Bertemu Pimpinan MPR, Mufti Rusia Cerita Kehebatan Bung Karno

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menerima kunjungan Ketua Majelis Spiritual Muslim Rusia Albir Krganov. Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan MPR, Gedung Nusantara III lantai 9 Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Rabu (15/6).

Ikut hadir pada pertemuan tersebut Duta Besar Rusia untuk Indonesia  Lyudmila Vorobieva beserta rombongan. Baik Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid maupun Head of the Spiritual Assembly of Muslim of Russia, membahas hubungan antara kedua negara. Juga hubungan antara umat Islam, negara dan demokrasi baik di Indonesia maupun Rusia.

Pada kesempatan itu Albir Krganov mengingatkan kembali hubungan erat  antara Indonesia dan Rusia yang sudah berlangsung sejak lama, bahkan sejak Rusia masih bernama Uni Soviet. Saat itu, Presiden Indonesia pertama Ir. Soekarno sempat mengunjungi Uni Sovet.

Waktu itu, Bung Karno melaksanakan salat di Masjid Saint Petersburg, salah satu rumah ibadah umat Islam terbesar dan terindah yang ada di Rusia.

Peristiwa tersebut menurut Albir Krganov membuat hubungan Indonesia dengan Rusia sangat erat. Bahkan, umat Islam Rusia sangat menghormati Indonesia. Mereka selalu mengelu-elukan bangsa Indonesia, dan menganggapnya sebagai saudara.

Di Rusia, kata Albir Krganov saat ini terdapat lebih dari 20 juta penduduk beragama Islam, 8.000 masjid, 150 pesantren dan Pendidikan menengah Islam serta 20 perguruan tinggi Islam.   Dan di setiap masjid didirikan sekolah untuk anak-anak. Sehingga struktur Pendidikan Islam di Rusia sudah terhubung antara Pendidikan Islam terendah hingga tertinggi.

“Kami di Rusia juga memiliki UU yang membahas soal-soal agama hingga ribuan jumlahnya. Di Rusia, orang dilarang  menghina umat beragama. Di Rusia juga ada larangan menghina kitab suci agama. Selain itu hubungan antar umat beragama di Rusia sangat baik. Bahkan Presiden Putin, seorang nonmuslim sering membaca dan menghafal Al Quran,” kata Albir Krganov.

Krganov berharap kunjungannya  ke Indonesia kali ini bisa mempererat hubungan antar kedua negara. Juga meningkatkan kerja sama antarnegara, parlemen, masyarakat juga umat Islam, baik Rusia maupun Indonesia. Termasuk kerjasama antar majelis ulama, khususnya menyangkut Komisi Fatwa.

“Di Rusia terdapat banyak penelitian Islam menyangkut pendidikan, budaya, bahkan aspek sosial. Semua itu bisa   kerja samakan dengan Indonesia,” kata Albir Krganov menambahkan.  

Menjawab berbagai tanya dan harapan yang diajukan Mufti Rusia, itu Hidayat Nur Wahid mengemukakan, pihaknya menerima dengan antusias ajakan untuk meningkatkan hubungan dan kerja sama antar kedua negara. Apalagi selama ini Indonesia mengedepankan pentingnya banyak teman, dan melakukan diplomasi untuk kemanfaatan antar semua sahabat dan umat Islam di dunia.

Karena itu, Hidayat Nur Wahid yang biasa disapa HNW berharap kunjungan tersebut bukanlah yang terakhir. Tetapi akan diikuti kunjungan berikutnya, termasuk untuk melihat langsung peninggalan di Indonesia yang menyimpan bukti eratnya hubungan antara Indonesia dan Rusia. Juga tempat-tempat bersejarah menyangkut perkembangan Islam di Indonesia.

“Di Indonesia, agama yang mayoritas dipeluk warga negara adalah Islam. Dan  karena itu, demokrasi di Indonesia bisa berjalan dengan baik. Tokoh-tokoh agama Islam diterima dan bekerja sama dengan baik dengan tokoh agama lainnya. Sedangkan Umat Islam sendiri sudah  berperan banyak bagi bangsa Indonesia sejak jaman sebelum kemerdekaan hingga setelah kemerdekaan seperti sekarang,” kata HNW lagi.

Pada kesempatan tersebut, HNW menyampaikan keinginannya, memperoleh salinan UU menyangkut kehidupan umat beragama yang berlaku di Rusia. Nantinya, UU tersebut diharapkan membantu pembuatan RUU Perlindungan Tokoh dan simbol-simbol agama, yang saat ini sedang dibikin oleh DPR. ■

]]> Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menerima kunjungan Ketua Majelis Spiritual Muslim Rusia Albir Krganov. Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan MPR, Gedung Nusantara III lantai 9 Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Rabu (15/6).

Ikut hadir pada pertemuan tersebut Duta Besar Rusia untuk Indonesia  Lyudmila Vorobieva beserta rombongan. Baik Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid maupun Head of the Spiritual Assembly of Muslim of Russia, membahas hubungan antara kedua negara. Juga hubungan antara umat Islam, negara dan demokrasi baik di Indonesia maupun Rusia.

Pada kesempatan itu Albir Krganov mengingatkan kembali hubungan erat  antara Indonesia dan Rusia yang sudah berlangsung sejak lama, bahkan sejak Rusia masih bernama Uni Soviet. Saat itu, Presiden Indonesia pertama Ir. Soekarno sempat mengunjungi Uni Sovet.

Waktu itu, Bung Karno melaksanakan salat di Masjid Saint Petersburg, salah satu rumah ibadah umat Islam terbesar dan terindah yang ada di Rusia.

Peristiwa tersebut menurut Albir Krganov membuat hubungan Indonesia dengan Rusia sangat erat. Bahkan, umat Islam Rusia sangat menghormati Indonesia. Mereka selalu mengelu-elukan bangsa Indonesia, dan menganggapnya sebagai saudara.

Di Rusia, kata Albir Krganov saat ini terdapat lebih dari 20 juta penduduk beragama Islam, 8.000 masjid, 150 pesantren dan Pendidikan menengah Islam serta 20 perguruan tinggi Islam.   Dan di setiap masjid didirikan sekolah untuk anak-anak. Sehingga struktur Pendidikan Islam di Rusia sudah terhubung antara Pendidikan Islam terendah hingga tertinggi.

“Kami di Rusia juga memiliki UU yang membahas soal-soal agama hingga ribuan jumlahnya. Di Rusia, orang dilarang  menghina umat beragama. Di Rusia juga ada larangan menghina kitab suci agama. Selain itu hubungan antar umat beragama di Rusia sangat baik. Bahkan Presiden Putin, seorang nonmuslim sering membaca dan menghafal Al Quran,” kata Albir Krganov.

Krganov berharap kunjungannya  ke Indonesia kali ini bisa mempererat hubungan antar kedua negara. Juga meningkatkan kerja sama antarnegara, parlemen, masyarakat juga umat Islam, baik Rusia maupun Indonesia. Termasuk kerjasama antar majelis ulama, khususnya menyangkut Komisi Fatwa.

“Di Rusia terdapat banyak penelitian Islam menyangkut pendidikan, budaya, bahkan aspek sosial. Semua itu bisa   kerja samakan dengan Indonesia,” kata Albir Krganov menambahkan.  

Menjawab berbagai tanya dan harapan yang diajukan Mufti Rusia, itu Hidayat Nur Wahid mengemukakan, pihaknya menerima dengan antusias ajakan untuk meningkatkan hubungan dan kerja sama antar kedua negara. Apalagi selama ini Indonesia mengedepankan pentingnya banyak teman, dan melakukan diplomasi untuk kemanfaatan antar semua sahabat dan umat Islam di dunia.

Karena itu, Hidayat Nur Wahid yang biasa disapa HNW berharap kunjungan tersebut bukanlah yang terakhir. Tetapi akan diikuti kunjungan berikutnya, termasuk untuk melihat langsung peninggalan di Indonesia yang menyimpan bukti eratnya hubungan antara Indonesia dan Rusia. Juga tempat-tempat bersejarah menyangkut perkembangan Islam di Indonesia.

“Di Indonesia, agama yang mayoritas dipeluk warga negara adalah Islam. Dan  karena itu, demokrasi di Indonesia bisa berjalan dengan baik. Tokoh-tokoh agama Islam diterima dan bekerja sama dengan baik dengan tokoh agama lainnya. Sedangkan Umat Islam sendiri sudah  berperan banyak bagi bangsa Indonesia sejak jaman sebelum kemerdekaan hingga setelah kemerdekaan seperti sekarang,” kata HNW lagi.

Pada kesempatan tersebut, HNW menyampaikan keinginannya, memperoleh salinan UU menyangkut kehidupan umat beragama yang berlaku di Rusia. Nantinya, UU tersebut diharapkan membantu pembuatan RUU Perlindungan Tokoh dan simbol-simbol agama, yang saat ini sedang dibikin oleh DPR. ■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories