Berlaku April Perhatikan Prosedur Dan Cara Manfaatkan GeNose Di Bandara

PT Angkasa Pura I (Persero) sudah mulai menjalankan simulasi penggunaan alat tes Covid-19 asli buatan Indonesia, GeNose secara bertahap di seluruh bandara yang dikelolanya.

Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi mengatakan penerapan pemeriksaan GeNose rencananya mulai April atau Mei. Untuk simulasi GeNose sudah dijalankan mulai dari Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).

Rencananya, Angkasa Pura I akan menyediakan sejumlah 120 unit GeNose di 15 bandara kelolaan. “Nanti total kantong GeNose yang disediakan sebanyak 438.546 kantong per bulannya,” ujar Faik dalam keterangan pers, Kamis (18/3).

Perusahaan pelat merah ini melaksanakan simulasi secara detail di Bandara YIA. Simulasi tak melibatkan penumpang tapi prosedur dasar yang sudah dijalani nantinya akan diterapkan di bandara Angkasa Pura I.

Perlu diketahui prosedur dan alur penggunaan GeNose yang disimulasikan yaitu:

1. Calon penumpang menuju tempat pendaftaran untuk mengambil nomor antrean. Untuk sementara, pendaftaran dapat dilakukan secara manual maupun melalui aplikasi PanggilAja.com dan aplikasi Farmalab.

2. Calon penumpang melakukan pembayaran di tempat pembayaran yang terpisah dari tempat pendaftaran.

3. Setelah melakukan pembayaran, calon penumpang mengambil sampel napas di bilik yang telah disediakan dekat tempat pembayaran sesuai dengan nomor urut.

Adapun sampel napas yang diambil adalah pembuangan napas pada hembusan ketiga. Langkahnya yaitu, penumpang menghirup napas melalui hidung dan membuangnya melalui mulut.

Setelah dua kali menghirup napas dari hidung dan membuangnya melalui mulut, maka pada pengambilan napas ketiga, langsung hembuskan ke dalam kantong. Hingga kantor terisi penuh napas.

Kemudian kunci kantong agar udara napas di dalam tidak keluar.

4. Calon penumpang menyerahkan kantong udara kepada petugas.

5. Petugas operator GeNose melakukan pemeriksaan kantong udara dengan GeNose.

6. Selama menunggu hasil, calon penumpang menunggu di ruang tunggu pengambilan sampel GeNose.

7. Calon penumpang dapat mengambil hasil tes setelah petugas akan memanggil nomor urut dan identitas calon penumpang.

8. Jika hasil tes GeNose positif, maka petugas akan memberikan konsultansi, informasi, dan edukasi tekait hasil pemeriksaan.

Penumpang disarankan untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari serta memberikan surat rujukan atau surat keterangan hasil pemeriksaan untuk dilaporkan calon penumpang ke Puskesmas sesuai domisili.

Kemudian petugas keamanan akan mengarahkan calon penumpang untuk meninggalkan bandara dengan tetap melakukan protokol kesehatan 3M dengan benar.

9. Jika hasil tes negatif, calon penumpang dapat melanjutkan proses keberangkatan selanjutnya dengan menunjukkan hasilnya kepada petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk divalidasi.

Calon penumpang juga menunjukkan hasil GeNose C-19 yang sudah divalidasi ke petugas maskapai saat proses check in dan boarding.

Nantinya, ketika sudah resmi dapat digunakan untuk melakukan pemeriksaan GeNose C-19 di bandara, terdapat beberapa syarat dan prosedur bagi calon penumpang sebelum melakukan pemeriksaan, yaitu:

1. Calon penumpang telah memiliki tiket penerbangan,

2. Calon penumpang harus dalam kondisi sehat,

3. Calon penumpang dilarang merokok, makan, minum (kecuali air putih) selama 30 menit sebelum pemeriksaan napas.

4. Calon penumpang mendaftar dan membayar sesuai nomor urut di tempat yang telah disediakan.

5. Petugas memberikan kantorng GeNose C-19 pada calon penumpang setelah proses pembayaran.

6. Calon penumpang disarankan untuk melakukan pemeriksaan GeNose C-19 H-1 sebelum keberangkatan untuk mengantisipasi terjadinya penumpukkan atau kepadatan antrean atau selambat-lambatnya 3 jam sebelum keberangkatan. [JAR]

]]> PT Angkasa Pura I (Persero) sudah mulai menjalankan simulasi penggunaan alat tes Covid-19 asli buatan Indonesia, GeNose secara bertahap di seluruh bandara yang dikelolanya.

Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi mengatakan penerapan pemeriksaan GeNose rencananya mulai April atau Mei. Untuk simulasi GeNose sudah dijalankan mulai dari Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).

Rencananya, Angkasa Pura I akan menyediakan sejumlah 120 unit GeNose di 15 bandara kelolaan. “Nanti total kantong GeNose yang disediakan sebanyak 438.546 kantong per bulannya,” ujar Faik dalam keterangan pers, Kamis (18/3).

Perusahaan pelat merah ini melaksanakan simulasi secara detail di Bandara YIA. Simulasi tak melibatkan penumpang tapi prosedur dasar yang sudah dijalani nantinya akan diterapkan di bandara Angkasa Pura I.

Perlu diketahui prosedur dan alur penggunaan GeNose yang disimulasikan yaitu:

1. Calon penumpang menuju tempat pendaftaran untuk mengambil nomor antrean. Untuk sementara, pendaftaran dapat dilakukan secara manual maupun melalui aplikasi PanggilAja.com dan aplikasi Farmalab.

2. Calon penumpang melakukan pembayaran di tempat pembayaran yang terpisah dari tempat pendaftaran.

3. Setelah melakukan pembayaran, calon penumpang mengambil sampel napas di bilik yang telah disediakan dekat tempat pembayaran sesuai dengan nomor urut.

Adapun sampel napas yang diambil adalah pembuangan napas pada hembusan ketiga. Langkahnya yaitu, penumpang menghirup napas melalui hidung dan membuangnya melalui mulut.

Setelah dua kali menghirup napas dari hidung dan membuangnya melalui mulut, maka pada pengambilan napas ketiga, langsung hembuskan ke dalam kantong. Hingga kantor terisi penuh napas.

Kemudian kunci kantong agar udara napas di dalam tidak keluar.

4. Calon penumpang menyerahkan kantong udara kepada petugas.

5. Petugas operator GeNose melakukan pemeriksaan kantong udara dengan GeNose.

6. Selama menunggu hasil, calon penumpang menunggu di ruang tunggu pengambilan sampel GeNose.

7. Calon penumpang dapat mengambil hasil tes setelah petugas akan memanggil nomor urut dan identitas calon penumpang.

8. Jika hasil tes GeNose positif, maka petugas akan memberikan konsultansi, informasi, dan edukasi tekait hasil pemeriksaan.

Penumpang disarankan untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari serta memberikan surat rujukan atau surat keterangan hasil pemeriksaan untuk dilaporkan calon penumpang ke Puskesmas sesuai domisili.

Kemudian petugas keamanan akan mengarahkan calon penumpang untuk meninggalkan bandara dengan tetap melakukan protokol kesehatan 3M dengan benar.

9. Jika hasil tes negatif, calon penumpang dapat melanjutkan proses keberangkatan selanjutnya dengan menunjukkan hasilnya kepada petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk divalidasi.

Calon penumpang juga menunjukkan hasil GeNose C-19 yang sudah divalidasi ke petugas maskapai saat proses check in dan boarding.

Nantinya, ketika sudah resmi dapat digunakan untuk melakukan pemeriksaan GeNose C-19 di bandara, terdapat beberapa syarat dan prosedur bagi calon penumpang sebelum melakukan pemeriksaan, yaitu:

1. Calon penumpang telah memiliki tiket penerbangan,

2. Calon penumpang harus dalam kondisi sehat,

3. Calon penumpang dilarang merokok, makan, minum (kecuali air putih) selama 30 menit sebelum pemeriksaan napas.

4. Calon penumpang mendaftar dan membayar sesuai nomor urut di tempat yang telah disediakan.

5. Petugas memberikan kantorng GeNose C-19 pada calon penumpang setelah proses pembayaran.

6. Calon penumpang disarankan untuk melakukan pemeriksaan GeNose C-19 H-1 sebelum keberangkatan untuk mengantisipasi terjadinya penumpukkan atau kepadatan antrean atau selambat-lambatnya 3 jam sebelum keberangkatan. [JAR]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories