Bercermin Ke India, Sandi Ogah Indonesia Kena Tsunami Covid-19

Perbaikan ekonomin dari sektor pariwisata memang merupakan salah satu tujuan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. Namun, dia tidak mau tergesa-gesa membuka Indonesia untuk wisatawan asing.

Dia khawatir, nanti Indonesia mengalami ledakan penularan virus Corona dan mengalami tsunami Covid-19 seperti di India. “Pemerintah mengambil langkah tegas untuk menutup perbatasan untuk sementara. Ini tentunya kita lakukan untuk memastikan, kita tidak berpotensi menambah risiko Covid-19 di Indonesia,” ungkap Sandiaga, dalam diskusi virtual bersama JFCC, Jumat (30/4).

Meski demikian, Sandiaga tetap akan mengupayakan sektor ekonomi Tanah Air kembali berdenyut. “Sektor ekonomi kita itu digerakkan 34 juta pekerja. Ini angka yang besar dan tidak bisa diabaikan,” ujarnya.

Belajar dari kasus di India, Sandi menilai, rencana pembukaan pariwisata di Indonesia harus dibarengi dengan penerapan disiplin protokol kesehatan yang ketat.

Selain itu, tempat wisata juga dinilai harus memastikan standar penerapan protokol kebersihan, kesehatan, keamanan dan ramah lingkungan atau CHSE. CHSE adalah penerapan protokol kesehatan yang berbasis pada Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian lingkungan).

“Karena itu, antisipasi kami di destinasi wisata ialah peningkatan dari CHSE, kita akan membantu menerapkan protokol kesehatan itu di masing-masing destinasi wisata. Di India, kan jumlah peningkatan wisatawan sebelum Covid-19 itu sangat tinggi. Kita perlu kemitraan jangka panjang. Jadi memang jangka pendeknya kita ambil langkah ini,” lanjutnya.

Sandiaga yakin, dengan penanganan Covid-19 yang lebih baik, ditambah dengan vaksinasi, sektor pariwisata bisa segera pulih. [DAY]

]]> Perbaikan ekonomin dari sektor pariwisata memang merupakan salah satu tujuan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. Namun, dia tidak mau tergesa-gesa membuka Indonesia untuk wisatawan asing.

Dia khawatir, nanti Indonesia mengalami ledakan penularan virus Corona dan mengalami tsunami Covid-19 seperti di India. “Pemerintah mengambil langkah tegas untuk menutup perbatasan untuk sementara. Ini tentunya kita lakukan untuk memastikan, kita tidak berpotensi menambah risiko Covid-19 di Indonesia,” ungkap Sandiaga, dalam diskusi virtual bersama JFCC, Jumat (30/4).

Meski demikian, Sandiaga tetap akan mengupayakan sektor ekonomi Tanah Air kembali berdenyut. “Sektor ekonomi kita itu digerakkan 34 juta pekerja. Ini angka yang besar dan tidak bisa diabaikan,” ujarnya.

Belajar dari kasus di India, Sandi menilai, rencana pembukaan pariwisata di Indonesia harus dibarengi dengan penerapan disiplin protokol kesehatan yang ketat.

Selain itu, tempat wisata juga dinilai harus memastikan standar penerapan protokol kebersihan, kesehatan, keamanan dan ramah lingkungan atau CHSE. CHSE adalah penerapan protokol kesehatan yang berbasis pada Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian lingkungan).

“Karena itu, antisipasi kami di destinasi wisata ialah peningkatan dari CHSE, kita akan membantu menerapkan protokol kesehatan itu di masing-masing destinasi wisata. Di India, kan jumlah peningkatan wisatawan sebelum Covid-19 itu sangat tinggi. Kita perlu kemitraan jangka panjang. Jadi memang jangka pendeknya kita ambil langkah ini,” lanjutnya.

Sandiaga yakin, dengan penanganan Covid-19 yang lebih baik, ditambah dengan vaksinasi, sektor pariwisata bisa segera pulih. [DAY]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories