aja .

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dinilai sebagai calon presiden potensial 2024. Agar kualitas dan perannya semakin menasional, pria yang akrab disapa Kang Emil itu ditantang ikut Konvensi Partai Nasional Demokrat (NasDem).

“Kita dari dulu tidak menawar­kan Kang Emil masuk NasDem, karena dia akan menjadi kecil ketika masuk parpol. Kita tawarkan beliau ikut Konvensi Capres,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Jawa Barat, Saan Mustopa kepada Rakyat Merdeka, Sabtu (27/2).

Wakil Ketua Komisi II DPR ini menceritakan, sejak Partai NasDem mengusung Kang Emil sebagai Calon Gubernur Jawa Barat, partainya berpesan, agar orang nomor satu di Jabar itu tidak menjadi anggota salah satu partai pendukung.

Seperti diketahui, Kang Emil-Uu Ruzhanul Ulum di Pilgub Jawa Barat 2018 didukung empat parpol yaitu Partai NasDem, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Hanura. Plus dua parpol pengusung yaitu Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dan Partai Berkarya.

“Dari dulu kan NasDem meminta Kang Emil tidak menjadi salah satu kader apapun, termasuk kader partai NasDem,” bebernya.

Eks politisi Demokrat itu bilang, Kang Emil akan menjadi lebih leluasa dan fokus bekerja sebagai Gubernur Jawa Barat. Tidak tersandera kepentingan parpol. Mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu menjelaskan, jika Kang Emil saat ini menjadi salah satu pengurus parpol, sama saja mengecilkan peran dan pamor Kang Emil itu sendiri. Menurutnya, Kang Emil masuk ke dalam barisan tokoh nasional, dan capres potensial 2024.

“Apalagi menjadi pengurus parpol level provinsi, itu mengecilkan Kang Emil,” kelakarnya.

Saan berharap, agar Kang Emil bisa konsisten tidak masuk parpol dahulu, setidaknya hingga masa jabatannya sebagai Gubernur Jawa Barat habis. Selain itu, untuk mengasah kemampuan dan meningkatkan level kepemimpinan, dia bisa berkompetisi di Konvensi Capres NasDem 2022.

Sebelumnya, beredar wacana bahwa Kang Emil ditawarkan jabatan politis sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat. Namun, Kang Emil membantahnya. Dia menegaskan, saat ini belum berstatus sebagai anggota parpol manapun.

“Informasi tidak betul (masuk Golkar). Kalau betul, sejak kemarin Musda sudah ada pergerakan. Kan nggak ada,” ucap dia di Mapolda Jabar, Senin (22/2).

Di kesempatan itu, Kang Emil mengamini dirinya ditawari banyak parpol untuk memimpin di Jawa Barat. Namun, semua itu ditolaknya, dengan dasar ingin konsentrasi penuh menjadi Gubernur Jabar. “Kita fokus urusan percovidan dan perbencanaan saja,” pungkasnya. [BSH]

]]> .
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dinilai sebagai calon presiden potensial 2024. Agar kualitas dan perannya semakin menasional, pria yang akrab disapa Kang Emil itu ditantang ikut Konvensi Partai Nasional Demokrat (NasDem).

“Kita dari dulu tidak menawar­kan Kang Emil masuk NasDem, karena dia akan menjadi kecil ketika masuk parpol. Kita tawarkan beliau ikut Konvensi Capres,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Jawa Barat, Saan Mustopa kepada Rakyat Merdeka, Sabtu (27/2).

Wakil Ketua Komisi II DPR ini menceritakan, sejak Partai NasDem mengusung Kang Emil sebagai Calon Gubernur Jawa Barat, partainya berpesan, agar orang nomor satu di Jabar itu tidak menjadi anggota salah satu partai pendukung.

Seperti diketahui, Kang Emil-Uu Ruzhanul Ulum di Pilgub Jawa Barat 2018 didukung empat parpol yaitu Partai NasDem, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Hanura. Plus dua parpol pengusung yaitu Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dan Partai Berkarya.

“Dari dulu kan NasDem meminta Kang Emil tidak menjadi salah satu kader apapun, termasuk kader partai NasDem,” bebernya.

Eks politisi Demokrat itu bilang, Kang Emil akan menjadi lebih leluasa dan fokus bekerja sebagai Gubernur Jawa Barat. Tidak tersandera kepentingan parpol. Mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu menjelaskan, jika Kang Emil saat ini menjadi salah satu pengurus parpol, sama saja mengecilkan peran dan pamor Kang Emil itu sendiri. Menurutnya, Kang Emil masuk ke dalam barisan tokoh nasional, dan capres potensial 2024.

“Apalagi menjadi pengurus parpol level provinsi, itu mengecilkan Kang Emil,” kelakarnya.

Saan berharap, agar Kang Emil bisa konsisten tidak masuk parpol dahulu, setidaknya hingga masa jabatannya sebagai Gubernur Jawa Barat habis. Selain itu, untuk mengasah kemampuan dan meningkatkan level kepemimpinan, dia bisa berkompetisi di Konvensi Capres NasDem 2022.

Sebelumnya, beredar wacana bahwa Kang Emil ditawarkan jabatan politis sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat. Namun, Kang Emil membantahnya. Dia menegaskan, saat ini belum berstatus sebagai anggota parpol manapun.

“Informasi tidak betul (masuk Golkar). Kalau betul, sejak kemarin Musda sudah ada pergerakan. Kan nggak ada,” ucap dia di Mapolda Jabar, Senin (22/2).

Di kesempatan itu, Kang Emil mengamini dirinya ditawari banyak parpol untuk memimpin di Jawa Barat. Namun, semua itu ditolaknya, dengan dasar ingin konsentrasi penuh menjadi Gubernur Jabar. “Kita fokus urusan percovidan dan perbencanaan saja,” pungkasnya. [BSH]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories