Beraksi Tengah Malam Hingga Sahur Duh, Balapan Motor Liar Menjamur Lagi .

Masyarakat mematuhi larangan Polda Metro Jaya untuk tidak melakukan kegiatan sahur on the road (SOTR). Namun sayang, lengangnya jalan di Ibu Kota pada tengah malam hingga subuh, dimanfaatkan sejumlah pemuda sebagai ajang balapan motor.

Balapan liar terjadi di sejumlah titik di Ibu Kota. Pelakunya para pemuda tanggung dengan menggunakan sepeda motor sudah dimodifikasi.

Aksi mereka kian mengkhawatirkan. Membahayakan pengguna jalan. Dari mulai memblokade jalan, hingga memberhentikan paksa para pengendara yang melintas. Mereka juga berkerumun sehingga rentan terjadi penularan Covid-19.

Untuk menghentikan aksi mereka, polisi gencar melakukan razia. Setiap malam hingga dini hari, sejumlah grup polisi memakai mobil dan motor trail keliling memantau kondisi dan membubarkan balap liar. Seperti akhir pekan kemarin, di wilayah Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Sekitar pukul 02.30 WIB, sekawanan pemotor bersiap menggeber motornya dengan kecepatan tinggi. Untungnya, sebelum mereka beraksi, petugas kepolisian keburu mengamankan para remaja itu.

Enam remaja yang keciduk nampak pasrah. Mereka disuruh petugas berjongkok untuk mencegah melarikan diri. Dari enam motor yang diperiksa, lima unit di antaranya tidak dilengkapi surat kendaraan dan akhirnya diangkut ke Polda Metro Jaya.

Kepala Satuan Patroli dan Pengawalan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya, AKBP Argo Wiyono mengungkapkan, setelah polisi rajin melakukan razia pada malam hari, pebalap liar beraksi setelah subuh. Karena itu, jajarannya memperpanjang waktu razia hingga pagi hari.

Menurutnya, wilayah Pondok Indah hingga ke seputar TB Simatupang, memang sering dijadikan tempat balapan karena memiliki trek lurus.

“Kita razia intensif setiap hari, khususnya di jalur Pondok Indah, sampai pagi hari,”ungkapnya.

Selain wilayah itu, polisi juga merazia aksi balap liar di wilayah Tanjung Duren, Jakarta Barat. Di sini, balapan liar kerap berlangsung menjelang subuh. Dari razia itu, sebanyak tujuh orang dan enam unit kendaraan diamankan karena diduga hendak melakukan aksi balap liar.

Kapolsek Tanjung Duren, Kompol Agung Wibowo menerangkan, pengamanan dilakukan karena kendaraan tersebut menggunakan knalpot bising dan para pengendaranya tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

 

“Polsek Tanjung Duren melakukan patroli kewilayahan di daerah yang menjadi zona rawan adanya aksi tawuran dan balap liar,” ujar Agung.

Untuk mengawasi aksi balap liar, Kepala Kepolisian Polda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran ikut turut langsung memimpin patroli skala besar di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (18/4) dini hari.

“Dalam Operasi Keselamatan Jaya malam ini, petugas mengamankan 34 kendaraan roda dua dengan berbagai macam pelanggaran,” ungkap Fadil di Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Fadil merincikan, pelanggaran yang dilakukan 34 pengendara itu antara lain ugal-ugalan, knalpot bising, melakukan balapan liar, pelanggaran protokol kesehatan, dan tidak memiliki kelengkapan surat kendaraan.

Ditegaskannya, berbagai razia ini dilakukan demi terciptanya situasi yang tenang di tengah bulan Ramadan. Juga untuk menghindari tawuran antar-kelompok yang biasanya marak di bulan Puasa.

“Supaya beribadah tenang, tanpa suara knalpot bising, tanpa tawuran, balap liar,” ungkapnya.

SOTR Sepi

Ditlantas Polda Metro Jaya terus memantau larangan SOTR atau sahur on the road di Jakarta dan sekitarnya. Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengungkapkan, hingga kini, tidak ditemukan SOTR. Meski demikian, Sambodo memastikan, tetap akan rutin melakukan patroli dan penyekatan untuk mencegah masyarakat menggelar SOTR selama Ramadan di DKI Jakarta, Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Tangerang Selatan, dan Tangerang Kota.

“Penyekatan SOTR akan terus kita lakukan sampai Ramadan selesai,” ujar Sambodo dalam keterangan persnya.

Dia menambakan, Polda Metro Jaya menempatkan personel di beberapa kawasan rawan timbulnya kerumunan. Ada ratusan per­sonel dari Ditlantas Polda Metro Jaya yang disebar. Sasaran penyekatan kendaraan yakni di ruas Jalan Bundaran Senayan hingga Jalan Harmoni. Selain di pusat kota, polisi bersama anggota TNI juga berkeliling memantau jalan protokol Ibu Kota dan di daerah penyangga. [FAQ]

]]> .
Masyarakat mematuhi larangan Polda Metro Jaya untuk tidak melakukan kegiatan sahur on the road (SOTR). Namun sayang, lengangnya jalan di Ibu Kota pada tengah malam hingga subuh, dimanfaatkan sejumlah pemuda sebagai ajang balapan motor.

Balapan liar terjadi di sejumlah titik di Ibu Kota. Pelakunya para pemuda tanggung dengan menggunakan sepeda motor sudah dimodifikasi.

Aksi mereka kian mengkhawatirkan. Membahayakan pengguna jalan. Dari mulai memblokade jalan, hingga memberhentikan paksa para pengendara yang melintas. Mereka juga berkerumun sehingga rentan terjadi penularan Covid-19.

Untuk menghentikan aksi mereka, polisi gencar melakukan razia. Setiap malam hingga dini hari, sejumlah grup polisi memakai mobil dan motor trail keliling memantau kondisi dan membubarkan balap liar. Seperti akhir pekan kemarin, di wilayah Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Sekitar pukul 02.30 WIB, sekawanan pemotor bersiap menggeber motornya dengan kecepatan tinggi. Untungnya, sebelum mereka beraksi, petugas kepolisian keburu mengamankan para remaja itu.

Enam remaja yang keciduk nampak pasrah. Mereka disuruh petugas berjongkok untuk mencegah melarikan diri. Dari enam motor yang diperiksa, lima unit di antaranya tidak dilengkapi surat kendaraan dan akhirnya diangkut ke Polda Metro Jaya.

Kepala Satuan Patroli dan Pengawalan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya, AKBP Argo Wiyono mengungkapkan, setelah polisi rajin melakukan razia pada malam hari, pebalap liar beraksi setelah subuh. Karena itu, jajarannya memperpanjang waktu razia hingga pagi hari.

Menurutnya, wilayah Pondok Indah hingga ke seputar TB Simatupang, memang sering dijadikan tempat balapan karena memiliki trek lurus.

“Kita razia intensif setiap hari, khususnya di jalur Pondok Indah, sampai pagi hari,”ungkapnya.

Selain wilayah itu, polisi juga merazia aksi balap liar di wilayah Tanjung Duren, Jakarta Barat. Di sini, balapan liar kerap berlangsung menjelang subuh. Dari razia itu, sebanyak tujuh orang dan enam unit kendaraan diamankan karena diduga hendak melakukan aksi balap liar.

Kapolsek Tanjung Duren, Kompol Agung Wibowo menerangkan, pengamanan dilakukan karena kendaraan tersebut menggunakan knalpot bising dan para pengendaranya tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

 

“Polsek Tanjung Duren melakukan patroli kewilayahan di daerah yang menjadi zona rawan adanya aksi tawuran dan balap liar,” ujar Agung.

Untuk mengawasi aksi balap liar, Kepala Kepolisian Polda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran ikut turut langsung memimpin patroli skala besar di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (18/4) dini hari.

“Dalam Operasi Keselamatan Jaya malam ini, petugas mengamankan 34 kendaraan roda dua dengan berbagai macam pelanggaran,” ungkap Fadil di Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Fadil merincikan, pelanggaran yang dilakukan 34 pengendara itu antara lain ugal-ugalan, knalpot bising, melakukan balapan liar, pelanggaran protokol kesehatan, dan tidak memiliki kelengkapan surat kendaraan.

Ditegaskannya, berbagai razia ini dilakukan demi terciptanya situasi yang tenang di tengah bulan Ramadan. Juga untuk menghindari tawuran antar-kelompok yang biasanya marak di bulan Puasa.

“Supaya beribadah tenang, tanpa suara knalpot bising, tanpa tawuran, balap liar,” ungkapnya.

SOTR Sepi

Ditlantas Polda Metro Jaya terus memantau larangan SOTR atau sahur on the road di Jakarta dan sekitarnya. Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengungkapkan, hingga kini, tidak ditemukan SOTR. Meski demikian, Sambodo memastikan, tetap akan rutin melakukan patroli dan penyekatan untuk mencegah masyarakat menggelar SOTR selama Ramadan di DKI Jakarta, Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Tangerang Selatan, dan Tangerang Kota.

“Penyekatan SOTR akan terus kita lakukan sampai Ramadan selesai,” ujar Sambodo dalam keterangan persnya.

Dia menambakan, Polda Metro Jaya menempatkan personel di beberapa kawasan rawan timbulnya kerumunan. Ada ratusan per­sonel dari Ditlantas Polda Metro Jaya yang disebar. Sasaran penyekatan kendaraan yakni di ruas Jalan Bundaran Senayan hingga Jalan Harmoni. Selain di pusat kota, polisi bersama anggota TNI juga berkeliling memantau jalan protokol Ibu Kota dan di daerah penyangga. [FAQ]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories