Berinteraksi Langsung Dengan Pembeli Pedagang Pasar Ngebet Ingin Divaksin Covid-19

Pedagang pasar seluruh Indonesia berharap bisa segera mendapatkan vaksinasi Covid-19. Sebab, mereka merasa rentan tertular virus Corona, karena berinteraksi langsung dengan pembeli.

Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), Reynaldi Sarijowan mengatakan, Pihaknya bersedia membantu mendata dan menjembatani komunikasi dengan para pedagang pasar agar vaksinasi berjalan lancar. Menurutnya, selama ini, sosialisasi dan komunikasi dari pemerintah kepada pedagang pasar masih belum optimal.

“Datanya harus valid. Kudu betul-betul pedagang pasar yang berdagang, yang divaksin. Jangan sampai salah orang,” ungkap Reynaldi, dalam keterangannya, Sabtu (20/2).

Tak hanya pedagang, lanjutnya, pekerja lain yang beraktivitas di pasar juga harus mendapat prioritas vaksinasi, seperti kuli panggul. Sehingga, terbentuk imunitas kelompok.

Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo), Muhammad Ikhsan Ingratubun melihat, vaksinasi yang dilakukan terhadap pedagang pasar belum menyentuh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), secara menyeluruh.

“Ada sekitar 60 jutaan pelaku usaha UMKM, dan rata-rata pedagang pasar dan pedagang lain-lainnya,” katanya.

Dia menjelaskan, pelaku usaha yang berinteraksi dengan pembeli, tidak hanya pedagang pasar, tetapi juga banyak pedagang lain seperti warung kelontong.

Program vaksinasi Covid-19 sudah masuk tahap kedua Covid-19. Tahap pertama vaksinasi dilakukan terhadap tenaga kesehatan. Vaksinasi tahap dua menyasar petugas publik. Salah satunya, pedagang pasar.

Vaksinasi pedagang mulai dilakukan pada Rabu (17/02), terhadap pedagang Pasar Tanah Abang. Pada hari itu, ada 1.500 hingga 2.000 menerima vaksinasi.

Berdasarkan pantauan, proses vaksinasi berjalan aman dan lancar. Vaksinasi berlangsung di teras Masjid Pasar Tanah Abang di lantai 12. Dan, di foodcourt, di lantai 8.

Proses vaksinasi dimulai dengan melakukan pendataan, kemudian vaksinasi. Setelah itu, pedagang disuruh masuk ruang observasi selama 10 menit, untuk melihat reaksi vaksin.

“Sakit sedikit pas disuntik. Habis itu disuruh ke ruangan nunggu reaksi. Aman dan lancar sejauh ini,” akun Hendri, di ruang observasi.

 

Dia menceritakan, pendataan vaksinasi dilakukan petugas Pasar Jaya. Setelah itu, dirinya menerima undangan sebelum vaksinasi. Namun demikian, ada juga pedagang yang belum divaksinasi. Hingga kini, dia belum mendapatkan undangan.

“Saya udah tanya ke pengelola pasar. Kata mereka, datanya masih diproses Kementerian Kesehatan,” ujarnya.

Dia menegaskan, bersedia divaksin sebab pekerjaannya setiap hari bertemu dengan banyak orang.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, vaksinasi massal bagi pedagang di Blok A Pasar Tanah Abang, jadi percontohan untuk program vaksinasi di pasar-pasar lainnya di Ibu Kota Jakarta.

“Ini menjadi salah satu cara menemukan format vaksinasi yang dilakukan di pusat-pusat pertokoan lainnya,” ujar Anies.

Berikutnya, lanjut Anies, vaksinasi Covid-19 akan dilakukan terhadap pedagang di 153 pasar lainnya di wilayah DKI Jakarta.

Anies mengklaim, pelaksanaan vaksinasi massal di Blok A Pasar Tanah Abang berlangsung cukup baik. Pedagang antusias melakukan vaksinasi. Hingga saat ini, belum ditemukan kendala dalam pelaksanaan vaksinasi.

Vaksinasi untuk pedagang Pasar Tanah Abang dilakukan dua tahap. Untuk gelombang pertama, vaksinasi dilakukan terhadap 9.729 pedagang. Waktunya, pada 17-21 Februari 2021. Untuk tahap kedua vaksinasi dilakukan terhadap 2.267 orang. Waktunya, 22 sampai 24 Februari 2021.

Pemerintah mencatat total pedagang di Jakarta sebanyak 55 ribu orang. Jumlah tersebut merupakan data awal pencatatan dan kemungkinan masih akan bertambah.

Plt Kepala Badan Pengembangandan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BPPSDM) Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu mengungkapkan, total pedagang pasar di seluruh Indonesia berjumlah 4.014.000 orang.

“Khusus pedagang pasar, kami mohon maaf, itu dapat data yang kami terima dari BPJS Ketenagakerjaan dan Askrindo,” ungkapnya.

Dia memastikan, pelaku UMKM juga akan mendapatkan vaksinasi. Hanya saja, pada tahap selanjutnya. [FAQ]

]]> Pedagang pasar seluruh Indonesia berharap bisa segera mendapatkan vaksinasi Covid-19. Sebab, mereka merasa rentan tertular virus Corona, karena berinteraksi langsung dengan pembeli.

Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), Reynaldi Sarijowan mengatakan, Pihaknya bersedia membantu mendata dan menjembatani komunikasi dengan para pedagang pasar agar vaksinasi berjalan lancar. Menurutnya, selama ini, sosialisasi dan komunikasi dari pemerintah kepada pedagang pasar masih belum optimal.

“Datanya harus valid. Kudu betul-betul pedagang pasar yang berdagang, yang divaksin. Jangan sampai salah orang,” ungkap Reynaldi, dalam keterangannya, Sabtu (20/2).

Tak hanya pedagang, lanjutnya, pekerja lain yang beraktivitas di pasar juga harus mendapat prioritas vaksinasi, seperti kuli panggul. Sehingga, terbentuk imunitas kelompok.

Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo), Muhammad Ikhsan Ingratubun melihat, vaksinasi yang dilakukan terhadap pedagang pasar belum menyentuh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), secara menyeluruh.

“Ada sekitar 60 jutaan pelaku usaha UMKM, dan rata-rata pedagang pasar dan pedagang lain-lainnya,” katanya.

Dia menjelaskan, pelaku usaha yang berinteraksi dengan pembeli, tidak hanya pedagang pasar, tetapi juga banyak pedagang lain seperti warung kelontong.

Program vaksinasi Covid-19 sudah masuk tahap kedua Covid-19. Tahap pertama vaksinasi dilakukan terhadap tenaga kesehatan. Vaksinasi tahap dua menyasar petugas publik. Salah satunya, pedagang pasar.

Vaksinasi pedagang mulai dilakukan pada Rabu (17/02), terhadap pedagang Pasar Tanah Abang. Pada hari itu, ada 1.500 hingga 2.000 menerima vaksinasi.

Berdasarkan pantauan, proses vaksinasi berjalan aman dan lancar. Vaksinasi berlangsung di teras Masjid Pasar Tanah Abang di lantai 12. Dan, di foodcourt, di lantai 8.

Proses vaksinasi dimulai dengan melakukan pendataan, kemudian vaksinasi. Setelah itu, pedagang disuruh masuk ruang observasi selama 10 menit, untuk melihat reaksi vaksin.

“Sakit sedikit pas disuntik. Habis itu disuruh ke ruangan nunggu reaksi. Aman dan lancar sejauh ini,” akun Hendri, di ruang observasi.

 

Dia menceritakan, pendataan vaksinasi dilakukan petugas Pasar Jaya. Setelah itu, dirinya menerima undangan sebelum vaksinasi. Namun demikian, ada juga pedagang yang belum divaksinasi. Hingga kini, dia belum mendapatkan undangan.

“Saya udah tanya ke pengelola pasar. Kata mereka, datanya masih diproses Kementerian Kesehatan,” ujarnya.

Dia menegaskan, bersedia divaksin sebab pekerjaannya setiap hari bertemu dengan banyak orang.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, vaksinasi massal bagi pedagang di Blok A Pasar Tanah Abang, jadi percontohan untuk program vaksinasi di pasar-pasar lainnya di Ibu Kota Jakarta.

“Ini menjadi salah satu cara menemukan format vaksinasi yang dilakukan di pusat-pusat pertokoan lainnya,” ujar Anies.

Berikutnya, lanjut Anies, vaksinasi Covid-19 akan dilakukan terhadap pedagang di 153 pasar lainnya di wilayah DKI Jakarta.

Anies mengklaim, pelaksanaan vaksinasi massal di Blok A Pasar Tanah Abang berlangsung cukup baik. Pedagang antusias melakukan vaksinasi. Hingga saat ini, belum ditemukan kendala dalam pelaksanaan vaksinasi.

Vaksinasi untuk pedagang Pasar Tanah Abang dilakukan dua tahap. Untuk gelombang pertama, vaksinasi dilakukan terhadap 9.729 pedagang. Waktunya, pada 17-21 Februari 2021. Untuk tahap kedua vaksinasi dilakukan terhadap 2.267 orang. Waktunya, 22 sampai 24 Februari 2021.

Pemerintah mencatat total pedagang di Jakarta sebanyak 55 ribu orang. Jumlah tersebut merupakan data awal pencatatan dan kemungkinan masih akan bertambah.

Plt Kepala Badan Pengembangandan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BPPSDM) Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu mengungkapkan, total pedagang pasar di seluruh Indonesia berjumlah 4.014.000 orang.

“Khusus pedagang pasar, kami mohon maaf, itu dapat data yang kami terima dari BPJS Ketenagakerjaan dan Askrindo,” ungkapnya.

Dia memastikan, pelaku UMKM juga akan mendapatkan vaksinasi. Hanya saja, pada tahap selanjutnya. [FAQ]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories