Berkontribusi HIngga Rp 150 Triliun Sandiaga Ogah Nomor Duakan Turis Domestik .

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno akan menggenjot pembangunan fasilitas objek wisata yang ramah bagi turis domestik. Selama ini, pembangunan serta pengembangan objek wisata selalu mengutamakan kenyamanan turis asing. Alhasil, turis domestik pun kerap dinomorduakan baik segi pelayanan maupun fasilitasnya di objek wisata yang sudah terkenal di kancah internasional.

Pandemi, kata Sandiaga, telah membuka mata berbagai pihak bahwa turis domestik di Indonesia juga bisa membawa keuntungan bagi industri pariwisata di saat melemahnya kunjungan turis mancanegara. “Data survei BPS menunjukkan turis domestik berkontribusi pada Rp 150 triliun terhadap ekonomi kita. Ini hampir 5% APBN kita,” kata Sandiaga di Jakarta, Rabu (28/4).

Untuk itu, ia pun menilai tepat jika saat ini dalam upayanya membangkitkan perekonomian melalui sektor pariwisata, pemerintah mulai membangun fasilitas dan sarana yang lengkap bagi turus domestik.

 Dalam kesempatan yang sama, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan sudah saatnya berbagai pihak berhenti menomorduakan turis domestik. “Hari ini kami saat dan pascacovid kami berkeyakinan. Kami membangun yang namanya turis lokal. Kita setuju turis mancanegara itu penting. Tapi kita tidak boleh memejamkan mata pada turis nasional. Di masa pandemi ini 78% adalah turis domestik,” kata Erick.

Ia menyatakan selama ini pemerintah maupun industri parekraf belum optimal melayani turis domestik. Untuk itu, melalui BUMN pariwisata, Erick ingin fokus membangun fasilitas turis domestik. “Kita masih setengah hati. Salah satunya kami di BUMN di Lampung dan lainnya kami ingin bngun untuk fasilitas turis domestik. Karena pelayanan bagi domestik tidak boleh kalah dari fasilitas untuk turis luar,” tegasnya. [EFI]
 

]]> .
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno akan menggenjot pembangunan fasilitas objek wisata yang ramah bagi turis domestik. Selama ini, pembangunan serta pengembangan objek wisata selalu mengutamakan kenyamanan turis asing. Alhasil, turis domestik pun kerap dinomorduakan baik segi pelayanan maupun fasilitasnya di objek wisata yang sudah terkenal di kancah internasional.

Pandemi, kata Sandiaga, telah membuka mata berbagai pihak bahwa turis domestik di Indonesia juga bisa membawa keuntungan bagi industri pariwisata di saat melemahnya kunjungan turis mancanegara. “Data survei BPS menunjukkan turis domestik berkontribusi pada Rp 150 triliun terhadap ekonomi kita. Ini hampir 5% APBN kita,” kata Sandiaga di Jakarta, Rabu (28/4).

Untuk itu, ia pun menilai tepat jika saat ini dalam upayanya membangkitkan perekonomian melalui sektor pariwisata, pemerintah mulai membangun fasilitas dan sarana yang lengkap bagi turus domestik.

 Dalam kesempatan yang sama, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan sudah saatnya berbagai pihak berhenti menomorduakan turis domestik. “Hari ini kami saat dan pascacovid kami berkeyakinan. Kami membangun yang namanya turis lokal. Kita setuju turis mancanegara itu penting. Tapi kita tidak boleh memejamkan mata pada turis nasional. Di masa pandemi ini 78% adalah turis domestik,” kata Erick.

Ia menyatakan selama ini pemerintah maupun industri parekraf belum optimal melayani turis domestik. Untuk itu, melalui BUMN pariwisata, Erick ingin fokus membangun fasilitas turis domestik. “Kita masih setengah hati. Salah satunya kami di BUMN di Lampung dan lainnya kami ingin bngun untuk fasilitas turis domestik. Karena pelayanan bagi domestik tidak boleh kalah dari fasilitas untuk turis luar,” tegasnya. [EFI]
 
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories