Berbagi Untuk Sukses

Secara sederhana istilah Pay It Forward itu bisa dipahami dengan maksud meneruskan kebaikan yang diterima kepada orang lain. Saya mengenal dan paham istilah ini pertama kali, ketika seorang selebgram ngoceh di medsosnya.

Alih-alih bercerita tentang pengalaman dia hari itu yang mendapat kebaikan dari orang lain. Dia pakai deh istilah itu. Persisnya sudah lupa, kapan dia berbagi kisah inspiratif itu, dan kejadiannya pun luput dari ingatan saya. Tapi yang membekas, diksi Pay It Forward ini.

Dan saat ini rasanya saya ingin berbagi cerita baik yang datang dari seorang kawan. Beberapa hari yang lalu, dia chat. Bertanya kabar hal pertama yang diucapkan, tentu ini terjadi karena pertemuan kami yang terakhir adalah masa sebelum pandemi.

Mulailah kami saling tukar cerita tentang kegiatan masing-masing.

Singkat cerita, kini dia sibuk punya usaha Mie Ayam. Sebelumnya membantu ayahnya berjualan. Sekarang sudah punya sendiri, jalanin sendiri. “Ya masih bawa merek dagang Bapak sih. Tapi, Alhamdulillah sudah mulai mandiri,” ceplosnya.

Kita sebut saja namanya Ve. Dia cerita, di awal merintis usahanya, dia harus nahan lapar, karena dagangannya belum ada yang terjual. Pengalaman itu yang menjadi alasan satu-satunya untuk bikin program Jumat Berbagi.

Dia sudah menjalankan program itu selama tiga pekan. Di Jumat pertama, dia hanya bisa memberikan 10 mangkok mie ayam, kepada yang berhak. Lalu berlanjut, 38 mangkok di pekan kedua.

Hingga Jumat terakhir bisa memberikan 100 mangkok.

Jumlah donatur yang ikut pun bertambah. Sebagian merupakan pelanggan setianya. “Kejadian aku cuma sekali, Mer. Aku nggak tahu orang di luar sana gimana, nggak bisa makan karena nggak punya uang. Aku bisa makan karena ada yang beli,” kata dia lagi.

Obrolan kami tak lebih memang dari 20 menit di aplikasi chat. Tapi, setelah menutup obrolan dengan saling mendoakan dan support, ada perasaan terharu, senang tapi bangga. “Makasih ya Ve, udah kasih cerita tentang kebaikan. Kamu keren,” saya bilang gitu ke dia.

Saya jadi inget, istilah Pay It Forward ini, lagi. Kalau sekarang saya dengar cerita itu dari teman saya sendiri. Mengutip ucapan ribuan orang, “Semoga panjang umur kebaikan”. [Merry Apriyani/Wartawan Rakyat Merdeka]

]]> Secara sederhana istilah Pay It Forward itu bisa dipahami dengan maksud meneruskan kebaikan yang diterima kepada orang lain. Saya mengenal dan paham istilah ini pertama kali, ketika seorang selebgram ngoceh di medsosnya.

Alih-alih bercerita tentang pengalaman dia hari itu yang mendapat kebaikan dari orang lain. Dia pakai deh istilah itu. Persisnya sudah lupa, kapan dia berbagi kisah inspiratif itu, dan kejadiannya pun luput dari ingatan saya. Tapi yang membekas, diksi Pay It Forward ini.

Dan saat ini rasanya saya ingin berbagi cerita baik yang datang dari seorang kawan. Beberapa hari yang lalu, dia chat. Bertanya kabar hal pertama yang diucapkan, tentu ini terjadi karena pertemuan kami yang terakhir adalah masa sebelum pandemi.

Mulailah kami saling tukar cerita tentang kegiatan masing-masing.

Singkat cerita, kini dia sibuk punya usaha Mie Ayam. Sebelumnya membantu ayahnya berjualan. Sekarang sudah punya sendiri, jalanin sendiri. “Ya masih bawa merek dagang Bapak sih. Tapi, Alhamdulillah sudah mulai mandiri,” ceplosnya.

Kita sebut saja namanya Ve. Dia cerita, di awal merintis usahanya, dia harus nahan lapar, karena dagangannya belum ada yang terjual. Pengalaman itu yang menjadi alasan satu-satunya untuk bikin program Jumat Berbagi.

Dia sudah menjalankan program itu selama tiga pekan. Di Jumat pertama, dia hanya bisa memberikan 10 mangkok mie ayam, kepada yang berhak. Lalu berlanjut, 38 mangkok di pekan kedua.

Hingga Jumat terakhir bisa memberikan 100 mangkok.

Jumlah donatur yang ikut pun bertambah. Sebagian merupakan pelanggan setianya. “Kejadian aku cuma sekali, Mer. Aku nggak tahu orang di luar sana gimana, nggak bisa makan karena nggak punya uang. Aku bisa makan karena ada yang beli,” kata dia lagi.

Obrolan kami tak lebih memang dari 20 menit di aplikasi chat. Tapi, setelah menutup obrolan dengan saling mendoakan dan support, ada perasaan terharu, senang tapi bangga. “Makasih ya Ve, udah kasih cerita tentang kebaikan. Kamu keren,” saya bilang gitu ke dia.

Saya jadi inget, istilah Pay It Forward ini, lagi. Kalau sekarang saya dengar cerita itu dari teman saya sendiri. Mengutip ucapan ribuan orang, “Semoga panjang umur kebaikan”. [Merry Apriyani/Wartawan Rakyat Merdeka]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories

Generated by Feedzy