Berisi Catatan Kepemimpinan Militer Buku Prabowo Ludes

Buku dengan judul “Kepemimpinan Militer: Catatan dari Pengalaman Letnan Jenderal TNI Purnawirawan Prabowo Subianto”, laris manis. Di Toko Buku Gunung Agung, buku itu best seller. Informasi ini disampaikan Gunung Agung via akun Instagram @gunungagung pada 29 September.

“Terjual habis dalam dalam hitungan hari,” demikian penggalan isi video yang unggah akun Instagram @gunungagung yang dikutip Rabu (13/10).

Keterangan tersebut juga disampaikan Toko Buku Gunung Agung melalui spanduk yang dipajang di depan gerainya di Mall Margo City, Kota Depok, Jawa Barat (Jabar).

Buku tentang kepemimpinan militer tersebut diluncurkan Prabowo pada 24 Juli 2021. Buku nonfiksi ini mengulas tentang pengalaman pribadinya saat aktif di militer selama 28 tahun sebelum berkecimpung di dunia bisnis dan politik.

Dalam buku tersebut, Menteri Pertahanan itu menceritakan kesannya terhadap beberapa pimpinan ABRI, seperti Letjen TNI Purn Himawan Soetanto dan Jenderal Purn Wismoyo Arismunandar. Dalam buku itu, Prabowo juga menceritakan hubungannya dengan mantan mertuanya yang juga Presiden ke-2 Soeharto.

Di dalam bukunya, Prabowo mengaku, rutin mengecek keadaan dapur dan perlengkapan anak buah. Hal itu dilakukannya belajar dari kebiasaan Himawan, seniornya di militer yang dekat dengan anak buahnya.

“Dari Pak Himawan Soetanto tersebutlah, saya mempunyai kebiasaan mengecek detail dapur dan perlengkapan anak buah,” tulis mantan Danjen Kopassus itu.

 

Sedangkan dari Wismoyo, Prabowo belajar tentang pentingnya orang berani harus gembira dan semangat. Terkait itu, Prabowo menceritakan pengalamannya ketika menjabat Danpusdik Kopassus disuruh bernyanyi oleh Wismoyo saat upacara.

Karena sudah memiliki firasat sebelum peristiwa itu, Prabowo berinisiatif latihan di rumah dan menyanyikan lagu dari Ambon, “O Ulate”. Lagu ini dipilihannya karena dianggap bernuasan gembira dan tidak terlalu susah untuk dibawakan.

Saat upacara berlangsung, dugaan Prabowo benar. Wismoyo memintanya bernyanyi. Orang-orang spontan lantas tertawa karena mereka menganggap dirinya tidak bisa bernyanyi. Namun, pada akhirnya mereka justru kagum melihat Prabowo bernyanyi. Hal itu tak lepas dari persiapan yang sudah dilakukannya.

“Padahal, saya sudah berkoordinasi dengan pemain keyboardnya,” tulis Prabowo lagi.

Prabowo berharap, penerbitan buku tersebut dapat memantik semangat pemuda dalam menjaga ketahanan dan kemerdekaan Indonesia.

“Pertahankan Merah Putih sampai titik darah penghabisan,” tulis Prabowo dalam halaman pertama bukunya. [SRF]

]]> Buku dengan judul “Kepemimpinan Militer: Catatan dari Pengalaman Letnan Jenderal TNI Purnawirawan Prabowo Subianto”, laris manis. Di Toko Buku Gunung Agung, buku itu best seller. Informasi ini disampaikan Gunung Agung via akun Instagram @gunungagung pada 29 September.

“Terjual habis dalam dalam hitungan hari,” demikian penggalan isi video yang unggah akun Instagram @gunungagung yang dikutip Rabu (13/10).

Keterangan tersebut juga disampaikan Toko Buku Gunung Agung melalui spanduk yang dipajang di depan gerainya di Mall Margo City, Kota Depok, Jawa Barat (Jabar).

Buku tentang kepemimpinan militer tersebut diluncurkan Prabowo pada 24 Juli 2021. Buku nonfiksi ini mengulas tentang pengalaman pribadinya saat aktif di militer selama 28 tahun sebelum berkecimpung di dunia bisnis dan politik.

Dalam buku tersebut, Menteri Pertahanan itu menceritakan kesannya terhadap beberapa pimpinan ABRI, seperti Letjen TNI Purn Himawan Soetanto dan Jenderal Purn Wismoyo Arismunandar. Dalam buku itu, Prabowo juga menceritakan hubungannya dengan mantan mertuanya yang juga Presiden ke-2 Soeharto.

Di dalam bukunya, Prabowo mengaku, rutin mengecek keadaan dapur dan perlengkapan anak buah. Hal itu dilakukannya belajar dari kebiasaan Himawan, seniornya di militer yang dekat dengan anak buahnya.

“Dari Pak Himawan Soetanto tersebutlah, saya mempunyai kebiasaan mengecek detail dapur dan perlengkapan anak buah,” tulis mantan Danjen Kopassus itu.

 

Sedangkan dari Wismoyo, Prabowo belajar tentang pentingnya orang berani harus gembira dan semangat. Terkait itu, Prabowo menceritakan pengalamannya ketika menjabat Danpusdik Kopassus disuruh bernyanyi oleh Wismoyo saat upacara.

Karena sudah memiliki firasat sebelum peristiwa itu, Prabowo berinisiatif latihan di rumah dan menyanyikan lagu dari Ambon, “O Ulate”. Lagu ini dipilihannya karena dianggap bernuasan gembira dan tidak terlalu susah untuk dibawakan.

Saat upacara berlangsung, dugaan Prabowo benar. Wismoyo memintanya bernyanyi. Orang-orang spontan lantas tertawa karena mereka menganggap dirinya tidak bisa bernyanyi. Namun, pada akhirnya mereka justru kagum melihat Prabowo bernyanyi. Hal itu tak lepas dari persiapan yang sudah dilakukannya.

“Padahal, saya sudah berkoordinasi dengan pemain keyboardnya,” tulis Prabowo lagi.

Prabowo berharap, penerbitan buku tersebut dapat memantik semangat pemuda dalam menjaga ketahanan dan kemerdekaan Indonesia.

“Pertahankan Merah Putih sampai titik darah penghabisan,” tulis Prabowo dalam halaman pertama bukunya. [SRF]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories