BI Revisi Pertumbuhan Ekonomi, Rupiah Rontok Lagi .

Jelang akhir pekan, nilai tukar rupiah rontok lagi. Rupiah kembali melemah sebesar 0,12 persen di level Rp 14.500 per dolar AS dibandingkan perdagangan kemarin di level Rp 14.543 per dolar AS.

Mata uang di Asia bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Yen Jepang turun 0,02 persen, bath Thailand minus 0,14 persen, dan ringgit Malaysia turun 0,02 persen, namun dolar Singapura menguat 0,09 persen.

Indeks dolar AS yang mengukur terhadap enam mata uang utama, naik 0,07 persen menjadi 92,822. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro melemah 0,38 persen ke level Rp 17.086, terhadap poundsterling Inggris minus 0,25 persen ke level Rp 19.094, dan terhadap dolar Australia juga minus 0,24 persen ke level Rp 10.699.

Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra melihat, kondisi rupiah dipengarugu oleh realisasi data klaim tunjangan pengangguran mingguan AS yang lebih buruk dari ekspektasi membuat dolar AS melemah.

“Harusnya sentimen minat pasar terhadap risiko yang meninggi masih menjadi pemicu penguatan nilai tukar rupiah,” kata Ariston di Jakarta, Jumat (23/7).

Lagi-lagi, kekhawatiran pasar terhadap kenaikan kasus baru Covid-19 yang terjadi di Indonesia dan Asia Tenggara, akan membuat penguatan rupiah lebih terbatas.

Faktor lainnya yang akan menahan penguatan rupiah adalah sikap Bank Indonesia (BI) yang merevisi ke bawah proyeksi ekonomi Indonesia dari 4,1 persen-5,1 persen menjadi 3,5 persen-4,3 persen.

“Sentimen di atas membuat potensi kisaran pergerakan rupiah hari ini cenderung melemah di kisaran Rp 14.450-14.520 per dolar AS,” jelasnya. [DWI]

]]> .
Jelang akhir pekan, nilai tukar rupiah rontok lagi. Rupiah kembali melemah sebesar 0,12 persen di level Rp 14.500 per dolar AS dibandingkan perdagangan kemarin di level Rp 14.543 per dolar AS.

Mata uang di Asia bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Yen Jepang turun 0,02 persen, bath Thailand minus 0,14 persen, dan ringgit Malaysia turun 0,02 persen, namun dolar Singapura menguat 0,09 persen.

Indeks dolar AS yang mengukur terhadap enam mata uang utama, naik 0,07 persen menjadi 92,822. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro melemah 0,38 persen ke level Rp 17.086, terhadap poundsterling Inggris minus 0,25 persen ke level Rp 19.094, dan terhadap dolar Australia juga minus 0,24 persen ke level Rp 10.699.

Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra melihat, kondisi rupiah dipengarugu oleh realisasi data klaim tunjangan pengangguran mingguan AS yang lebih buruk dari ekspektasi membuat dolar AS melemah.

“Harusnya sentimen minat pasar terhadap risiko yang meninggi masih menjadi pemicu penguatan nilai tukar rupiah,” kata Ariston di Jakarta, Jumat (23/7).

Lagi-lagi, kekhawatiran pasar terhadap kenaikan kasus baru Covid-19 yang terjadi di Indonesia dan Asia Tenggara, akan membuat penguatan rupiah lebih terbatas.

Faktor lainnya yang akan menahan penguatan rupiah adalah sikap Bank Indonesia (BI) yang merevisi ke bawah proyeksi ekonomi Indonesia dari 4,1 persen-5,1 persen menjadi 3,5 persen-4,3 persen.

“Sentimen di atas membuat potensi kisaran pergerakan rupiah hari ini cenderung melemah di kisaran Rp 14.450-14.520 per dolar AS,” jelasnya. [DWI]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories