Bertemu PM Jepang Yoshihide Suga Retno Dan Prabowo Pererat Kerja Sama Perdamaian

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto baru saja bertemu Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga, dan membahas sejumlah kerja sama dan isu regional. Berdasarkan keterangan pers Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, Selasa (29/3), PM Suga menyambut hangat Menlu Retno dan Menhan Prabowo ke Jepang.

Dalam kesempatan tersebut, Suga berharap perjanjian antara Pemerintah Jepang dan Pemerintah Indonesia tentang Pengalihan Alat dan Teknologi Pertahanan yang ditandatangani pada Selasa (29/3), akan menjadi landasan untuk kerja sama keamanan yang lebih dalam antara kedua negara. 

Selain itu, Suga mengatakan, bahwa “Free and Open Indo-Pacific (FOIP)” dan “ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP)” berbagi prinsip yang fundamental. Tak lupa Suga menyampaikan keinginannya untuk mendorong kerja sama yang nyata demi mewujudkan visi-visinya bersama.

“Kedua belah pihak sepakat atas pentingnya ketertiban maritim yang bebas dan terbuka berdasarkan supremasi hukum,” bunyi pernyataan Kedubes Jepang, Selasa (29/3).

Selanjutnya, kedua belah pihak sepakat untuk mempromosikan kerja sama keamanan dan pertahanan, termasuk pengalihan alat dan teknologi pertahanan. 
Mengenai isu Myanmar, PM Suga ikut mengecam keras situasi yang tetap menyebabkan banyaknya korban jiwa dan korban luka. 

Retno dan Prabowo kemudian menjelaskan hasil komunikasi antara negara-negara ASEAN, termasuk Myanmar, dan langkah-langkah yang akan diambil ke depannya. Indonesia dan Jepang sepakat untuk melanjutkan kerja sama secara erat dalam menciptakan perdamaian di wilayah. 

“Kami juga sepakat untuk mempromosikan kerja sama infrastruktur, di antaranya penataan pelabuhan Patimban dan MRT Jakarta serta Proyek Peningkatan Kecepatan Kereta Api Lintas Utara Jawa,” tutup Retno. [DAY]

]]> Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto baru saja bertemu Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga, dan membahas sejumlah kerja sama dan isu regional. Berdasarkan keterangan pers Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, Selasa (29/3), PM Suga menyambut hangat Menlu Retno dan Menhan Prabowo ke Jepang.

Dalam kesempatan tersebut, Suga berharap perjanjian antara Pemerintah Jepang dan Pemerintah Indonesia tentang Pengalihan Alat dan Teknologi Pertahanan yang ditandatangani pada Selasa (29/3), akan menjadi landasan untuk kerja sama keamanan yang lebih dalam antara kedua negara. 

Selain itu, Suga mengatakan, bahwa “Free and Open Indo-Pacific (FOIP)” dan “ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP)” berbagi prinsip yang fundamental. Tak lupa Suga menyampaikan keinginannya untuk mendorong kerja sama yang nyata demi mewujudkan visi-visinya bersama.

“Kedua belah pihak sepakat atas pentingnya ketertiban maritim yang bebas dan terbuka berdasarkan supremasi hukum,” bunyi pernyataan Kedubes Jepang, Selasa (29/3).

Selanjutnya, kedua belah pihak sepakat untuk mempromosikan kerja sama keamanan dan pertahanan, termasuk pengalihan alat dan teknologi pertahanan. 
Mengenai isu Myanmar, PM Suga ikut mengecam keras situasi yang tetap menyebabkan banyaknya korban jiwa dan korban luka. 

Retno dan Prabowo kemudian menjelaskan hasil komunikasi antara negara-negara ASEAN, termasuk Myanmar, dan langkah-langkah yang akan diambil ke depannya. Indonesia dan Jepang sepakat untuk melanjutkan kerja sama secara erat dalam menciptakan perdamaian di wilayah. 

“Kami juga sepakat untuk mempromosikan kerja sama infrastruktur, di antaranya penataan pelabuhan Patimban dan MRT Jakarta serta Proyek Peningkatan Kecepatan Kereta Api Lintas Utara Jawa,” tutup Retno. [DAY]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories